Minggu, 17 Mei 2026

Cerdas Cermat 4 Pilar MPR

SMAN 1 Sambas Hormati Putusan MPR soal Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar, tapi Tolak Ada Tanding Ulang

SMAN 1 Sambas menolak adanya tanding ulang. Sekolah merasa sudah mengikuti segala aturan yang ditetapkan oleh panitian dan disepakati bersama.

Tayang:
Ringkasan Berita:
  • SMAN 1 Sambas menolak untuk ikut tanding ulang LCC Empat Pilar Kalbar seperti keputusan yang sudah disampaikan oleh MPR.
  • Namun, pihak sekolah tetap menghormati segala putusan MPR.
  • SMAN 1 Sambas mengungkapkan pihaknya telah mengikuti segala aturan yang dibuat penyelenggara selama kompetisi berlangsung.
  • Di sisi lain, sekolah mengeklaim adanya tuduhan yang menyasar guru, staf, hingga alumni pasca viralnya peristiwa ini.

TRIBUNNEWS.COM - SMAN 1 Sambas akhirnya menyampaikan pernyataan sikap terkait Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar tingkat Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar).

Diketahui, perlombaan tersebut menjadi polemik setelah viralnya video ketika jawaban dari peserta asal SMAN 1 Pontianak dinyatakan salah oleh juri.

Namun, ketika peserta dari SMAN 1 Sambas menjawab sama persis seperti peserta SMAN 1 Pontianak, juri justru menyatakan benar.

Pada momen tersebut, peserta dari SMAN 1 Pontianak sekaligus siswa yang menjawab pertanyaan tersebut bernama Josepha Alexandra mengajukan protes ke juri atas keputusan tersebut.

Namun, juri tetap tidak merubah keputusannya. 

Pasca polemik ini, MPR pun sampai turun tangan dan berujung beberapa keputusan di mana salah satunya yakni babak final LCC Empat Pilar tingkat Provinsi Kalbar diulang.

Menanggapi putusan itu, Kepala Sekolah SMAN 1 Sambas, Syafaruddin, menghormati segala keputusan dari MPR pasca polemik terjadi.

Baca juga: MPR Tunggu Surat Resmi SMAN 1 Pontianak soal Tak Ikut Final Ulang LCC 4 Pilar, Keputusan Pekan Depan

Kendati demikian, Syafaruddin mengatakan bahwa pihak penyelenggara dinilai abai untuk meluruskan terkait segala tuduhan yang ditujukan kepada SMAN 1 Sambas.

Sebagai informasi, SMAN 1 Sambas ditetapkan sebagai juara dan berhak untuk mewakili Kalbar dalam perlombaan tingkat nasional.

"Mengapresiasi usaha MPR RI sebagai penyelenggara untuk mengatasi polemik yang muncul pada kegiatan LCC 4 Pilar MPR RI 2026. Namun menyayangkan abainya penyelenggara dalam meluruskan informasi terkait polemik ini sehingga SMAN 1 Sambas terus menerus terpojok," kata Syafaruddin dikutip dari akun Instagram SMAN 1 Sambas, Sabtu (16/5/2026).

Namun, meski menghormati, Syafaruddin menegaskan pihaknya menolak untuk ikut dalam tanding ulang seperti apa yang menjadi keputusan resmi dari MPR.

"SMAN 1 Sambas menolak pertandingan final ulang tingkat Provinsi Kalimantan Barat," tuturnya.

Syafaruddin pun membantah terkait tuduhan bahwa predikat juara yang disandang SMAN 1 Sambas buntut adanya kecurngan, penyuapan, hingga settingan.

Dia menegaskan pihaknya telah mengikuti segala aturan yang telah ditetapkan pihak penyelenggara selama kompetisi digelar.

"Meyakini bahwa peseta LCC 4 Pilar dari SMAN 1 Sambas telah berkompetisi sesuai tata tertib yang telah ditetapkan panitian dan disepakati seluruh peserta lomba," katanya.

Klaim Ada Serangan, Minta Panitia Jamin Keselamatan Peserta di Jakarta

Syafaruddin  mengeklaim adanya tuduhan hingga narasi tidak benar yang tidak hanya ditujukan kepada SMAN 1 Sambas sebagai institusi pendidikan tetapi juga individu di dalamnya seperti guru, staf, hingga alumni.

Dia menyebut pihak-pihak yang dimaksud tersebut mengalami tekanan psikologis.

"Mengecam munculnya berbagai bentuk opini, narasi, tuduhan, maupun tindakan di media sosial yang menyerang sekolah, dewan guru beserta TU, murid, dan bahkan ke alumni."

"Tindakan ini telah mencemarkan nama baik SMAN 1 Sambas, menimbulkan tekanan psikologis kepada pihak yang terdampak serta memperkeruh suasana," jelas Syafaruddin.

Alhasil, Syafaruddin mendesak agar penyelenggara memulihkan nama baik SMAN 1 Sambas dan menjamin keamanan bagi peserta sebelum terbang ke Jakarta untuk mengikuti LCC Empat Pilar tingkat nasional.

"Kami mendesak pihak penyelenggara untuk memulihkan kembali nama baik SMAN 1 Sambas dan memberikan jaminan keamanan terkait kondisi psikis murid sebelum kami mewakili Kalbar pada kegiatan LCC 4 Pilar MPR RI 2026 di tingkat nasional," pungkasnya.

Baca juga: 8 Poin Sikap SMAN 1 Pontianak soal LCC 4 Pilar: Tak Akan Ikut Tanding Ulang, Hormati Hasil Lomba

SMAN 1 Pontianak Tak Ikut Tanding Ulang, Protes Bukan untuk Anulir Hasil

Sebelumnya, Kepala Sekola SMAN 1 Pontianak, Indang Maryati, mengumumkan bahwa pihaknya tidak akan mengikuti tanding ulang LCC Empat Pilar tingkat Kalbar yang telah diputuskan oleh MPR.

"SMAN 1 Pontianak menyatakan tidak akan terlibat dalam pelaksanaan lomba LCC yang diulang, sebagaimana informasi yang disampaikan oleh MPR RI," kata Indang dikutip dari akun Instagram resmi SMAN 1 Pontianak.

Ia menegaskan protes yang diajukan semata-mata demi transparansi terkait keputusan dari juri.

Selain itu, sekolah juga menegaskan protes bukan untuk menganulir hasil dari kompetisi atau menyerang kredibilitas dari penyelenggara.

"SMAN 1 Pontianak menegaskan bahwa langkah yang diambil merupakan bagian dari ikhtiar untuk memperoleh konfirmasi dan klarifikasi, demi terwujudnya pelaksanaan dan mekanisme lomba yang transparan, obyektif, dan akuntabel," ujarnya.

"Sejak awal, SMAN 1 Pontianak tidak memiliki maksud untuk menganulir hasil lomba, melainkan semata-mata untuk memperoleh kejelasan melalui klarifikasi terhadap poin-poin yang dipersoalkan," sambungnya.

Lebih lanjut, SMAN 1 Pontianak meminta maaf kepada masyarakat terkait viralnya perisitwa dalam LCC Empat Pilar.

Pihak sekolah meminta kepada seluruh pihak untuk menyikapi permasalahan ini dengan tetap menjunjung nilai-nilai persatuan.

Pada akhir pernyataannya, SMAN 1 Pontianak mengisyaratkan tetap akan mengikuti LCC Empat Pilar MPR tahun 2027 meski ada polemik ini.

"Demikian pernyataan ini disampaikan sebagai bentuk tanggung jawab dan komitmen kami terhadap dunia pendidikan yang berintegritas. Sampai jumpa di LCC 4 Pilar 2027," pungkas Indang.

Baca juga: Tak Ikut Tanding Ulang, SMAN 1 Pontianak Tetap Dukung SMAN 1 Sambas di LCC Empat Pilar Nasional

MPR Putuskan Final LCC Empat Pilar Kalbar Diulang

Sebelumnya, MPR telah memutuskan untuk mengulang babak final LCC Empat Pilar tingkat Provinsi Kalbar.

Ketua MPR, Ahmad Muzani, menuturkan keputusan ini dilakukan setelah adanya diskusi sebelumnya. Namun, dia mengungkapkan, terkait jadwal, masih didiskusikan.

"Lomba Cerdas Cermat tingkat Kalimantan Barat yang final akan kita lakukan ulang dalam waktu yang segera akan diputuskan," katanya dalam konferensi pers di gedung parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (13/5/2026).

Muzani juga mengumumkan, juri sebelumnya tidak akan dilibatkan kembali. Dia menyebut juri yang akan melakukan penilaian akan berasal dari pihak independen alih-alih dari pihak MPR.

Baca juga: FSGI Tolak Rencana Pengulangan Final LCC 4 Pilar MPR, Soroti Dampak Psikologis Peserta

Dia turut menegaskan pimpinan MPR akan mengawasi langsung jalannya kompetisi LCC Empat Pilar Provinsi Kalbar. 
  
"Pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat akan mengawasi jalannya pertandingan tersebut dari awal sampai akhir," tuturnya.

Lebih lanjut, Muzani berterimakasih kepada peserta dari SMAN 1 Pontianak yang telah menggunakan haknya untuk mengajukan protes ketika ada keputusan juri yang dianggap merugikan.

Hal itu, sambungnya, menjadi contoh penerapan demokrasi yang baik.

"Kami akan terus melakukan evaluasi yang diadakan oleh MPR yang hari ini terus kami terima pandangan dari masyarakat," pungkasnya.

(Tribunnews.com/Yohanes Liestyo Poerwoto)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved