Cerdas Cermat 4 Pilar MPR
Tak Ikut Tanding Final Ulang, SMAN 1 Pontianak: Protes di LCC MPR Bukan untuk Anulir Hasil Lomba
SMAN 1 Pontianak tidak ikut dalam babak final ulang LCC Empat Pilar MPR. Pasalnya, maksud dari protes yang diajukan untuk minta transparansi.
Ringkasan Berita:
- SMAN 1 Pontianak menegaskan tidak akan mengikuti babak final ulang LCC Empat Pilar MPR yang sudah diputuskan pasca polemik.
- Pasalnya, protes yang dilakukan peserta yang berujung viral tersebut semata-mata hanya untuk meminta klarifikasi dan transparansi dari penyelenggara.
- Bahkan, pihak sekolah menegaskan protes yang dilakukan tidak bermaksud untuk menganulir hasil lomba.
TRIBUNNEWS.COM - SMAN 1 Pontianak mengumumkan tidak akan mengikuti babak final ulang dari Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar).
Pernyataan sikap ini disampaikan setelah MPR memutuskan untuk menganulir hasil dari perlombaan tersebut buntut adanya polemik dalam prosesnya.
Adapun polemik yang dimaksud ketika juri menyatakan jawaban dari peserta asal SMAN 1 Pontianak adalah salah. Namun, ketika peserta dari SMAN 1 Sambas menjawab serupa, juri justru menyatakan benar.
Setelah itu, peserta SMAN 1 Pontianak langsung memprotes keputusan juri tersebut tetapi berujung ditolak.
"SMAN 1 Pontianak menyatakan tidak akan terlibat dalam pelaksanaan lomba LCC yang diulang, sebagaimana informasi yang disampaikan oleh MPR RI," demikian pernyataan sikap dari kepala sekolah, Indang Maryati, dikutip dari akun Instagram SMAN 1 Pontianak, Kamis (14/5/2026).
Pihak sekolah mengungkapkan, protes yang diajukan semata-mata demi transparansi terkait keputusan dari juri.
Baca juga: Buntut Polemik LCC 4 Pilar MPR di Kalbar, Juri Terancam Sanksi Administratif, Digugat ke PN Jakpus
Selain itu, sekolah juga menegaskan protes bukan untuk menganulir hasil dari kompetisi atau menyerang kredibilitas dari penyelenggara.
"SMAN 1 Pontianak menegaskan bahwa langkah yang diambil merupakan bagian dari ikhtiar untuk memperoleh konfirmasi dan klarifikasi, demi terwujudnya pelaksanaan dan mekanisme lomba yang transparan, obyektif, dan akuntabel," ujarnya.
"Sejak awal, SMAN 1 Pontianak tidak memiliki maksud untuk menganulir hasil lomba, melainkan semata-mata untuk memperoleh kejelasan melalui klarifikasi terhadap poin-poin yang dipersoalkan," sambungnya.
Lebih lanjut, SMAN 1 Pontianak meminta maaf kepada masyarakat terkait viralnya perisitwa dalam LCC Empat Pilar.
Pihak sekolah meminta kepada seluruh pihak untuk menyikapi permasalahan ini dengan tetap menjunjung nilai-nilai persatuan.
Pada akhir pernyataannya, SMAN 1 Pontianak mengisyaratkan tetap akan mengikuti LCC Empat Pilar MPR tahun 2027 meski ada polemik ini.
"Demikian pernyataan ini disampaikan sebagai bentuk tanggung jawab dan komitmen kami terhadap dunia pendidikan yang berintegritas. Sampai jumpa di LCC 4 Pilar 2027," pungkas Indang.
Baca juga: Kesaksian Penonton LCC Empat Pilar Kalbar: Tak Ada yang Dukung Protes dari SMAN 1 Pontianak
MPR Putuskan Final LCC Empat Pilar Kalbar Diulang
Sebelumnya, MPR telah memutuskan untuk mengulang babak final LCC Empat Pilar tingkat Provinsi Kalbar.
Ketua MPR, Ahmad Muzani, menuturkan keputusan ini dilakukan setelah adanya diskusi sebelumnya. Namun, dia mengungkapkan, terkait jadwal, masih didiskusikan.