Minggu, 17 Mei 2026

Mentrans Iftitah Ungkap Strategi Ada Gula Ada Semut: Transmigrasi Mandiri Berbasis Ekonomi Baru

Transmigrasi kini tidak lagi sekadar memindahkan penduduk dengan biaya negara, pemerintah kini mengedepankan strategi "Ada Gula Ada Semut

Tayang:
Tribunnews.com/Alfarizy Ajie Fadhillah
TRANSMIGRASI PATRIOT - Menteri Transmigrasi (Mentrans), M. Iftitah Sulaiman Suryanagara, saat memberikan penjelasan soal Transmigrasi Patriot di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Minggu (17/5/2026). Iftitah mengatakan transmigrasi tidak lagi sekadar memindahkan penduduk dengan biaya negara, pemerintah kini mengedepankan strategi "Ada Gula Ada Semut". 

Ringkasan Berita:
  • Menteri Transmigrasi M Iftitah Sulaiman Suryanagara, mengungkapkan paradigma baru dalam program transmigrasi di Indonesia.
  • Tidak lagi sekadar memindahkan penduduk dengan biaya negara, pemerintah kini mengedepankan strategi "Ada Gula Ada Semut".
  • Strategi ini bertujuan untuk menciptakan ekosistem ekonomi baru di berbagai kawasan transmigrasi agar perpindahan penduduk terjadi secara mandiri dan alamiah.


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Transmigrasi (Mentrans) RI, M Iftitah Sulaiman Suryanagara, mengungkapkan paradigma baru dalam program transmigrasi di Indonesia.

Tidak lagi sekadar memindahkan penduduk dengan biaya negara, pemerintah kini mengedepankan strategi "Ada Gula Ada Semut".

Baca juga: Menteri Iftitah akan Siapkan Ekosistem Pangan di Wilayah Transmigrasi, Termasuk Papua

Strategi ini bertujuan untuk menciptakan ekosistem ekonomi baru di berbagai kawasan transmigrasi agar perpindahan penduduk terjadi secara mandiri dan alamiah.

Hal tersebut disampaikan Mentrans saat menghadiri acara Patriot Move 2026 di kawasan Car Free Day (CFD) Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (17/5/2026).

"Melalui Transmigrasi Patriot kita ingin SDM-SDM unggul tersebut hadir di garis depan pembangunan Indonesia, sehingga kawasan-kawasan transmigrasi tersebut bisa berkembang dengan lebih baik lagi," ujar Iftitah di hadapan awak media.

 

 

Menurut Iftitah, tugas utama Kementerian Transmigrasi sesuai dengan mandat Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2009 adalah menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi.

Ia meyakini, jika suatu kawasan memiliki daya tarik ekonomi yang kuat, maka penduduk akan datang dengan sendirinya.

"Kami yakin jika yang hadir di kawasan transmigrasi itu adalah SDM-SDM unggul, maka tujuan dari penciptaan ekosistem ekonomi baru tersebut bisa terwujud," tuturnya.

Dengan terciptanya ekosistem tersebut, Iftitah menegaskan bahwa pola transmigrasi masa depan tidak akan lagi bersifat paksaan atau bergantung sepenuhnya pada anggaran negara.

"Perpindahan penduduknya itu tidak lagi dipaksakan, tetapi akan berjalan alamiah, transmigrasi mandiri. Bahkan tidak perlu negara mengeluarkan biaya untuk memindahkan orang," tegas Mentrans.

Ia mengibaratkan kemajuan kawasan dengan istilah "Ada Gula Ada Semut". 

Melalui strategi ini, pemerintah fokus menciptakan "gula" atau potensi ekonomi yang besar agar "semut" atau penduduk datang berkumpul di titik-titik pertumbuhan tersebut.

Sebagai bukti nyata keberhasilan strategi ini, Iftitah mencontohkan transformasi kawasan transmigrasi di Sulawesi Selatan.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved