Selasa, 19 Mei 2026

Gus Miftah: Judi Online, Bullying hingga Kekerasan Seksual Jangan Dipandang Sepele

Gus Miftah menyoroti ancaman judi online, kecanduan gadget, krisis mental, hingga kekerasan seksual dan bullying.

Tayang:
Penulis: Eko Sutriyanto
Editor: Wahyu Aji
HO/IST
TANTANGAN ANAK MUIDA - Tantangan generasi muda hari ini dinilai semakin kompleks dan tidak lagi hanya berkaitan dengan persoalan ideologi. Fenomena judi online, adiksi digital, krisis mental, hingga kekerasan dan bullying di lingkungan pendidikan menjadi perhatian serius Nahdlatul Ulama (NU). Hal tersebut disampaikan KH Miftah Maulana Habiburrahman (Gus Miftah) dalam kegiatan  Pendidikan Menengah Kepemimpinan Nahdlatul Ulama (PMKNU)  Cirebon, yang juga diikuti oleh Gus Ipang Wahid dan KH Imam Jazuli sebagai bagian dari rangkaian forum kaderisasi kepemimpinan NU. 

Ringkasan Berita:
  • Gus Miftah menyoroti ancaman judi online, kecanduan gadget, krisis mental, hingga kekerasan seksual dan bullying yang kini mengintai generasi muda, termasuk di lingkungan pesantren
  • Ia menegaskan pesantren harus menjadi ruang aman dan suportif bagi santri
  • NU juga didorong menghadirkan dakwah yang relevan dengan tantangan era digital.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini dinilai semakin kompleks dan tidak lagi sebatas persoalan ideologi semata. 

Fenomena judi online, kecanduan gadget, krisis kesehatan mental, hingga kasus kekerasan dan bullying di lingkungan pendidikan menjadi perhatian serius di kalangan Nahdlatul Ulama (NU).

Hal itu disampaikan Miftah Maulana Habiburrahman dalam kegiatan Pendidikan Menengah Kepemimpinan Nahdlatul Ulama (PMKNU) Cirebon yang turut menghadirkan Gus Ipang Wahid dan KH Imam Jazuli sebagai bagian dari forum kaderisasi kepemimpinan NU.

Dalam forum tersebut, Gus Miftah menegaskan bahwa perkembangan teknologi digital memang membuka banyak peluang bagi generasi muda. Namun, di sisi lain, kemajuan itu juga membawa ancaman sosial yang nyata jika tidak diantisipasi secara serius.

“Anak muda hari ini menghadapi tantangan yang berbeda. Judi online, kecanduan gadget, krisis mental, sampai kekerasan dan bullying adalah masalah nyata yang tidak boleh dianggap sepele,” ujar Gus Miftah, Sabtu (16/5/2026).

Menurutnya, derasnya arus digitalisasi telah mengubah pola hidup dan interaksi sosial anak muda.

Jika tidak dibarengi dengan penguatan karakter dan pendampingan yang baik, generasi muda berpotensi terjebak dalam berbagai persoalan sosial yang merusak masa depan mereka.

Ia menilai fenomena judi online kini bahkan sudah menyasar pelajar dan santri melalui akses digital yang semakin mudah.

Sementara itu, kecanduan media sosial dan penggunaan gadget secara berlebihan juga dinilai dapat memengaruhi kondisi psikologis hingga menurunkan kualitas interaksi sosial anak muda.

Tak hanya itu, Gus Miftah turut menyoroti munculnya kasus kekerasan seksual dan bullying di lingkungan pendidikan, termasuk pesantren. Ia menegaskan bahwa pesantren harus menjadi ruang yang aman dan nyaman bagi para santri untuk tumbuh dan belajar.

“Pesantren harus menjadi tempat yang sehat secara pendidikan, mental, dan sosial. Karena itu, pengawasan dan kepedulian terhadap kondisi santri harus terus diperkuat,” katanya.

Ia menambahkan, pengasuh pesantren dan para pendidik perlu membangun lingkungan yang suportif agar para santri berani berbicara ketika mengalami tekanan, kekerasan, maupun persoalan mental lainnya.

Dalam kesempatan itu, Gus Miftah juga mengingatkan bahwa dakwah dan kaderisasi NU ke depan harus mampu menjawab persoalan aktual yang dihadapi masyarakat, khususnya generasi muda.

Menurutnya, NU tidak cukup hanya berbicara mengenai sejarah dan tradisi, tetapi juga harus hadir menawarkan solusi konkret atas tantangan zaman modern.

“NU harus hadir bukan hanya bicara soal masa lalu, tapi juga memberi solusi atas masalah-masalah yang sedang dihadapi anak muda hari ini,” tegasnya.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved