Selasa, 19 Mei 2026

Idul Adha 2026

6 Kesalahan yang Sering Terjadi saat Berkurban dan Harus Dihindari

Masih banyak umat Muslim yang melakukan kesalahan saat berkurban, mulai dari niat yang keliru hingga distribusi daging yang tidak tepat.

Tayang:
Tribunnews/Jeprima
HEWAN KURBAN - Melihat lapak penjualan hewan kurban di Jakarta, Kamis (14/5/2026). Masih banyak umat Muslim yang melakukan kesalahan saat berkurban, mulai dari niat yang keliru hingga distribusi daging yang tidak tepat. 
Ringkasan Berita:
  • Masih banyak umat Muslim yang melakukan kesalahan saat berkurban, mulai dari niat yang keliru hingga distribusi daging yang tidak tepat.
  • Hewan kurban harus memenuhi syarat syariat, sementara proses penyembelihan juga wajib memperhatikan kebersihan dan etika Islam.
  • Kurban bukan sekadar menyembelih hewan, tetapi juga wujud keikhlasan, kepedulian sosial, dan ketaatan kepada Allah SWT.

TRIBUNNEWS.COM - Ibadah kurban menjadi salah satu amalan penting yang dilakukan umat Islam saat Hari Raya Idul Adha.

Selain sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT, kurban juga menjadi simbol kepedulian sosial dan rasa syukur atas nikmat yang diberikan.

Namun, dalam praktiknya masih banyak kesalahan saat berkurban yang kerap dianggap sepele.

Padahal, kesalahan dalam berkurban dapat mengurangi kesempurnaan ibadah, bahkan membuat nilai kurban menjadi tidak maksimal.

Karena itu, penting bagi umat Muslim untuk memahami tata cara kurban yang benar sesuai syariat Islam.

Berikut 6 kesalahan yang sering terjadi saat berkurban dan harus dihindari, sebagaimana dilansir dari BAZNAS Jabar:

1. Niat Kurban yang Keliru

Kesalahan pertama yang sering terjadi adalah niat kurban yang tidak benar.

Sebagian orang masih melaksanakan kurban karena alasan gengsi, tradisi, atau ingin dipuji orang lain.

Padahal, ibadah kurban seharusnya dilakukan dengan niat ikhlas semata-mata karena Allah SWT dan sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat-Nya.

Baca juga: Kurban Online Apakah Sah? Ini Penjelasan Hukumnya dalam Islam

Allah SWT berfirman dalam QS. Al-An’am ayat 162:

قُلْ اِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ ۝١٦٢

Artinya: "Sesungguhnya shalatku, nusukku (sembelihanku), hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Rabb semesta alam."

Karena itu, meluruskan niat menjadi hal paling penting sebelum melaksanakan ibadah kurban.

2. Menganggap Berkurban Hanya Sekali Seumur Hidup

Masih banyak orang yang beranggapan ibadah kurban cukup dilakukan sekali dalam hidup.

Padahal, Nabi Muhammad SAW senantiasa melaksanakan kurban setiap Idul Adha selama beliau mampu.

Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim disebutkan Rasulullah SAW rutin berkurban setiap tahun.

Hal ini menunjukkan ibadah kurban dianjurkan dilakukan berulang setiap Iduladha bagi umat Muslim yang memiliki kemampuan.

3. Menjual Bagian dari Hewan Kurban

Kesalahan berikutnya adalah menjual kulit atau bagian tertentu dari hewan kurban untuk memperoleh keuntungan.

Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW. bersabda:

“Barang siapa yang menjual kulit hewan kurbannya, maka tidak ada (pahala) kurban baginya.” (HR. Al-Hakim dan Al-Baihaqi)

Menurut hadits diatas, kulit atau bagian apapun dari hewan kurban tidak boleh diperjualbelikan dengan alasan apapun, karena kurban merupakan ibadah dan bukan untuk mencari keuntungan materi.

4. Tidak Memastikan Hewan Kurban Memenuhi Syarat

Memilih hewan kurban yang tidak sesuai syariat juga menjadi kesalahan yang sering terjadi saat Idul Adha.

Baca juga: 7 Manfaat Kurban dalam Islam, Bukan Sekadar Menyembelih Hewan

Hewan kurban harus memenuhi beberapa syarat, seperti:

  • Cukup umur
  • Sehat dan tidak sakit
  • Tidak kurus ekstrem
  • Tidak memiliki cacat fisik yang jelas

Selain itu, hewan yang buta, pincang, sakit parah, atau mengalami cacat berat tidak sah dijadikan hewan kurban.

Karena itu, penting untuk memastikan kondisi hewan benar-benar layak sebelum membeli atau menyembelihnya.

5. Tidak Memperhatikan Kebersihan dan Proses Penyembelihan

Kebersihan dan tata cara penyembelihan sering kali kurang diperhatikan.

Padahal, Islam sangat menekankan pentingnya memperlakukan hewan dengan baik serta menjaga kebersihan selama proses kurban.

Penyembelihan hewan kurban tidak hanya harus sah secara syariat, tetapi juga dilakukan secara manusiawi dan higienis.

Rasulullah SAW mengajarkan umatnya untuk berbuat baik dalam segala hal, termasuk ketika menyembelih hewan.

Hal ini menunjukkan Islam sangat memperhatikan etika dan kebersihan dalam ibadah.

6. Pendistribusian Daging Kurban yang Tidak Tepat

Kesalahan terakhir adalah pembagian daging kurban yang tidak merata atau tidak tepat sasaran.

Pada dasarnya, kurban memiliki nilai sosial yang sangat kuat.

Daging kurban dianjurkan dibagikan kepada keluarga, tetangga, dan terutama kepada fakir miskin agar manfaatnya bisa dirasakan lebih luas.

Distribusi yang baik akan mempererat ukhuwah dan meningkatkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Ibadah kurban bukan hanya tentang menyembelih hewan, tetapi juga tentang ketulusan, kepedulian, dan ketaatan kepada Allah SWT.

Karena itu, umat Muslim perlu memahami tata cara kurban yang benar agar ibadah menjadi lebih sempurna dan penuh makna.

Jangan sampai kesalahan-kesalahan kecil yang sering dianggap sepele justru mengurangi nilai ibadah kurban yang dilakukan.

(Tribunnews.com/Latifah)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved