Rabu, 20 Mei 2026

Polemik Pegiat Medsos Vs Ormas

Profil LBH Muhammadiyah, Dampingi Ahmad Bahar Lapor Polisi Hadapi Polemik dengan GRIB Jaya

LBH Muhammadiyah jadi sorotan usai dampingi Ahmad Bahar lawan GRIB Jaya Hercules dalam polemik dugaan intimidasi.

Tayang: | Diperbarui:
Instagram/@lbhap.ppmuh
LBH MUHAMMADIYAH - Lembaga Bantuan Hukum dan Advokasi Publik (LBH AP) Muhammadiyah menyelenggarakan Rapat Koordinasi Nasional (RAKORNAS II) di Hotel SM Tower Jogjakarta, Tanggal, 8-10 Agustus 2025 

Selain itu, pemicu lainnya diduga berasal dari unggahan video TikTok Ahmad Bahar yang menyinggung Hercules.

Konten tersebut berkaitan dengan polemik antara Hercules dan Amien Rais.

“Kontennya sih emang rada nyerempet-nyerempet, ‘kamu tuh udah waktunya tumbang’ gitu ngomong ke Hercules,” ungkap Yenni.

Setelah berhasil menghubungi suaminya, Yenni meminta Ahmad Bahar segera menyelesaikan persoalan tersebut.

Selepas mendapatkan informasi itu, Ahmad Bahar kemudian mendatangi Polres Metro Depok didampingi LBH Muhammadiyah.

Menurut Yenni, polisi meminta agar putrinya diantar ke Mapolres Metro Depok.

“Disuruh dianterin ke Polres Depok. Jadi mereka yang suruh nganterin,” ujarnya.

Putri Ahmad Bahar akhirnya kembali ke rumah sekitar pukul 02.00 WIB dini hari.

Kedua pihak disebut telah membuat kesepakatan damai secara tertulis.

Meski demikian, Yenni tetap menyayangkan cara-cara yang dilakukan rombongan tersebut.

“Kenapa masih pakai aksi-aksi premanisme gitu. Bukan menggerebek model-model preman, itu kan udah nggak bisa dibenarkan di negara kita,” katanya.

GRIB Jaya Membantah

Sementara itu, GRIB Jaya membantah telah mengepung rumah penulis buku Ahmad Bahar di Cimanggis, Depok, Minggu (17/5/2026).

Kabid Humas dan Publikasi DPP GRIB Jaya, Marcel Gual, mengatakan kedatangan mereka untuk meminta klarifikasi konten video yang menyinggung Ketua Umum GRIB Jaya, Hercules.

"Narasi yang menyebutkan adanya 'pengepungan massa' dinilai sangat berlebihan dan tidak sesuai dengan fakta di lapangan," ujar Marcel dalam keterangan tertulis yang diterima wartawan. 

Marcel mengatakan kedatangan anggota GRIB Jaya juga mengingatkan Ahmad Bahar bahwa ruang publik harus diisi dengan fakta, bukan fitnah atau provokasi.

Untuk menjaga kondusivitas di lingkungan sekitar dan menghindari hal-hal anarkistis, anggota GRIB meminta Ahmad Bahar langsung datang ke Kantor DPP GRIB Jaya guna mengklarifikasi pernyataannya yang menyinggung Hercules.

"Sayangnya, Ahmad Bahar dinilai tidak ksatria dan mencoba lepas dari tanggung jawab. Alih-alih hadir secara jantan, ia justru melarikan diri, mematikan telepon genggamnya, dan hanya mengutus putrinya untuk datang ke kantor DPP," kata Marcel.

Sebelum ke rumah Ahmad Bahar, Tim Hukum DPP GRIB Jaya telah merampungkan berkas dan mengumpulkan bukti-bukti digital untuk melapor ke polisi. 

Hal ini dipicu aksi doxing yang dilakukan secara masif oleh sejumlah nomor asing melalui aplikasi WhatsApp.

Nomor-nomor gelap tersebut menyebarkan konten TikTok Ahmad Bahar yang ditujukan terhadap Hercules

Pesan-pesan tersebut sengaja dikirimkan secara berulang kepada orang-orang terdekat Hercules.

"Sebelum bergerak ke lokasi, Tim Hukum DPP GRIB Jaya telah merampungkan berkas dan mengumpulkan bukti-bukti digital untuk melaporkan Ahmad Bahar ke pihak kepolisian," ujar dia.​

Hingga kini polemik antara kedua pihak masih menjadi perhatian publik dan belum sepenuhnya selesai.

(*)

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved