Rabu, 20 Mei 2026

Apa Itu Hari Reformasi? Ini Sejarah Peringatannya

Hari Reformasi diperingati 21 Mei untuk mengenang berakhirnya pemerintahan Soeharto pada tahun 1998 sekaligus lahirnya era Reformasi di Indonesia.

Tayang:
Penulis: Lanny Latifah
kemdikbud.go.id
REFORMASI DI INDONESIA - Soeharto saat membacakan surat pengunduran dirinya sebagai Presiden RI pada Kamis, 21 Mei 1998 di Istana Merdeka, Jakarta. Hari Reformasi diperingati 21 Mei untuk mengenang berakhirnya pemerintahan Soeharto pada tahun 1998 sekaligus lahirnya era Reformasi di Indonesia. 

Mahasiswa menjadi kelompok yang paling aktif menyuarakan reformasi dengan membawa sejumlah tuntutan, seperti:

  • Penghapusan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN)
  • Kebebasan berpendapat
  • Reformasi hukum dan politik
  • Pergantian kepemimpinan nasional

3. Tragedi Trisakti

Salah satu peristiwa penting yang memperkuat gelombang Reformasi adalah Tragedi Trisakti pada 12 Mei 1998.

Dalam peristiwa tersebut, empat mahasiswa Universitas Trisakti meninggal dunia akibat bentrokan saat demonstrasi. 

Kejadian ini memicu aksi demonstrasi yang lebih besar di berbagai wilayah Indonesia.

Dampak dari sejumlah demonstrasi dan tragedi berdarah Trisakti ini, sidang paripurna pun diusulkan untuk digelar. 

Ketua DPR/MPR waktu itu Harmoko menyatakan kepada pers, Wakil Ketua dan Ketua Dewan setuju menggelar sidang paripurna pada 19 Mei 1998. 

Sejumlah tokoh turut diundang ke Istana untuk berdiskusi soal masalah ini. Mereka adalah Emha Ainun Nadjib, Megawati, Amien Rais, Yusril Ihza Mahendra, Nurcholis Madjid, dan tokoh lainnya. 

Puncak Reformasi 21 Mei 1998

Gelombang demonstrasi mahasiswa terus meluas hingga akhirnya pada 21 Mei 1998, Presiden Soeharto menyatakan pengunduran diri dari jabatannya.

Pengunduran diri tersebut diumumkan di Istana Merdeka dan menjadi akhir dari pemerintahan Orde Baru yang telah berlangsung sejak 1966.

Setelah reformasi terjadi amandemen UUD yang mengatur tentang kebebasan berpendapat, jaminan perlindungan HAM, dan kepastian hukum di Indonesia. 

Selain itu dampak reformasi membuat Indonesia menjadi negara yang lebih demokratis dengan dilaksanakannya Pemilu Presiden dan Wakil Presiden secara langsung, pemilihan langsung Kepala Daerah, dan banyaknya partai politik bermunculan.

Jabatan presiden kemudian dilanjutkan oleh Bacharuddin Jusuf Habibie atau B.J. Habibie sebagai Presiden Republik Indonesia.

Untuk mengenang peristiwa bersejarah ini, maka setiap tanggal 21 Mei diperingati sebagai Hari Reformasi Nasional.

Tanggal tersebut dipilih karena bertepatan dengan peringatan reformasi Indonesia sejak tahun 1998.

(Tribunnews.com/Latifah)

Sesuai Minatmu
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved