Sidang Paripurna DPR RI
Pidato Lengkap Prabowo dalam Rapat Paripurna DPR, Paparkan Kerangka RAPBN 2027
Presiden RI Prabowo Subianto memaparkan langsung Kerangka APBN 2027 dalam Rapat Paripurna (Rapur) DPR RI, di Jakarta, Rabu (20/5/2026).
Tentang pengelolaan ekonomi negara kita sesungguhnya telah dirumuskan oleh para pendiri-pendiri bangsa kita. Para pendiri-pendiri bangsa kita bukan orang-orang yang lugu atau naif. Mereka merasakan penjajahan. Mereka merasakan dijajah. Mereka merasakan dihina. Mereka merasakan diperbudak. Mereka merasakan dirampas kehormatan, dirampas harga diri, dirampas dignity bangsa Indonesia. Mereka menyaksikan dan merasakan dihilangkan segala kehormatan, segala kepercayaan diri kepada bangsa, kepada budaya, kepada sejarah kita. Kekayaan Nusantara ratusan tahun diambil oleh penjajah-penjajah kita untuk memperkaya mereka.
Hendaknya janganlah kita terlalu kagum kepada bangsa-bangsa yang kayanya dari merampas kekayaan bangsa-bangsa lain. Janganlah kita rendah diri. Janganlah kita selalu mengagumi apa yang mereka ajarkan kepada kita. Padahal mereka sendiri tidak menjalankan apa yang mereka ajarkan kepada kita. Saya tidak mengajak kita untuk membenci siapapun. Saya tidak mengajak kita membenci bangsa-bangsa lain. Tidak. Bahkan saya mengajak kita belajar, tapi juga kita harus belajar dari sejarah. Ada suatu adagium bahwa mereka yang tidak belajar dari sejarah akan dihukum oleh sejarah akan mengulangi sejarah kelam yang sama yang dialami oleh nenek moyang mereka. Ini ada gi yang terjadi di banyak negara.
Para pendiri bangsa kita sadar bahwa apabila pemimpin-pemimpin di Nusantara kita lemah, apabila pemimpin-pemimpin di Nusantara tidak bersatu, maka kekayaan Nusantara akan terus diambil oleh kekuatan-kekuatan di luar Nusantara. Ini sejarah ini terjadi. Marilah kita buka fakta. Negara Netherland Belanda dari sejak tahun 1500 dilanjutkan 1600 dilanjutkan 1700 dilanjutkan 1800 memiliki PDB per kapita tertinggi di dunia selama itu. 1500 1600 1700 1800 400 tahun telah memiliki PDB per kapita tertinggi.
Negara yang mungkin dari utara ke selatan mungkin tidak sampai 8 jam naik kendaraan dari laut. Keterbatasan mereka mungkin tidak sampai 4 jam dengan kendaraan bisa memiliki PDB tertinggi di dunia. Kenapa? Karena mereka menguasai Nusantara kita. Mereka menguasai wilayah yang sekarang adalah Republik Indonesia.
Saudara-saudara sekalian, karena itu para pendiri bangsa kita dipimpin oleh Bung Karno, Bung Hatta, Bung Syahrir, dan mereka-mereka yang menyusun Pancasila dan Undang-Undang Dasar kita, Undang-Undang Dasar 1945. Mereka telah menetapkan cetak biru perekonomian bangsa kita. Cetak biru itu dituangkan dalam pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945. Pasal 33 dengan jelas menjabarkan sistem perekonomian yang harusnya kita jalankan sebagai bangsa. Dan saya ingin tegaskan hari ini keyakinan saya bahwa apabila kita menjalankan pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 kita jalankan dengan baik, kita jalankan dengan murni dan konsekuen, negara kita akan memiliki sumber daya yang cukup untuk menjamin Indonesia sungguh-sungguh akan menjadi negara yang makmur, yang adil, di mana rakyatnya menikmati kesejahteraan dan kualitas hidup yang layak.
Rakyat kita tidak bermimpi untuk mengalami kehidupan yang kaya raya, tapi mereka bermimpi untuk bisa hidup dengan layak, dengan baik. Mereka bermimpi bisa makan dengan baik tiap hari. bisa memberi susu untuk anak-anaknya, bisa mencari obat bila bilamana anak mereka sakit atau bapak mereka sakit, mereka bermimpi bisa punya rumah yang layak. Mereka bermimpi bisa melihat anaknya berangkat sekolah dengan sehat. Mereka bermimpi bahwa orang tuanya bisa dapat pekerjaan yang baik dengan pendapatan yang cukup. Itu adalah mimpi dan harapan rakyat kita.
Saudara-saudara sekalian, setelah saya evaluasi, setelah saya melihat angka-angka, setelah saya melihat sungguh betapa besarnya kekayaan kita, saya semakin yakin bahwa menjalankan Undang-Undang Dasar 1945 ini haruslah menjadi tanggung jawab kita semua. Kita tentu ingin masa depan yang lebih baik untuk rakyat kita. Untuk itu menurut pendapat pemerintah dan saya yakin seluruh patriot Indonesia akan mendukung bahwa bumi dan air dan semua kekayaan alam yang terkandung di dalamnya harus dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia. Itu adalah cita-cita pendiri bangsa kita. Dan hanya itu yang bisa membuat kita tinggal landas mencapai cita-cita kita semua.
Saudara-saudara sekalian, kita ingin petani-petani kita tersenyum, cerah karena hasil panen yang melimpah dan mendapat nilai yang sewajarnya, nilai yang cukup tinggi. Kita ingin nelayan-nelayan kita yang mempertaruhkan nyawa untuk menghasilkan protein untuk rakyat kita. pergi ke laut dengan perlengkapan yang baik dan aman dan mendapatkan hasil tangkapan yang bernilai tinggi. Sekarang nelayan-nelayan kita sulit mendapat es batu.
Es batu saja mereka sulit untuk mendapatkan. Apalagi solar yang mereka butuh. Pemerintah akan intervensi, akan melakukan upaya besar. Kita akan membangun dalam 3 tahun yang akan datang 5.000 desa nelayan. Tahun ini kita akan resmikan 1386 desa nelayan. Kita akan menjamin tiap nelayan bisa punya es batu. Kita akan membikin instalasi pembuat es batu di tiap desa nelayan. Kita akan membikin ruang cold storage pendingin di setiap desa nelayan dan kita akan bikin SPBU khusus untuk nelayan di setiap desa nelayan. Para nelayan kita harus kita berdayakan karena mereka di ujungnya akan menguasai lautan kita.
Saudara-saudara sekalian, kita ingin guru-guru kita terjamin kesejahteraannya. Masa depan suatu bangsa ditentukan oleh kualitas pendidikan yang dapat diberikan kepada anak-anaknya. Kualitas pendidikan ditentukan oleh guru-guru yang berkualitas, guru-guru yang semangat, guru-guru yang gembira, guru-guru yang bisa menjadi contoh bagi generasi-generasi penerus bangsa. memperbaiki kondisi kehidupan guru harus menjadi prioritas kita. Kita ingin juga usaha mikro kecil dan menengah kita berkembang sehingga bisa mendapat penghasilan yang cukup baik untuk sebagian besar rakyat kita. Dan kita ingin para orang tua serta mereka yang sudah lanjut usia dan hidup sendiri dapat hidup dengan tenang di usia senja karena ditopang jaringan jaminan sosial yang memadai.
Kita ingin melihat Indonesia yang setiap warga negaranya hidup rukun, damai, cukup sandang pangan dan papan. Kita ingin Indonesia yang gemah ripah, loh jinawi, toto tentram Kerto Raharjo. Kita ingin mewujudkan cita-cita nenek moyang kita. Negeri yang baldatun thyibatun warabun gfur. Negeri yang makmur, baik dan selalu mendapat ampunan dan anugerah dari Allah Subhanahu wa taala. Tuhan maha besar, Tuhan maha kuasa. Negara di mana hukum berlaku adil untuk semua, terutama menjamin keadilan bagi yang paling tidak berdaya. Jangan hukum. yang adil hanya untuk mereka yang kuat dan mereka yang punya uang banyak.
Saudara-saudara sekalian, kita sesungguhnya memiliki modal yang sangat kuat untuk mewujudkan cita-cita dan harapan ini. Posisi geografis kita sangat strategis. Puluhan persen perdagangan dunia melalui perairan kita. Bumi dan air kita sangat luas. Tiap malam puluhan ribu kapal berbendera asing mengambil kekayaan kita secara ilegal, secara tidak sah. Harus kita tegakkan kedaulatan kita di lautan kita sendiri. Kita memiliki bonus demografi yang menopang domestik, konsumsi domestik dan pasar domestik yang besar. Pasar kita bisa sebesar Eropa dan sungguh sumber daya alam kita melimpah. Kita punya komunitas-komunitas yang sangat berharga. Batu bara kita, nikel kita, tembaga kita, minyak kelapa sawit kita, logam tanah jarang, kekayaan laut yang melimpah.
Saudara-saudara sekalian, Indonesia adalah pengekspor minyak kelapa sawit terbesar di dunia. Devisa ekspor minyak kelapa sawit mencapai 23 miliar dolar setara dengan Rp391 triliun pada tahun 2025. Indonesia juga adalah pengekspor batu bara terbesar di dunia danisa ekspor batu bara mencapai 30 miliar dolar Amerika setara Rp510 triliun pada tahun 2025. Selain itu kita juga sekarang sudah jadi pengekspor paduan besi atau Fero alloy terbesar di dunia. devisa ekspor paduan besi kita mencapai 16 miliar dolar setara dengan R272 triliun pada tahun 2025. Tiga komoditas strategis ini menghasilkan devisa lebih dari 65 miliar dolar Amerika setara dengan Rp 1.100 triliun per tahun.
Tapi marilah kita jujur kepada diri kita sendiri. Hari ini Indonesia sebagai negara anggota G20, tapi rasio belanja negara kita terhadap produk domestik bruto kita adalah yang paling rendah di antara negara-negara ke-20. Demikian juga rasio penerimaan negara kita terhadap PDB kita adalah yang paling rendah di antara negara-negara G20. Dari data terbaru IMF, kita bisa melihat rasio pendapatan Meksiko 25?ri PDB, India 20?ri PDB, Filipina 21?ri PDB, Kamboja saja 15?ri PDB. Indonesia 11 sampai 12?ri PDB. Kita harus introspeksi dan sadar dan berani bertanya kenapa kita tidak bisa kelola ekonomi kita sehingga pendapatan negara kita bisa setara dengan negara-negara seperti Filipina Meksico. Sekarang pun kita masih di bawah Malaysia. Apa yang sebabkan kita tidak mampu? Bedanya apa kita sama orang Malaysia, orang Kamboja? Bedanya apa kita sama orang Filipina?
Saudara-saudara sekalian, pertumbuhan kita dalam 7 tahun terakhir memang baik. 5% tiap tahun selama 7 tahun kali 5% pertumbuhan kita 35% harusnya kita tambah kaya 35% tapi apa yang terjadi? Sekali lagi saya mengajak kita jujur kepada diri kita sendiri dan kepada rakyat kita. Ini mungkin menyakitkan bagi kita. Saya merasa setelah saya terima data-data ini, beberapa minggu setelah saya jadi presiden, saya merasa seolah saya di dipukul di ulu hati saya, Saudara-saudara sekalian. 7 tahun 55% ekonomi kita tumbuh. Tapi rakyat kita yang miskin tambah dari 46,1% naik jadi 4,9%. 8% naiknya eh 3% naiknya lebih. Yang kelas menengah turun, Saudara-saudara. Saya bertanya di hadapan majelis yang terhormat ini. Saya bertanya kepada semua partai politik, semua ormas. Saya bertanya kepada semua pakar-pakar dan semua guru besar. Bagaimana bisa pertumbuhan 35% tapi kelas menengah menurun, kemiskinan meningkat.