Puasa Arafah untuk yang Tidak Berhaji: Hukum, Niat, dan Keutamaannya
Puasa Arafah dilaksanakan setiap 9 Dzulhijah dan sangat dianjurkan bagi umat Islam yang tidak sedang berhaji.
Hal tersebut sesuai hadis riwayat Muslim: "Puasa hari arafah dapat menghapus dosa dua tahun yang telah lalu dan akan datang, dan puasa Asyura (tanggal 10 Muharram) menghapus dosa setahun yang lalu." (HR Muslim)
2. Puasa yang Disukai Rasulullah SAW
Puasa Arafah juga termasuk ibadah yang sangat disukai Rasulullah SAW.
"Tiada dari hari dalam setahun aku berpuasa lebih aku sukai daripada hari Arafah." (HR Baihaqi)
Karena itu, umat Islam dianjurkan memperbanyak amal ibadah pada hari Arafah, termasuk berpuasa dan berdoa.
3. Doa di Hari Arafah Sangat Mustajab
Hari Arafah dikenal sebagai waktu terbaik untuk berdoa kepada Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda:
"Sebaik-baik doa adalah doa pada hari Arafah." (HR At Tirmidzi)
Momentum ini menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk memohon ampunan, rezeki, kesehatan, dan berbagai kebaikan lainnya.
4. Dibebaskan dari Api Neraka
Keutamaan lainnya adalah Allah SWT akan membebaskan hamba-Nya dari api neraka.
"Di antara hari yang Allah SWT banyak membebaskan seseorang dari neraka adalah hari Arafah." (HR Muslim)
Selain itu, Rasulullah SAW juga bersabda: "Tidaklah seorang hamba berpuasa sehari di jalan Allah melainkan Allah pasti menjauhkan dirinya dengan puasanya itu dari api neraka selama tujuh puluh tahun." (HR Bukhari Muslim)
(Tribunnews.com/Latifah)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/DOA-PUASA-ARAFAH-3453454334.jpg)