Dikpolnas 2026 Soroti Tantangan Politik dan Kepemimpinan Nasional
Dikpolnas menjadi bagian penting dalam menyiapkan kader-kader partai yang adaptif, responsif, dan memiliki kemampuan strategis
Ringkasan Berita:
- Partai Demokrat menutup Dikpolnas 2026 di Pacitan, diikuti 157 peserta dari seluruh Indonesia, Rabu petang.
- Susilo Bambang Yudhoyono membekali peserta mengenai kepemimpinan, ideologi, serta tantangan politik menuju Pemilu 2029 mendatang.
- Dikpolnas bertujuan memperkuat kader adaptif, konsolidasi nasional, serta strategi partai menghadapi kontestasi politik nasional mendatang.
TRIBUNNEWS.COM, PACITAN — Partai Demokrat menutup rangkaian Pendidikan Politik Nasional (Dikpolnas) 2026 di Museum dan Galeri SBY-Ani, Pacitan, Jawa Timur, Rabu (20/5/2026) petang.
Dikpolnas tersebut berlangsung selama dua hari dengan diikuti 157 peserta dari 38 DPD Partai Demokrat se-Indonesia.
Penutupan Dikpolnas ditandai dengan materi pembekalan dari Presiden ke-6 RI sekaligus Ketua Majelis Tinggi Partai (MTP) Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono. Dalam pembekalannya, Presiden ke-6 RI itu memberikan pandangan mengenai tantangan politik nasional, kepemimpinan, serta ideologi dan arah perjuangan Partai Demokrat menuju Pemilu 2029.
Rektor Institut Partai Demokrat (IPD), Andi Mallarangeng, mengatakan Dikpolnas menjadi bagian penting dalam menyiapkan kader-kader partai yang adaptif, responsif, dan memiliki kemampuan strategis menghadapi dinamika politik nasional ke depan.
Menurut Andi, pendidikan politik tidak hanya menjadi ruang pembelajaran, tetapi juga sarana konsolidasi nasional untuk memperkuat strategi, tata kelola organisasi, serta menjaga kepercayaan publik terhadap Partai Demokrat.
“Partai Demokrat harus mampu menghadirkan kepemimpinan yang adaptif terhadap perubahan zaman, memiliki tata kelola organisasi yang modern dan profesional, serta terus menjaga dan meningkatkan kepercayaan publik,” kata Andi, dalam rilis kepada awak media, Kamis (21/5/2026).
Baca juga: Sekjen Demokrat Tak Khawatir Jokowi Turun Gunung Keliling Indonesia: Silakan, Itu Hak Warga Negara
Dikpolnas tahun ini mengusung tema 'Memperkuat Kepemimpinan Adaptif Partai untuk Membangun Strategi, Tata Kelola, dan Kepercayaan Publik Menuju Pemilu 2029'.
Pada pembukaan kegiatan, hadir Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Herman Khaeron yang membuka secara resmi Dikpolnas. Hadir pula Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara, Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang Ossy Dermawan, anggota DPR RI Dapil Jawa Timur VII Sartono Hutomo, Wakil Gubernur Jawa Timur sekaligus Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Timur Emil Dardak, Bupati Pacitan yang juga Ketua DPC Partai Demokrat Pacitan Indrata Nur Bayuaji, Ketua DPRD Pacitan Arif Setia Budi, serta jajaran pengurus pusat DPP Partai Demokrat.
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono berhalangan hadir karena sedang menjalankan penugasan ke Singapura. Namun, AHY tetap menyampaikan sambutan melalui tayangan video yang diputar saat pembukaan Dikpolnas.
Sementara itu, Ketua Panitia Dikpolnas Partai Demokrat 2026, Iwan Setiawan Arifin Manasa, mengatakan Dikpolnas bukan sekadar agenda pelatihan biasa, tetapi menjadi ruang penguatan nilai perjuangan partai sekaligus pembentukan arah strategi menuju Pemilu 2029.
“Dikpolnas menjadi ruang konsolidasi ide, ruang pembelajaran politik, sekaligus ruang penguatan nilai dan arah perjuangan Partai Demokrat menuju Pemilu 2029,” ujar Iwan.
Menurut Iwan, selama pelaksanaan kegiatan para peserta mengikuti berbagai sesi materi yang menghadirkan tokoh nasional, akademisi, dan praktisi politik.
Materi yang diberikan antara lain komunikasi politik, strategi pemenangan, polling politik, pembangunan jaringan pendukung partai, hingga penguatan ideologi dan manifesto Partai Demokrat.
Ia berharap para peserta membawa pulang semangat baru untuk memperkuat mesin partai di daerah masing-masing sekaligus memperkuat konsolidasi nasional Partai Demokrat menghadapi kontestasi politik mendatang.
Caption:
Partai Demokrat menutup rangkaian Pendidikan Politik Nasional (Dikpolnas) 2026 di Museum dan Galeri SBY-Ani, Pacitan, Jawa Timur, Rabu (20/5/2026) petang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/dipoldemokrat1.jpg)