Prakiraan Cuaca
Khutbah Jumat, 22 Mei 2026: Puasa Arafah dan Komitmen Hijrah Personal
Berikut inilah teks khutbah Jumat 22 Mei 2026 yang membahas tentang “Puasa Arafah dan Komitmen Hijrah Personal”.
"Hai orang-orang yang beriman, bertobatlah kepada Allah dengan tobat yang sebenar-benarnya." (Q.S. At-Tahrim [66]: 8).
Ibnu Katsir menjelaskan bahwa tobat nasuhah adalah tobat yang tulus. Bukan tobat yang hanya muncul ketika hati sedang takut, lalu hilang ketika godaan datang. Bukan tobat yang hanya diucapkan, tetapi tidak pernah mengubah langkah. Tobat nasuhah adalah penyesalan yang jujur, keberanian meninggalkan dosa, dan tekad kuat untuk tidak kembali ke lubang yang sama.
Inilah inti hijrah personal. Hijrah bukan hanya kisah Rasulullah saw berpindah dari Makkah ke Madinah. Hijrah juga harus terjadi dalam diri kita. Ada orang yang belum pindah tempat, tetapi hatinya sudah berhijrah. Ada orang yang masih bekerja di tempat yang sama, tinggal di rumah yang sama, hidup di lingkungan yang sama, tetapi cara hidupnya berubah: lisannya lebih dijaga, salatnya lebih diperhatikan, akhlaknya lebih lembut, dan dosanya mulai ia tinggalkan.
Rasulullah saw bersabda:
وَالْمُهَاجِرُ مَنْ هَجَرَ مَا نَهَى اللَّهُ عَنْهُ.
"Orang yang berhijrah adalah orang yang meninggalkan apa saja yang dilarang Allah." (H.R. Bukhari).
Jemaah yang dirahmati Allah,
Di zaman hari ini, hijrah personal terasa semakin berat. Kita hidup di zaman ketika dosa kadang tampil lebih percaya diri daripada kebaikan. Orang bisa malu terlihat rajin ibadah, tetapi tidak malu mempertontonkan maksiat. Orang bisa takut disebut sok alim ketika mulai ke masjid, tetapi tidak takut ketika hatinya makin jauh dari Allah. Ada yang takut kehilangan teman jika meninggalkan keburukan, tetapi tidak takut kehilangan ketenangan karena terus hidup dalam dosa.
Media sosial membuat manusia sibuk membangun citra. Banyak yang ingin terlihat bahagia, padahal batinnya kosong. Ingin terlihat sukses, padahal hidupnya gelisah. Ingin terlihat saleh, padahal saat sendiri ia kalah oleh dosa yang sama. Di depan manusia tampak baik-baik saja, tetapi di hadapan Allah ia tahu ada banyak hal yang harus diperbaiki.
Inilah saatnya puasa Arafah membuka mata kita. Jangan hanya perut yang kosong, sementara hati tetap penuh iri. Jangan hanya tenggorokan yang kering, sementara lisan tetap basah oleh gibah. Jangan hanya tubuh yang menahan makan, sementara mata, tangan, pikiran, dan hati tetap bebas berjalan menuju maksiat.
Jika selama ini salat sering ditunda, hijrahlah. Jika selama ini lisan mudah menyakiti, hijrahlah. Jika selama ini hati dipenuhi iri, dengki, dan sombong, hijrahlah. Jika selama ini kita terlalu sibuk mengejar dunia sampai Allah hanya kita ingat ketika susah, hijrahlah. Jika selama ini kita berani berbuat dosa karena merasa masih punya waktu, berhentilah menipu diri sendiri. Tidak ada yang tahu kapan kesempatan terakhir itu datang.
Imam Ghazali dalam Ihya Ulumuddin menjelaskan bahwa inti ibadah bukan hanya gerakan lahiriah, tetapi penyucian hati dari penyakit-penyakit batin. Sebab hati yang bersih akan melahirkan perilaku yang baik.
Maka, ukuran puasa Arafah bukan hanya apakah kita berhasil tidak makan dan minum sampai magrib. Pertanyaan yang lebih dalam adalah: apakah setelah puasa ini hati kita menjadi lebih takut kepada Allah? Apakah lisan kita lebih terjaga? Apakah salat kita lebih serius? Apakah hubungan kita dengan keluarga lebih baik? Apakah kita lebih ringan meminta maaf? Apakah kita lebih kuat meninggalkan dosa yang selama ini kita sembunyikan?
Jemaah Jum'at yang dirahmati Allah,
Puasa Arafah adalah pintu hijrah. Ia mengajak kita pulang dari kelalaian menuju kesadaran, dari dosa menuju ampunan, dari hati yang keras menuju jiwa yang lebih lembut, dari hidup yang sibuk mengejar penilaian manusia menuju hidup yang mencari rida Allah. Maka jangan biarkan puasa Arafah berlalu seperti kalender yang berganti. Jangan sampai ia datang setiap tahun, tetapi kita tetap menjadi orang yang sama: marahnya sama, gibahnya sama, lalainya sama, maksiatnya sama, salatnya tetap ditunda, Al-Qur'an tetap jarang dibuka, dan hati tetap keras ketika mendengar nasihat.
Semoga Allah menerima puasa Arafah kita, menghapus dosa-dosa kita, melembutkan hati kita, dan memberi kita keberanian untuk berhijrah dari segala keburukan menuju rida-Nya. Amin.
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ، أَقُولُ قَوْلِي هَذَا فَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.
Khutbah Kedua
الْحَمْدُ لِلَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ ثُمَّ الْحَمْدُ لِلَّهِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ الَّذِي لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ، اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلَّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ، فَقَالَ اللهُ تَعَالَى : إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلَّمُوا تَسْلِيمًا ، اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ اللَّهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالزَّلَازِلَ وَالْمِحَنَ وَسُوءَ الْفِتَنِ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا إِنْدُونِيسِيَا خَاصَّةً وَسَائِرِ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِينَ عَامَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ، اللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتَّبَاعَهُ وَأَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلًا وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ، رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، عِبَادَ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ، وَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرُكُمْ وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدُّكُمْ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ.
(Tribunnews.com/Latifah)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/masjid-al-azhom-tangerang-kembali-dibuka-untuk-sholat-jumat_20210820_131424.jpg)