Perbankan dan Keuangan
Kinerja Triwulan I 2026 Positif, bank bjb Catat Pertumbuhan Laba dan Penguatan Bisnis
Bank bjb membukukan laba bersih Rp410 miliar pada Triwulan I 2026, tumbuh 13,3 persen secara kuartalan di tengah tantangan global.
TRIBUNNEWS.COM - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (bank bjb) dengan kode emiten BJBR mencatatkan kinerja positif pada Triwulan I 2026. Capaian ini diraih di tengah dinamika industri perbankan dan tantangan ekonomi global.
Pada periode tersebut, perseroan membukukan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk (profit after tax and minority interest/PATMI) sebesar Rp410 miliar. Angka ini tumbuh 13,3 persen secara kuartalan (quarter on quarter/QoQ) atau 3 persen secara tahunan (year on year/yoy).
Pertumbuhan laba itu didukung oleh penguatan fundamental bisnis, peningkatan pendapatan bunga bersih, serta pengelolaan biaya yang lebih efisien. Salah satu pendorong utamanya adalah peningkatan net interest income (NII) konsolidasi yang mencapai Rp2,05 triliun atau tumbuh 13 persen yoy.
Penguatan pendapatan bunga bersih itu sendiri ditopang oleh optimalisasi komposisi portofolio kredit serta strategi pengelolaan biaya dana yang lebih efisien.
Direktur Utama bank bjb Ayi Subarna mengatakan, capaian Triwulan I 2026 mencerminkan upaya perseroan dalam menjaga fundamental bisnis yang sehat. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan intermediasi, efisiensi operasional, dan transformasi layanan secara berkelanjutan.
Baca juga: Rayakan HUT ke-65, bank bjb Hadirkan Inovasi, Promo Spesial, dan Semangat Melayani
"Di tengah dinamika industri perbankan dan kondisi ekonomi yang berkembang, bank bjb berupaya menjaga pertumbuhan bisnis secara sehat dengan tetap memperhatikan kualitas aset, likuiditas, serta kebutuhan nasabah dan pemangku kepentingan," ujar Ayi Subarna dalam siaran pers yang diterima Tribunnews.com, Jumat (22/5/2026).
Di sisi intermediasi, total kredit dan pembiayaan konsolidasi bank bjb tercatat sebesar Rp141,2 triliun. Sementara itu, dana pihak ketiga (DPK) tumbuh menjadi Rp159,9 triliun atau naik 3,9 persen yoy.
Likuiditas bank pun tetap berada pada level yang terjaga dengan loan to deposit ratio (LDR) sebesar 83,5 persen. Kualitas aset juga tetap dijaga melalui penerapan prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko yang berkelanjutan.
Selain itu, perseroan terus memperkuat pencadangan guna menjaga ketahanan neraca keuangan di tengah dinamika pasar dan kondisi ekonomi.
Transformasi Digital Tunjukkan Perkembangan Positif
Transformasi digital yang dijalankan bank bjb juga menunjukkan perkembangan positif. Hingga Maret 2026, jumlah pengguna DIGI bank bjb mencapai 1,87 juta pengguna. Sementara, fee based income dari kanal elektronik mencapai Rp115,7 miliar.
Baca juga: Sinergi bank bjb dan PT Taspen Dorong Layanan Pembayaran Manfaat yang Cepat dan Aman
Pada segmen pinjaman digital Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui bjb KGB Pisan, outstanding kredit tercatat sebesar Rp159,8 miliar atau tumbuh 154,1 persen yoy dan meningkat 30,9 persen QoQ. Jumlah rekening (number of accounts/NoA) juga meningkat menjadi 9.702 rekening.
Menurut Ayi Subarna, transformasi digital terus diarahkan untuk meningkatkan kualitas layanan dan kemudahan akses transaksi bagi nasabah. Langkah ini sekaligus mendukung efisiensi operasional perusahaan.
"Perseroan akan terus berupaya menjaga pertumbuhan bisnis secara sehat dan berkelanjutan melalui penguatan layanan, inovasi digital, serta sinergi dalam ekosistem Kelompok Usaha Bank (KUB) bank bjb, dengan tetap memperhatikan kondisi ekonomi dan dinamika industri," terangnya.
Kinerja bank bjb juga didukung oleh prospek ekonomi wilayah Jawa Barat dan Banten yang tetap tumbuh positif. Kedua wilayah tersebut masih menjadi salah satu kontributor utama terhadap pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus menjadi basis bisnis utama perseroan.
Selain memperkuat kinerja bisnis, bank bjb terus mendorong implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Hingga Triwulan I 2026, portofolio pembiayaan berkelanjutan bank bjb mencapai Rp14,2 triliun dan sustainable bond sebesar Rp1,9 triliun.
Baca juga: Gelar RUPST Tahun Buku 2025, Bank bjb Tebar Dividen dan Mantapkan Formasi Pengurus
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/KINERJA-POSITIF-2026-BANK-BJB.jpg)