Viral di Media Sosial
Netizen Ramai Kritik Usulan 1.000 Bioskop Desa dari APBN: Apa Manfaatnya Buat Rakyat?
Usulan 1.000 bioskop desa dari APBN memicu kritik tajam netizen. Publik mempertanyakan: ini kebutuhan rakyat atau sekadar proyek baru?
“Paham prioritas nggak sih, hiburan itu tersier,” tulis akun @2ndacus.
“Sejak 2015 saya sudah tidak bayar pajak, lebih baik bantu langsung orang,” tulis akun @Cienna_Starkk.
Namun sebagian warganet menilai kebijakan ini punya sisi lain.
“Bioskop desa bisa membuka ruang ekonomi baru untuk kreator lokal dan UMKM,” tulis akun @TurisMata61896.
Baca juga: Anak Deddy Dores Nekat Mau Jual Mata: Saya Merasa Jadi Ayah yang Gagal
Viral di TikTok, 7.000 Komentar
Reaksi juga meluas di TikTok setelah unggahan akun @duniapunyacerita_ membahas usulan tersebut dan memicu sekitar 7.000 komentar.
Sebagian besar komentar mempertanyakan urgensi program di tengah kondisi ekonomi masyarakat.
“Daripada bioskop lebih baik bikin klinik gratis di desa terpencil,” tulis akun @bidan Hilda.
“Ini manfaatnya apa untuk rakyat?” tulis akun @Herlambang.
Dua Pandangan Publik
Perdebatan ini memperlihatkan dua arus utama:
antara pemerataan ekonomi kreatif dan prioritas kebutuhan dasar masyarakat.
Di satu sisi, bioskop desa dipandang sebagai perluasan akses budaya. Di sisi lain, publik menilai APBN harus lebih fokus pada sektor yang berdampak langsung pada kesejahteraan.
Usulan 1.000 bioskop desa kini berkembang menjadi simbol perdebatan arah kebijakan anggaran negara: antara dorongan penguatan industri kreatif dan tuntutan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Rahmawati-Zainal-Paliwang-Anggota-Komisi-VII-DPR-RI-Fraksi-Partai-Gerindra.jpg)