Menko AHY Harap Konsep Giant Sea Wall Pantura Matang di 2027
Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) berharap konsep megaproyek Giant Sea Wall di Pantai Utara (Pantura) Jawa matang di 2027.
Ringkasan Berita:
- Pemerintah masih merumuskan konsep megaproyek Giant Sea Wall yang melibatkan lima provinsi, 20 kabupaten, dan lima kota di Indonesia
- Giant Sea Wall dibangun guna mengantisipasi ancaman ekologis berupa penurunan permukaan tanah dan naiknya permukaan laut
- Penurunan permukaan tanah semakin buruk dari tahun ke tahun, yakni 15 hingga 20 sentimeter setiap tahun
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) berharap konsep megaproyek Giant Sea Wall di Pantai Utara (Pantura) Jawa matang di 2027.
AHY mengatakan, pemerintah masih merumuskan konsep megaproyek tersebut, yang melibatkan lima provinsi, 20 kabupaten, dan lima kota di Indonesia.
"Kita kejar terus, mudah-mudahan tahun depan bisa lebih lebih matang lagi konsepnya (Giant Sea Wall)," kata AHY setelah menghadiri Musyawarah Nasional Ikatan Alumni SMA Taruna Nusantara (Munas Ikastara), di Jakarta, Sabtu (23/5/2026).
Menurutnya, Giant Sea Wall mengantisipasi ancaman ekologis berupa penurunan permukaan tanah dan naiknya permukaan laut yang mengakibatkan
banjir rob di sejumlah kawasan, terutama di Teluk Jakarta dan juga di kawasan Semarang, Demak, dan Kendal.
Ia menekankan, penurunan permukaan tanah juga bisa dikatakan semakin buruk dari tahun ke tahun, yakni 15 hingga 20 sentimeter setiap tahun.
Baca juga: Pemerintah Matangkan Pembangunan Giant Sea Wall Lindungi Pesisir Utara Jawa
"Ini perlu intervensi, perlu solusi infrastruktur. Di antaranya adalah dengan membangun tanggul. Tanggul pantai atau tanggul laut kalau memang sudah parah, dan diintegrasikan dengan konsep yang lebih alamiah, nature-based solution, Misalnya dengan mangrove," kata AHY.
Sebelumnya, pemerintah terus mematangkan pembangunan giant sea wall untuk perlindungan Pantai Utara Jawa.
Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas membahas hal tersebut di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa malam, (12/5/2026).
Baca juga: Presiden Prabowo Panggil Menteri KKP dan Mendiktisaintek Bahas Giant Sea Wall
Hadir dalam rapat tersebut Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani, dan Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan sekaligus Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BPPOJ), Didit Herdiawan Ashaf membahas hal tersebut.
AHY mengatakan bahwa perlindungan Pantai Utara Jawa penting dilakukan mengingat terjadi sejumlah masalah di wilayah tersebut.
“Kita tahu bahwa kondisinya hari ini menghadapi tantangan, baik dari land subsidence, penurunan permukaan tanah maupun banjir rob akibat naiknya permukaan air laut. Menyelamatkan belasan bahkan puluhan juta masyarakat di Pantura sekaligus juga ekonominya, karena banyak sekali sentra industri dan kawasan ekonomi khusus yang ada di sana,” ujar AHY.
Dalam pembangunan giant sea wall, pemerintah tidak hanya berfokus pada perlindungan wilayah pesisir, tetapi juga menjadikannya sebagai bagian dari upaya menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/AHY-bicara-soal-proyek-giant-sea-wall.jpg)