Sumatera Blackout
Daftar Wilayah di Sumatra yang Masih Blackout, 102 Kecamatan di Sumbar Masih Padam
Beberapa wilayah di Pulau Sumatra masih mengalami pemadaman listrik sejak Jumat (22/5/2026). Bahkan 102 kecamatan di Sumbar masih terdampak.
Hal tersebut, sambung Darmawan, berdampak adanya oversupply atau kelebihan pasokan listrik di sejumlah pembangkit buntut aliran daya yang terputus.
Ia mengungkapkan kondisi itu mengakibatkan pembangkit listriknya padam secara otomatis.
"Pembangkitnya langsung secara otomatis keluar dari sistem, atau dalam istilah publik pembangkitnya otomatis padam," katanya.
Darmawan menuturkan efek lain dari insiden ini yakni berujung pada kekurangan pasokan listrik di wilayah lain.
Hal itu disebabkan karena frekuensi dan voltase mengalami penurunan.
"Gangguan pada ruas transmisi berdampak meluas pada sebagian sistem transmisi Sumatra, mengakibatkan penurunan frekuensi akibat beban berat pembangkit dan memicu efek domino gangguan di sejumlah wilayah," kata Darmawan.
Dia menuturkan beberapa wilayah di Sumatra yang terdampak yakni Jambi, Riau, Sumatra Utara, Aceh, hingga Sumatra Selatan.
Darmawan menegaskan blackout terjadi bukan karena adanya kerusakan infrastruktur kelistrikan.
Sehingga, dia membantah bahwa peristiwa ini sama dengan insiden yang terjadi saat bencana alam di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, pada akhir 2025 lalu.
Dia menyebut gardu induk dan sistem transmisi telah berhasil dipulihkan.
"Alhamdulillah dalam waktu sekitar dua jam, seluruh sistem gardu induk dan transmisi kami bisa kami pulihkan," katanya.
Pemulihan Listrik Keseluruhan Butuh Waktu 20 Jam
Kendati demikian, Darmawan menuturkan proses pemulihan secara keseluruhan membutuhkan waktu karena dilakukan secara bertahap.
Ia menjelaskan pembangkit berbasis hidro dan gas dapat lebih cepat kembali menyuplai listrik untuk mendukung pemulihan awal.
Baca juga: Sumatera Blackout, 40 Persen Wilayah di Sumbar Belum Sepenuhnya Teraliri Listrik
Namun, proses untuk menghidupkan kembali pembangkit listrik berbasis tenaga uap membutuhkan waktu lebih lama karena memerlukan beberapa tahapan seperti pemanasan dan sinkronisasi.
“Harus dinyalakan satu per satu, kemudian harus kami sambungkan dan kami sinkronkan, dan ini membutuhkan waktu,” kata dia.