Sabtu, 23 Mei 2026

Bicara Tradisi Kebersihan, Pemuda Muhammadiyah Soroti Ancaman Sampah Plastik di Bali

Pemuda Muhammadiyah menilai persoalan sampah tidak bisa semata dibebankan kepada pemerintah daerah. Generasi muda harus bergerak ikut mengatasi.

Tayang:
Penulis: Reza Deni
Editor: Adi Suhendi
Istimewa/Pemuda Muhammadiyah
SAMPAH DI PANTAI - Kader Pemuda Muhammadiyah menyoroti bagaimana ancaman sampah plastik merusak lingkungan. Hal tersebut terlihat saat mereka membersihkan kawasan Pantai Kedonganan di sela pelaksanaan Tanwir II Pemuda Muhammadiyah 2026 

Ringkasan Berita:
  • Akar persoalan sampah berkaitan dengan pola konsumsi masyarakat dan rendahnya disiplin publik terhadap lingkungan
  • Persoalan sampah tidak bisa semata dibebankan kepada pemerintah daerah
  • Gerakan anak muda tidak cukup hanya bicara gagasan besar, tetapi juga harus hadir dengan aksi nyata menjaga bumi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemuda Muhammadiyah menilai persoalan sampah tidak bisa semata dibebankan kepada pemerintah daerah.

Ia menilai akar persoalan sampah berkaitan dengan pola konsumsi masyarakat dan rendahnya disiplin publik terhadap lingkungan.

Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Dzulfikar Ahmad Tawalla mengatakan isu lingkungan saat ini sudah menjadi perhatian global lintas generasi dan lintas bangsa.

Sebagai langkah nyata, di sela pelaksanaan Tanwir II Pemuda Muhammadiyah 2026, pihaknya melakukan kegiatan bersih pantai di kawasan Pantai Kedonganan, Bali.

Aksi bersih pantai di kawasan Badung itu menjadi sorotan tersendiri di tengah persoalan sampah yang masih membayangi pariwisata Bali, terutama limbah plastik dan botol sekali pakai yang terbawa arus laut.

Baca juga: Sampah Plastik Mengular di Pantai Ancol saat Libur Lebaran, Wisatawan Tetap Bermain Air

Dalam kegiatan tersebut, kader Pemuda Muhammadiyah bersama pelajar sekolah Muhammadiyah di Bali memungut sampah di sepanjang bibir pantai sekaligus menyerahkan tong sampah untuk mendukung pemilahan sampah di kawasan wisata.

“Kita tidak boleh mewariskan laut yang kotor dan pantai penuh plastik kepada generasi berikutnya,” kata Dzulfikar dalam keterangan yang diterima, Sabtu (23/5/2026).

Menurut dia, budaya menjaga kebersihan sebenarnya telah lama menjadi bagian dari tradisi Muhammadiyah.

“Kegiatan seperti ini sebenarnya sudah rutin dilakukan Pemuda Muhammadiyah jauh sebelum sampah menjadi isu nasional,”  katanya.

Baca juga: Ajak Masyarakat Kurangi Sampah Plastik, BAZNAS Dukung Zmart Jepara Terapkan Green Zakat

Ia menegaskan prinsip menjaga lingkungan sejalan dengan ajaran Islam yang menempatkan kebersihan sebagai bagian dari iman.

Untuk itu, menjaga kebersihan harus diwujudkan dalam bentuk langkah nyata.

“Pemuda Muhammadiyah ingin menunjukkan bahwa gerakan anak muda hari ini tidak cukup hanya bicara gagasan besar, tetapi juga harus hadir dengan aksi nyata menjaga bumi,” katanya.

Tanwir II Pemuda Muhammadiyah sebelumnya dibuka Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka bersama Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti di Bali.

Forum tersebut membahas sejumlah isu strategis kepemudaan dan kebangsaan, termasuk krisis lingkungan, ketahanan pangan, hingga persoalan sosial masyarakat pesisir.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq, mendukung kesadaran masyarakat Bali dalam menjaga kebersihan dan pengelolaan sampah.

Meski demikian, dia mengingatkan ancaman sampah di kawasan wisata masih menjadi tantangan serius yang membutuhkan kolaborasi jangka panjang antara pemerintah, komunitas, dan masyarakat sipil.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved