Sumatera Blackout
PLN Ungkap Kronologis Blackout di Sumatra, Pastikan Pasokan Listrik Sudah Normal Hari Ini
PLN mengungkap kronologis gangguan kelistrikan atau blackout yang terjadi di wilayah Sumatra sejak Jumat (22/5/2026). Diduga akibat faktor cuaca.
Selanjutnya, ketika sistem transmisi normal, maka berikutnya akan beralih ke sistem pembangkitan.
Pembangkit-pembangkit tersebut dibagi dalam tiga bagian besar.
"Ada pembangkit-pembangkit diesel dan pembangkit-pembangkit gas yang siap untuk black start. Kami masukkan black start, mereka dapat menyala sendiri ya, karena ada bahan bakarnya di situ, menyala sendiri," ucapnya.
Sejatinya, pada Minggu (24/5/2026) sekira pukul 06.17 WIB, aliran listrik sudah menyala semua.
Namun, karena masih ada pembangkit PLTU yang belum menyala ini hanya bertahan hingga pukul 18.00 WIB.
"Ketika beban magrib naik lagi bebannya, masih ada kekurangan sekitar 200 sampai 300 MW. Terpaksa kami padamkan kembali, tetapi itu berlangsung dari jam 18.36 sampai jam 20.15, kurang lebih 2 jam kurang. Kemudian bisa kita normalkan kembali seiring demand yang semakin turun dan pembangkit kami mulai masuk," jelasnya.
Untuk itu, Edwin mewakili PLN meminta maaf atas peristiwa blackout yang terjadi sehingga mengganggu aktivitas warga khususnya di Sumatra.
"InsyaAllah pada hari ini, pembangkit-pembangkit besar sudah masuk, seperti di Pangkalan Susu dan beberapa tempat lainnya sudah masuk. Insyaallah pada hari ini dan sore ini tidak ada terjadi lagi pemadaman di sistem Sumatera," tukasnya.
Tak Ada Sabotase
Dalam kesempatan yang sama, Wakabareskrim Polri Irjen Nunung Syaifuddin memastikan penyebab gangguan kelistrikan atau blackout yang terjadi di Sumater sejak Jumat (23/5/2026) bukan karena adanya sabotase.
Hal itu dibuktikan dari hasil penyelidikan yang dilakukan tim gabungan Dittipidter Bareskrim Polri, Dittipidum Bareskrim Polri, dan PLN.
"Sampai dengan saat ini bisa kami pastikan tidak ditemukan adanya indikasi sabotase ataupun unsur kesengajaan dalam peristiwa blackout," kata Irjen Nunung Syaifuddin.
Nunung mengatakan hasil pemeriksaan sejumlah saksi di lapangan, dugaan penyebab gangguan listrik itu karena cuaca buruk.
Meski begitu, Polri masih melakukan pendalaman lebih lanjut.
"Gangguan tersebut diduga dipicu oleh faktor cuaca yang buruk dan mengakibatkan sistem transmisi keluar dari interkoneksi kelistrikan Sumatera," jelasnya.
Ia mengatakan dari pemeriksaan titik awal yakni di sekitar tower transmisi di Desa Temino, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi, ditemukan adanya kabel transmisi yang mengalami putus.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Direktur-Transmisi-PLN-Edwin-Nugraha-Putra-321.jpg)