Idul Adha 2026
Prabowo Beli 1.098 Sapi Kurban Pakai Duit APBN, Pengamat: Bagian dari Pencitraan Pemerintah
Terlepas dari polemik yang terjadi, Agung mengatakan hal yang lebih penting dan utama dalam mengawasi kinerja presiden dan seluruh anak buahnya.
"Karena kita tahu ya negara memang sulit, masyarakat juga sedang enggak mudah menghadapi hidup, tapi caranya enggak begini, dengan memberikan anggaran yang sangat besar untuk kurban semacam itu, bagi-bagi," sambung Agung.
Agung lantas mengatakan bahwa kurban itu idealnya menggunakan anggaran pribadi Prabowo sendiri, bukan dari APBN.
Sehingga tidak akan menimbulkan perdebatan seperti sekarang ini.
"Harusnya memang Pak Presiden idealnya atas nama pribadi saja. Karena selama ini pun sebenarnya terjadi dari waktu ke waktu ya, misalkan diserahkan ke Istiqlal, diserahkan ke lingkungan kediamannya, diserahkan lagi ke keluarganya."
"Sudah selesai, tidak ada perdebatan karena itu pakai anggaran pribadi. Tapi ketika ini kolosal, besar, menggunakan APBN, bahkan sampai miliar kok rasa-rasanya kurang tepat," ungkap Agung.
Apalagi, kata Agung, di saat yang sama masih ada tempat-tempat yang sedang dilanda bencana dan dikhawatirkan tidak terkena pembagian daging kurban itu.
"Atau yang tidak bencana tapi masyarakatnya banyak yang sulit di sana. Terus ada juga guru honorer misalnya, kalau kita bicara situasi kondisi mereka hari ini, atau pegawai-pegawai honorer yang memang nasibnya masih terkatung-katung semacam itu," papar Agung.
Agung pun menilai polemik ini muncul karena urgensi pembagian daging kurban maupun pembelian sapi dianggap kurang pas, jika dikaitkan dengan alokasi anggaran yang digunakan.
"Ini bisa jadi masukan buat pemerintah, buat presiden bahwa untuk di masa mendatang hal ini sebaiknya dipikirkan ulang. Karena memang ada hal-hal yang itu dalam konteks Keagamaan sifatnya sangat vertikal, sangat private ya ibadahnya."
"Jadi kalau misalkan mau berkurban silakan, tapi penggunaan anggaran negara kalau bisa dipisahkan ya, tidak kemudian disatukan dan kemudian itu menjadi sebuah polemik di masyarakat kita," tegas Agung.
(Tribunnews.com/Rifqah)