Amalan Sunnah dan Larangan Hari Tasyrik 11, 12, 13 Dzulhijjah, Simak Doa yang Dipanjatkan
Terdapat sejumlah amalan sunnah dan larangan pada hari tasyrik, lengkap dengan doa yang dipanjatkan.
5. Meningkatkan Taat dan Takwa
Hari Tasyrik menjadi momen untuk meningkatkan ketaatan kepada Allah SWT.
Hari Tasyrik adalah rangkaian dari Yaumul Qadhiyah, di mana ujian dan cobaan, terutama bagi Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail.
Pada hari tasyrik, kita disarankan untuk senantiasa meningkatkan taat kepada Allah SWT.
Hal itu agar kita memiliki nilai yang sama atau setidaknya mendekati para nabi-nabi yang luar biasa ketaatan dan ketakwaannya.
6. Perbanyak Doa dan Zikir
Hari tasyrik menjadi waktu dijabahnya doa.
Sehingga, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak berdoa dan berzikir.
Zikir merupakan amalan ringan yang dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja.
Zikir sebagai cara untuk selalu mengingat Allah SWT.
Saat hari tasyrik, zikir dilantunkan pada saat takbiran, membaca tasmiyah (bismillah) dan takbir saat memotong hewan kurban.
Kemudian, perbanyaklah berdoa di hari tasyrik, karena setiap doa dan permohonan ampun akan dikabulkan Allah SWT.
Terutama doa yang dapat dipanjatkan adalah doa sapu jagat untuk memohon keselamatan dunia dan akhirat yaitu:
Rabbana, atina fid dunya hasanah, wa fil akhirati hasanah, waqina adzaban naar.
Artinya: “Ya Allah, berikan kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat. Dan jagalah kami dari siksa api neraka.”
Larangan saat Hari Tasyrik
Dilansir laman MUI, hari tasyrik erat kaitannya dengan Hari Raya Idul Adha.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/hari-tasyrik-adalah-tiga-hari-setelah-idul-adha-11-12-13-dzulhijjah.jpg)