Prabowo Instruksikan Sekolah Ajarkan Bahasa Prancis dan Portugis, Susah Mana Menurut Riset?
Instruksi untuk mempelajari bahasa Prancis dan Portugis oleh Prabowo ini pun memunculkan pertanyaan terkait tingkat kesulitannya
Ringkasan Berita:
- Presiden Prabowo Subianto mewajibkan seluruh jenjang sekolah di Indonesia untuk mempelajari bahasa Prancis, melengkapi instruksi sebelumnya pada Oktober 2025 yang memprioritaskan pengajaran bahasa Portugis.
- Sebuah penelitian dari Swiss yang mengamati anak berusia 5–7 tahun membuktikan bahwa bahasa Prancis dan Portugis memiliki tingkat kompleksitas masing-masing
- Bagi penutur bahasa Indonesia, bahasa Prancis cenderung lebih menantang dipelajari karena perbedaan mencolok antara ejaan dan cara baca
TRIBUNNEWS.COM - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto baru-baru ini mengeluarkan instruksi yang mewajibkan semua jenjang sekolah di Indonesia untuk mempelajari bahasa Prancis.
Kebijakan ini disampaikan menyusul pertemuan beliau dengan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, di Paris pada Kamis (28/5/2026) waktu setempat, sebagai langkah penguatan kerja sama pendidikan antarnegara.
Langkah ini menjadi sorotan bagi sejumlah warga Indonesia menyusul kebijakan nyaris serupa yang dilontarkan Prabowo pada Oktober 2025.
Pada saat itu, Prabowo juga memerintahkan prioritas pengajaran bahasa Portugis di sekolah-sekolah untuk memperkuat hubungan bilateral dengan Brasil.
Momen ini terjadi saat Prabowo sedang menjamu kunjungan kenegaraan sekaligus melangsungkan pertemuan bilateral dengan Presiden Brasil, Luiz Inácio Lula da Silva yang mengunjungi Istana Merdeka, Jakarta Pusat kala itu.
Kewajiban mempelajari dua bahasa Eropa ini pun memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat.
Bagi anak-anak Indonesia, mana yang sebenarnya lebih sulit dipelajari antara bahasa Prancis dan Portugis?
Pertanyaan tersebut ternyata juga menjadi salah satu fokus dalam sebuah riset ilmiah asal Swiss yang memberikan perspektif menarik terkait pemrosesan kedua bahasa ini pada anak-anak.
Tinjauan Riset dari Swiss
Baca juga: Anggota Komisi X DPR Pertanyakan Urgensi Bahasa Portugis Masuk Kurikulum Pendidikan Indonesia
Untuk memahami tingkat kompleksitas kedua bahasa tersebut, sebuah referensi yang relevan dapat dilihat dari penelitian bertajuk "Detecting Developmental Language Disorder in Monolingual and Bilingual Children: Comparison of Language-Specific and Crosslinguistic Nonword Repetition Tasks in French and Portuguese".
Riset ilmiah ini telah diterbitkan dalam Journal of Speech, Language, and Hearing Research pada tahun 2022 lalu.
Penelitian tersebut dipimpin langsung oleh Salomé Schwob dan Katrin Skoruppa yang berasal dari Institut des Sciences Logopédiques, Université de Neuchâtel, Swiss.
Dalam studinya, para peneliti mengamati kelompok anak berusia lima hingga tujuh tahun, baik yang berstatus ekabahasa (monolingual) maupun dwibahasa (bilingual) untuk penutur Prancis dan Portugis.
Mereka menggunakan metode Nonword Repetition atau pengulangan kata-kata palsu sebagai instrumen utama guna mendeteksi potensi Gangguan Perkembangan Bahasa.
Berdasarkan hasil pengamatan, riset ini tidak secara gamblang menyimpulkan mana bahasa yang lebih sulit dipelajari karena bahasa Prancis dan Portugis nyatanya memiliki tingkat kompleksitasnya masing-masing.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Prabowo-Macron-Lula-Prancis-Brasil.jpg)