Sabtu, 30 Mei 2026

Prabowo Instruksikan Sekolah Ajarkan Bahasa Prancis dan Portugis, Susah Mana Menurut Riset?

Instruksi untuk mempelajari bahasa Prancis dan Portugis oleh Prabowo ini pun memunculkan pertanyaan terkait tingkat kesulitannya

Tayang:
Penulis: Bobby W
Kolase Tribunnews.com
PRABOWO BRASIL PRANCIS - Presiden Prabowo Subianto saat menemui Presiden Prancis Emanuel Macron di Istana Élysée, Paris, Kamis, (28/5/2026).(kiri) dan saat Menemui Presiden Brasil Istana Kepresidenan Brasil Luiz Inácio Lula da Silva di Palacio do Planalto pada Rabu (9/7/2025) (kanan) (Kolase Sekretariat Presiden dan Tribunnews.com/Igman Ibrahim) 
Ringkasan Berita:
  • Presiden Prabowo Subianto mewajibkan seluruh jenjang sekolah di Indonesia untuk mempelajari bahasa Prancis, melengkapi instruksi sebelumnya pada Oktober 2025 yang memprioritaskan pengajaran bahasa Portugis.
  • Sebuah penelitian dari Swiss yang mengamati anak berusia 5–7 tahun membuktikan bahwa bahasa Prancis dan Portugis memiliki tingkat kompleksitas masing-masing
  • Bagi penutur bahasa Indonesia, bahasa Prancis cenderung lebih menantang dipelajari karena perbedaan mencolok antara ejaan dan cara baca

 

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto baru-baru ini mengeluarkan instruksi yang mewajibkan semua jenjang sekolah di Indonesia untuk mempelajari bahasa Prancis.

Kebijakan ini disampaikan menyusul pertemuan beliau dengan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, di Paris pada Kamis (28/5/2026) waktu setempat, sebagai langkah penguatan kerja sama pendidikan antarnegara.

Langkah ini menjadi sorotan bagi sejumlah warga Indonesia menyusul kebijakan nyaris serupa yang dilontarkan Prabowo pada Oktober 2025.

Pada saat itu, Prabowo juga memerintahkan prioritas pengajaran bahasa Portugis di sekolah-sekolah untuk memperkuat hubungan bilateral dengan Brasil.

Momen ini terjadi saat Prabowo sedang menjamu kunjungan kenegaraan sekaligus melangsungkan pertemuan bilateral dengan Presiden Brasil, Luiz Inácio Lula da Silva yang mengunjungi Istana Merdeka, Jakarta Pusat kala itu.

Kewajiban mempelajari dua bahasa Eropa ini pun memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat.

Bagi anak-anak Indonesia, mana yang sebenarnya lebih sulit dipelajari antara bahasa Prancis dan Portugis?

Pertanyaan tersebut ternyata juga menjadi salah satu fokus dalam sebuah riset ilmiah asal Swiss yang memberikan perspektif menarik terkait pemrosesan kedua bahasa ini pada anak-anak.

Tinjauan Riset dari Swiss

Baca juga: Anggota Komisi X DPR Pertanyakan Urgensi Bahasa Portugis Masuk Kurikulum Pendidikan Indonesia

Untuk memahami tingkat kompleksitas kedua bahasa tersebut, sebuah referensi yang relevan dapat dilihat dari penelitian bertajuk "Detecting Developmental Language Disorder in Monolingual and Bilingual Children: Comparison of Language-Specific and Crosslinguistic Nonword Repetition Tasks in French and Portuguese". 

Riset ilmiah ini telah diterbitkan dalam Journal of Speech, Language, and Hearing Research pada tahun 2022 lalu.

Penelitian tersebut dipimpin langsung oleh Salomé Schwob dan Katrin Skoruppa yang berasal dari Institut des Sciences Logopédiques, Université de Neuchâtel, Swiss.

Dalam studinya, para peneliti mengamati kelompok anak berusia lima hingga tujuh tahun, baik yang berstatus ekabahasa (monolingual) maupun dwibahasa (bilingual) untuk penutur Prancis dan Portugis.

Mereka menggunakan metode Nonword Repetition atau pengulangan kata-kata palsu sebagai instrumen utama guna mendeteksi potensi Gangguan Perkembangan Bahasa.

Berdasarkan hasil pengamatan, riset ini tidak secara gamblang menyimpulkan mana bahasa yang lebih sulit dipelajari karena bahasa Prancis dan Portugis nyatanya memiliki tingkat kompleksitasnya masing-masing.

Meski begitu, temuan yang dihasilkan mampu memberikan gambaran jelas mengenai tantangan fonologis atau struktur bunyi dari kedua bahasa Eropa tersebut.

Bahasa Prancis dan Portugis Sama-sama Kompleks

Secara spesifik, anak-anak dengan kemampuan dwibahasa Prancis dan Portugis ternyata menunjukkan pola pemrosesan bahasa yang sama sekali berbeda dibandingkan anak-anak yang hanya menuturkan satu bahasa. 

Saat menelaah bahasa Prancis, penelitian ini membuktikan adanya sistem vokal dan bunyi nasal atau sengau yang sangat kompleks.

Tantangan dalam bahasa Prancis ini semakin bertambah dengan aturan pelafalan yang kerap tidak konsisten, seperti banyaknya huruf mati di akhir kata hingga keharusan menyambungkan bunyi antar kata (liaison).

Kondisi yang berbeda justru ditemukan pada bahasa Portugis.

Karakteristik bahasa Portugis, terutama pada varian Brasil dan Eropa, cenderung memiliki ritme bahasa yang lebih terbuka.

Selain itu, bahasa ini juga memiliki kedekatan fonetik yang erat dengan bahasa-bahasa Roman lainnya, sehingga menghadirkan pengalaman pemrosesan linguistik yang berbeda bagi anak-anak dibandingkan saat mempelajari bahasa Prancis.

Mana yang Lebih Sulit untuk Orang Indonesia?

Baca juga: Komisi X DPR Bakal Minta Penjelasan Kemendikdasmen soal Wacana Bahasa Prancis bagi Pelajar

Jika dianalisis lebih lanjut melalui kacamata linguistik komparatif bagi penutur non-pribumi, khususnya bagi penutur bahasa Indonesia, tingkat kesulitan antara kedua bahasa ini memperlihatkan perbandingan yang menarik.

Bahasa Prancis pada umumnya dianggap jauh lebih menantang untuk dipelajari oleh pemula.

Salah satu kendala utamanya terletak pada perbedaan yang sangat mencolok antara ejaan tulisan dan cara pelafalannya.

Apa yang tertulis sering kali tidak berbanding lurus dengan cara membacanya akibat banyaknya keberadaan silent letters atau huruf-huruf yang sengaja tidak dibunyikan.

Tingkat kesulitannya pun bertambah saat memasuki ranah tata bahasa yang kompleks, mengingat bahasa Prancis menerapkan penggolongan gender pada setiap kata benda serta memiliki sistem konjugasi kata kerja yang sangat beragam.

Terlebih lagi, pelajar harus berhadapan dengan bunyi-bunyi spesifik seperti bunyi nasal dan aturan liaison yang memaksa lidah orang Indonesia untuk melakukan penyesuaian artikulasi yang tidak pernah ditemui dalam bahasa ibu mereka.

Berbanding terbalik dengan Prancis, bahasa Portugis justru dinilai relatif lebih ramah dan mudah diucapkan oleh anak-anak Indonesia.

Hal ini dikarenakan ejaan bahasa Portugis jauh lebih fonetik, sehingga cara membaca sebuah kata cenderung lebih konsisten dan selaras dengan teks yang tertulis.

Kemudahan tersebut semakin didukung oleh ritme pelafalan yang terasa lebih familier di telinga.

Selain memiliki kemiripan dengan bahasa Spanyol, intonasi bahasa Portugis ternyata memiliki kedekatan dengan ritme beberapa bahasa daerah di Nusantara.

Meskipun bahasa Prancis sekilas menyajikan dinding tantangan yang lebih curam di tahap awal pembelajarannya, ada satu benang merah penting yang menyatukan keduanya.

Baik Prancis maupun Portugis sama-sama lahir dari rumpun bahasa Roman yang berakar kuat dari bahasa Latin.

Konsep serumpun ini membawa keuntungan tersendiri, karena apabila seorang anak sudah berhasil menaklukkan fondasi tata bahasa dan struktur dari salah satu bahasa tersebut, jalan untuk mempelajari bahasa yang satunya lagi akan terbuka dengan jauh lebih mudah.

(Tribunnews.com/Bobby)

Sesuai Minatmu
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved