Kunjungan Presiden Ke Luar Negeri
Tak ke Italia Maupun Austria, Prabowo Pulang ke Indonesia Usai Kunjungan Prancis
Kabar kunjungan maraton Presiden Prabowo di Eropa berubah. Ia memilih bertolak pulang ke Jakarta dari Paris, tak transit di Roma atau Wina
"Prancis dipandang penting karena memiliki kekuatan militer dan teknologi besar di Eropa Barat. Kedekatan politik yang dibangun bertahap melalui kunjungan berulang adalah syarat mutlak dalam bekerja sama dengan Macron," ujar Sugiat memberikan konteks urgensi lawatan yang sudah terealisasi di Paris.
Sementara itu, dalam rencana awal yang sempat disusun, Austria dipetakan sebagai gerbang industri manufaktur presisi Eropa Tengah yang kuat di sektor mesin dan otomotif. Adapun Hungaria dinilai strategis karena menjadi salah satu pusat pembangunan gigafactory (pabrik skala besar) baterai kendaraan listrik di Uni Eropa.
"Masuk ke Hungaria berarti mengunci posisi Indonesia dalam rantai pasok baterai masa depan Eropa dari pintu yang paling terbuka," ungkap Sugiat mengenai rancangan target tersebut.
Baca juga: Prabowo Sudah 13 Kali Kunker Luar Negeri hingga Mei 2026, Paling Sering ke Prancis, Bahas Apa?
Langkah penjajakan ke Eropa ini dilatarbelakangi posisi strategis Indonesia yang menguasai sekitar 65 persen cadangan nikel dunia untuk industri global.
"Pak Prabowo sedang mengonversi keunggulan nikel dan posisi geopolitik kita menjadi investasi nyata sebelum jendela peluang global tertutup. Pak Prabowo datang bukan sebagai peminta bantuan, tetapi pemilik komoditas strategis yang menentukan masa depan industri otomotif dunia," pungkas Sugiat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Prabowo-Subianto-melambaikan-tangan-pesawat-kepresidenan-lepas-landas-Bandara-Prancis.jpg)