Jokowi dan Kiprah Politiknya
Ragam Komentar 4 Partai soal Jokowi Keliling Daerah Juni 2026, Djarot PDIP: Partai Kita Makin Solid
Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP), Djarot Saiful Hidayat, rencana kunjungan ke daerah-daerah justru akan berdampak positif bagi partainya.
"Justru dengan beliau turun ke beberapa wilayah itu, partai kita semakin solid ya. Partai kita akan semakin solid untuk membangun internal partai maupun lebih solid untuk turun ke bawah."
"Jadi silakan saja beliau keliling ke mana pun, bebas ya," katanya setelah pembekalan dan bimtek anggota fraksi PDIP DPRD tingkat provinsi, kabupaten dan kota se-Indonesia, kawasan Mangga Dua, Jakarta Utara, Sabtu (30/5/2026).
Di sisi lain, Djarot menyoroti polemik ijazah Jokowi yang sempat ramai diperbincangkan publik.
Ia menyarankan, agar momentum kunjungan ke daerah dimanfaatkan oleh Jokowi untuk memperjelas persoalan agar tidak menjadi polemik berkepanjangan.
Dalam kesempatan berbeda, Politikus PDIP, Mohamad Guntur Romli, berpendapat bahwa agenda Jokowi itu bukan sekadar kegiatan menyapa masyarakat, melainkan mengandung pesan politik bagi Presiden Prabowo Subianto.
“Pertama, ini pesan halus sekaligus ancaman bagi Prabowo. Jokowi ingin menyatakan: ‘Saya masih diperhitungkan’,” kata Guntur Romli kepada Tribunnews.com, Minggu (17/5/2026).
Agenda keliling daerah itu, lanjut Guntur, dapat menjadi modal konsolidasi dukungan politik Jokowi di tengah dinamika pemerintahan saat ini.
Ia menyinggung posisi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang dinilai menjadi figur yang dekat dengan keberlanjutan pengaruh politik Jokowi.
2. PSI: Hak Jokowi, Kita Harus Hormati
Sementara itu, pihak Partai Solidaritas Indonesia (PSI) turut memberikan responsnya terkait rencana Jokowi keliling daerah.
Ketua Harian PSI Ahmad Ali menilai, tak ada salahnya salahnya untuk Jokowi berkeliling Indonesia.
Ali pun mengaku heran dengan pihak-pihak yang mempertanyakan pengaruh Jokowi untuk PSI pada tahun 2029, apalagi statusnya bukan Presiden lagi.
"Pak Jokowi juga tidak pernah berpikir atau jumawa, atau kemudian mengatakan dia masih punya pengaruh di masyarakat," kata Ali, Kamis (28/5/2026).
"Apa sih masalah buat mereka kalau Pak Jokowi berkeliling? Mau ada manfaatnya buat PSI atau tidak, kenapa harus diperdebatkan?" imbuhnya, dilansir Kompas.com.
Ali mengatakan, Jokowi ingin berkeliling Indonesia semata-mata karena kecintaannya terhadap masyarakat.
Baca juga: Pengamat Adi Prayitno Sebut Safari Politik Jokowi Untuk Menaikkan Bargaining Position Gibran di 2029
Lantas, terkait apakah langkah tersebut menguntungkan PSI, Ali justru mengaku tak memikirkan hal itu.
Apalagi, dalam Rakernas PSI bulan Januari 2026 lalu, Jokowi telah menyatakan siap mati-matian berkeliling Indonesia untuk PSI.