Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia
Eks KSAL Akan Selalu Ingat Jasa Ryamizard Ryacudu Dalam Pergantian KRI Dewaruci ke KRI Bima Suci
Mantan KSAL Ade Supandi melayat ke rumah duka Ryamizard Ryacudu di Cikeas dan mengenang almarhum sebagai sosok senior yang mengayomi.
Ringkasan Berita:
- Mantan KSAL Ade Supandi melayat ke rumah duka Ryamizard Ryacudu di Cikeas dan mengenang almarhum sebagai sosok senior yang mengayomi serta mendukung penguatan pertahanan negara.
- Ade menyoroti peran Ryamizard dalam mendukung pengadaan kapal latih KRI Bima Suci, yang dinilai penting untuk pembinaan kemampuan dan keterampilan perwira TNI AL.
- Jenazah almarhum disemayamkan di Cikeas dan dijadwalkan dimakamkan di TMP Kalibata setelah upacara persemayaman di Kementerian Pertahanan.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) periode 2014 - 2018 Laksamana TNI (Purn) Ade Supandi melayat ke rumah duka mantan Menteri Pertahanan (Menhan) almarhum Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu di kawasan Cikeas, Bogor pada Minggu (31/5/2026).
Mengenakan pakaian Islami bernuansa putih, Ade mengenang sosol Ryamizard sebagai seorang senior yang selalu mengayomi adik-adiknya di militer.
Ade juga mengenak bagaimana kiprah Ryamizard sebagai Menhan periode 2014 - 2019 yang mengemban amanah negara, dalam mengoptimalkan kegiatan-kegiatan dalam rangka pertahanan negara.
Bahkan, kata Ade, Ryamizard sangat mumpuni mengatur pengelolaan pembiayaan untuk pertahanan negara dihadapkan dengan keterbatasan anggaran.
"Saya sendiri sangat terkesan karena salah satu hal yang memang saya akan selalu ingat adalah waktu itu saya merencanakan dengan beliau untuk
penggantian KRI Dewaruci, ke KRI Bima Suci," kata Ade.
"Dan dari mulai proses dengan beliau, dan tentu saja pada saat steel cutting di negara pembuat ya, di Spanyol, kemudian juga sampai dengan peluncuran, sampai dengan commissioning, beliau selalu memberikan suatu support yang luar biasa," imbuh dia.
Bagaimanapun keberadaan kapal latih seperti KRI Bima Suci bagi TNI Angkatan Laut merupakan satu dasar pembinaan kemampuan dan keterampilan para perwira matra laut.
Oleh sebab itu, ia mengaku sangat kehilangan almarhum Ryamizard.
Setelah pensiun, Ryamizard masih berkomunikasi dengannya.
Ade mengaku terakhir bertemu dan berbincang dengan almarhum di suatu acara perhelatan pernikahan.
Menurutnya sakit yang diderita Ryamizard cukup lama suatu hal yang belum tentu bisa ditahan bagi orang lain.
Meskipun mengetahui sakit yang diderita Ryamizard memburuk selama sekira tiga tahun terakhir, namun ia mengaku tetap terkejut mendengar kabar almarhum Ryamizard telah berpulang pada Minggu (31/5/2026).
"Ya kalau tentara ya biasanya ada problema akibat latihan, akibat penugasan muncul ya. Kadang-kadang seorang penerjun infanteri Angkatan Darat biasanya kan akibat pada saat terjun ya. Kan terjun ini kan bukan di siang bolong ya, situasi-situasi pertempuran ya walaupun dalam latihan. Sehingga itu biasanya pada saat menjelang tua terasa," ucap Ade.
"Bagi matra laut biasanya akibat penyelaman, begitu kan. Itu adalah risiko-risiko bagi seorang prajurit ya. Sehingga memang diharapkan
bagi prajurit tentu saja adalah bagaimana dia merawat kesehatan sehingga tetap dia selalu paripurna dalam rangka melaksanakan tugasnya," pungkas dia.
Sebelumnya, almarhum berpulang pada Minggu (31/5/2026) pukul 14.03 WIB di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ade-supandi-melayat-ke-rumah-duka.jpg)