5.000 Pemuda dari Berbagai Daerah Kumpul di Jakarta, Suarakan Semangat Persatuan Indonesia
Gema Pemuda 2026 dirancang sebagai ruang kolaborasi yang mempertemukan pemuda, pemerintah, organisasi masyarakat, hingga mitra internasional.
“Semua hadir untuk membimbing generasi penerus bangsa agar siap menghadapi berbagai tantangan masa depan,” ujarnya.
Momentum Gema Pemuda 2026 yang bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila juga dimaknai sebagai upaya menghidupkan kembali semangat Kongres Pemuda Pertama yang digelar pada 1926.
Penasihat Gema Pemuda 2026, Utje Gustaaf, mengatakan masih banyak masyarakat yang lebih mengenal Sumpah Pemuda 1928 dibanding Kongres Pemuda Pertama yang justru menjadi pondasi awal lahirnya persatuan pemuda Indonesia.
“Kita sering fokus pada Sumpah Pemuda 1928. Padahal, Kongres Pemuda Pertama tahun 1926 merupakan fondasi awal persatuan pemuda Indonesia. Dalam situasi penjajahan yang sulit, para pemuda mampu bersatu. Semangat itulah yang ingin kami bangkitkan kembali untuk memperkuat persatuan dan kemandirian ekonomi bangsa,” ujar Utje.
Puncak kegiatan pada 1 Juni diwarnai pertunjukan pencak silat dari berbagai daerah, Pawai Obor Nasional bertajuk “Satu Obor, Satu Tekad” bersama Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), hingga workshop pembuatan lampu hias berbahan pipa pralon dan produk ramah lingkungan.
Bagi penyelenggara, tujuan utama kegiatan tersebut bukan menghadirkan seremonial semata, melainkan menciptakan ruang yang membuat program pemberdayaan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Acara ini bukan untuk seremonial pejabat, tetapi untuk masyarakat. Kami ingin diskusi berlangsung santai, efisien, dan menghasilkan manfaat nyata. Pemuda harus bersatu tidak hanya dalam semangat, tetapi juga melalui karya yang bermanfaat bagi Indonesia,” pungkas Sinda.
(Tribunnews.com/ Willy Widianto)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Pemuda-1-01062026.jpg)