Jumat, 15 Mei 2026

KKL I Pemuda Katolik: Mgr Sunarko Tekankan Pemimpin Muda Harus Siap Melayani

Mgr. Sunarko menekankan refleksi mendalam mengenai model kepemimpinan Yesus yang membentuk para rasul bukan melalui dominasi kekuasaan

Tayang:
HO/IST/Istimewa/HO
KURSUS PEMUDA KATOLIK - Kursus Kepemimpinan Lanjut (KKL I) Pemuda Katolik Tahun 2026 resmi dibuka di Grand Safran Hotel, Pangkalpinang, Bangka Belitung, pada Kamis (14/5/2026). (Ho/IST). 

KKL I Pemuda Katolik: Mgr Sunarko Tekankan Pemimpin Muda Harus Siap Melayani

Ringkasan Berita:
  • Pemuda Katolik resmi membuka Kursus Kepemimpinan Lanjut di Pangkalpinang, diikuti delegasi dari dua puluh provinsi.
  • Peserta didorong menjadi pemimpin inklusif, kolaboratif, serta mengutamakan pelayanan masyarakat dibanding kekuasaan semata belaka.
  • Pemerintah menilai restrukturisasi BUMN penting membuka peluang ekonomi lebih luas bagi wirausaha muda daerah.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kursus Kepemimpinan Lanjut (KKL I) Pemuda Katolik Tahun 2026 resmi dibuka di Grand Safran Hotel, Pangkalpinang, Bangka Belitung, pada Kamis (14/5/2026).

Kegiatan bertajuk ‘Kepemimpinan Inklusif dan Kolaboratif dalam Mengawal Pembangunan dan Akselerasi Ekonomi Daerah yang Berkelanjutan’ ini diikuti oleh sedikitnya 107 peserta delegasi dari 20 provinsi di seluruh Indonesia.

Rangkaian acara diawali dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin langsung oleh Uskup Pangkalpinang sekaligus Sekretaris Jenderal KWI, Mgr Adrianus Sunarko, OFM.

Dalam homilinya, Mgr. Sunarko menekankan refleksi mendalam mengenai model kepemimpinan Yesus yang membentuk para rasul bukan melalui dominasi kekuasaan, melainkan lewat proses pelayanan dan keteladanan hidup.

Ia mengingatkan bahwa para pemimpin muda tidak boleh hanya mengejar pengaruh, melainkan harus bersedia berjalan bersama masyarakat.

“Latihan kepemimpinan para rasul dimulai dari pengalaman bersama Yesus. Mereka dibentuk bukan untuk berebut kuasa, tetapi untuk melayani dan menghadirkan harapan,” ujar Mgr. Sunarko.

Sejalan dengan pesan tersebut, Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Katolik, Stefanus Gusma menegaskan bahwa KKL I merupakan ruang kaderisasi strategis melahirkan pemimpin yang memegang teguh semboyan Pro Ecclesia et Patria (Untuk Gereja dan Bangsa).

Gusma menilai tantangan pembangunan di daerah saat ini tidak bisa diselesaikan secara sektoral, sehingga dibutuhkan pemimpin muda yang memiliki empati sosial dan semangat kolaborasi.

“Kader Pemuda Katolik harus hadir sebagai penggerak pembangunan sosial dan ekonomi di daerah masing-masing. Kita siap mendukung pembangunan dan berkolaborasi dengan semua pihak,” tegas Gusma.

Sementara itu, Wakil Kepala Badan Pengelola (BP) BUMN, Aminudin Ma’ruf, yang turut membuka acara tersebut, memberikan sorotan tajam mengenai ekosistem ekonomi bagi generasi muda.

Baca juga: KKL I Pemuda Katolik 2026: Siapkan Kader Motor Penggerak Green Economy dan Pariwisata di Daerah

Aminudin menyuarakan kegelisahannya terkait dominasi perusahaan besar, termasuk BUMN, yang dinilai terlalu jauh merambah sektor-sektor usaha kecil sehingga mempersempit ruang tumbuh bagi UMKM dan wirausaha muda.

“Kalau perusahaan besar masuk ke semua sektor usaha, lalu di mana ruang anak muda untuk berkembang?” tanya Aminudin retoris.

Sebagai langkah konkret, Aminudin menjelaskan bahwa pemerintah tengah melakukan penataan dan penyederhanaan entitas bisnis BUMN dari 1.080 perusahaan menjadi sekitar 200-an perusahaan agar lebih fokus pada bisnis inti (core business).

Langkah restrukturisasi ini diharapkan dapat membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi kekuatan ekonomi lokal di daerah.

Pembukaan KKL I ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional dan pejabat daerah, di antaranya Deputi Bidang Dukungan Teknis Bawaslu RI Yusti Erlina, Dirjen Bimas Katolik Kemenag RI Suparman, Kapolda Kepulauan Bangka Belitung Irjen Pol. Victor T. Sihombing, serta perwakilan Forkopimda dan organisasi kepemudaan lintas agama.

 

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved