Jumat, 5 Juni 2026

Sikap Seskab Teddy Terkait Serangan dan Kritik Personal di Media Sosial jadi Sorotan

Indonesia Political Review (IPR) angkat bicara soal sikap Seskab Teddy yang mengabaikan serangan personal di media sosial.

Tayang:
Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Wahyu Aji
Tribunnews.com/YouTube Sekretariat Kabinet RI
TANGGAPI DINO - Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya memberikan tanggapan terkait kritik yang disampaikan oleh mantan Wakil Menteri Luar Negeri, Dino Patti Djalal, mengenai frekuensi kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto. Tanggapan itu diunggah Teddy melalui laman YouTube Sekretariat Kabinet RI dan media sosial. 

Menurut Teddy, sejumlah hasil yang diklaim pemerintah tersebut mencakup bidang ekonomi, perdagangan, pertahanan, kemanusiaan, hingga perlindungan warga negara Indonesia (WNI).

Kritik Dino soal Kunjungan Luar Negeri Prabowo

Sebelumnya, Dino Patti Djalal menyoroti tingginya frekuensi kunjungan luar negeri Presiden Prabowo dan menyampaikan sejumlah saran terkait pelaksanaan diplomasi Indonesia.

Dino menilai perjalanan kepala negara ke luar negeri memerlukan biaya besar dan perlu dilakukan secara lebih efisien.

Ia antara lain mengusulkan pemanfaatan komunikasi virtual untuk sebagian agenda diplomasi, memperbanyak pertemuan bilateral dalam satu kunjungan, meningkatkan transparansi agenda luar negeri presiden, serta mendelegasikan sebagian tugas diplomasi kepada Menteri Luar Negeri.

"Saya mewakili komunitas hubungan internasional dan banyak rakyat Indonesia, mengimbau Presiden Prabowo untuk secara signifikan mengurangi perjalanan ke luar negeri dan tidak menganggap remeh jeritan publik mengenai hal ini," kata Dino.

Baca juga: Teddy: Kunker Presiden Zaman Dino Patti Djalal 120 Orang, Era Prabowo 60

Tujuh Capaian yang Dipaparkan Teddy

1. Bergabung dengan BRICS

Teddy menyebut bergabungnya Indonesia ke BRICS sebagai salah satu hasil diplomasi yang dinilai memperkuat posisi Indonesia di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Menurut dia, keanggotaan tersebut berkontribusi terhadap penguatan kerja sama ekonomi dan ketahanan nasional.

2. Kesepakatan Tarif 0 Persen dengan Uni Eropa

Pemerintah juga menyoroti tercapainya kesepakatan tarif 0 persen untuk sejumlah komoditas Indonesia ke pasar Uni Eropa.

Menurut Teddy, proses perundingan tersebut telah berlangsung selama bertahun-tahun sebelum mencapai kesepakatan pada 2025.

"Tapi kapan tercapai? Ya zaman Presiden Prabowo, tepatnya tahun 2025 lalu," kata Teddy.

3. Investasi Rp2.430 Triliun

Teddy menyebut aktivitas diplomasi ekonomi turut berkontribusi terhadap realisasi investasi sebesar Rp2.430 triliun berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Ia juga mencontohkan kunjungan Presiden Prabowo ke Jepang dan Korea Selatan yang disebut menghasilkan komitmen investasi baru senilai Rp575 triliun.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved