Jumat, 5 Juni 2026

Pimpinan BGN Diganti

Pagi Dampingi Prabowo Tinjau SPPG, Malamnya Dadan Hindayana Dicopot Dari Jabatan Kepala BGN

Prabowo Subianto mencopot Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana beserta dua wakil yakni Lodewijk Pusung dan Sony Sanjaya.

Tayang:
Penulis: Taufik Ismail
Editor: Adi Suhendi
Tribunnews.com/Chaerul Umam
PIMPINAN BGN DIGANTI — Dadan Hindayana dicopot dari jabatan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Selasa (2/6/2026). 

Program MBG menargetkan 82,9 juta penerima yang terdiri dari peserta didik santri, balita, serta ibu hamil dan menyusui.

Sampai Mei 2026, program ini telah menjangkau 61,9 juta penerima.

Pada tahun ini anggaran program MBG mencapai Rp268 triliun.

Dengan jangkauan yang luas program tersebut terus menjadi sorotan.

Karena itu, pemerintah terus melakukan pengawasan agar program dengan anggaran besar tersebut berjalan dengan baik.

Temuan KSP

Pengawasan salah satunya dilakukan Kantor Staf Presiden.

Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman langsung melakukan sidak ke beberapa SPPG setelah dilantik pada 27 April 2026.

Sidak dilakukan diantaranya ke dua dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di kawasan Kebon Jeruk dan Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Selasa, (12/5/2026).

Dalam Sidak tersebut Dudung menemukan sejumlah persoalan serius, terutama terkait kebersihan, tata kelola dapur, dan standar kesehatan pangan. Dudung menemukan beberapa kondisi yang dinilai tidak sesuai standar, antara lain area dapur yang kotor, keberadaan belatung, pallet yang tidak memenuhi standar sehat, tempat pencucian yang tidak layak, ruangan dapur yang panas, serta area dapur kering, penyimpanan basah, dan gudang kering yang masih bercampur.

Beberapa waktu kemudian, Dudung menemukan masalah lain.

Selain masalah kebersihan, mantan KSAD tersebut menemukan adanya indikasi jual beli titik SPPG.

Hal itu disampaikan Dudung setelah bertemu Kepala BGN Dadan Hindayana di Gedung Bina Graha, Jakarta, Selasa, 19 Mei 2025.

Dalam pertemuan tersebut, Dudung menyampaikan kepada Dadan bahwa Kantor Staf Presiden akan mengawal ketat program MBG. Sehingga tidak ada lagi oknum yang memperjualbelikan titik lokasi SPPG.

“Sehingga tidak ada oknum-oknum yang jual-jual titik atau memanipulasi berupa keuntungan. Ini jangan sampai terjadi dan saya akan cek terus,” katanya.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved