Kamis, 4 Juni 2026

Pimpinan BGN Diganti

Mahfud MD Nilai Prabowo Mulai Dengarkan Aspirasi Publik setelah Copot Kepala BGN

Menko Polhukam Mahfud MD menilai Presiden Prabowo Subianto mulai merespons positif suara masyarakat dalam dua hari terakhir.

Tayang:
Tribunnews.com/Gita Irawan
BERI TANGGAPAN - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi yang juga pernah menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Poltik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD, saat ditemui di kawasan Senen Jakarta Pusat, Minggu (26/4/2026). Mahfud MD menilai Presiden Prabowo Subianto mulai merespons positif suara masyarakat dalam dua hari terakhir. 
Ringkasan Berita:
  • Mahfud MD menilai Prabowo mulai merespons positif aspirasi masyarakat dalam dua hari terakhir.
  • Mahfud menyoroti pidato Prabowo saat Hari Lahir Pancasila yang dinilai lebih fokus.
  • Presiden Prabowo Subianto mencopot Kepala BGN setelah evaluasi kinerja lembaga selama satu setengah tahun.

 

TRIBUNNEWS.COM - Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menilai Presiden Prabowo Subianto mulai merespons positif suara masyarakat dalam dua hari terakhir.

Penilaian itu disampaikan Mahfud melalui unggahan di akun media sosial X pribadinya pada Selasa (2/6/2026).

“Dalam dua hari terakhir ini terlihat Presiden Prabowo mulai merespons positif suara masyarakat,” tulis Mahfud.

Mahfud menyoroti dua langkah yang dilakukan Prabowo.

Pertama, saat Peringatan Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni 2026, Prabowo dinilai Mahfud menyampaikan pidato dengan membaca teks sehingga dinilai lebih fokus.

“Kedua, pada 2 Juni 2026 beliau mencopot Kepala BGN yang memang banyak disorot,” lanjut Mahfud.

Dadan Dicopot dari Kepala BGN

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto memutuskan mengganti pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) setelah pemerintah melakukan monitoring dan evaluasi terhadap kinerja lembaga tersebut selama hampir satu setengah tahun terakhir.

Keputusan itu diumumkan Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, didampingi Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, serta Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI), Muhammad Qodari, di Istana Negara, Jakarta, Selasa (2/6/2026).

"Maka pada hari ini, Selasa, tanggal 2 Juni tahun 2026, Bapak Presiden mengambil keputusan untuk melakukan pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional," kata Prasetyo.

Dalam keputusan tersebut, Presiden memberhentikan Dadan Hindayana dari jabatan Kepala BGN, serta Lodewijk Pusung dan Sony Sanjaya dari posisi Wakil Kepala BGN.

Baca juga: 9 Susunan Pejabat BGN Lengkap: Ada Eks Timses Prabowo, 4 Pensiunan TNI, Mantan Staf Ahli Panglima

Prabowo kemudian menunjuk Nani S. Deyang sebagai Kepala BGN yang baru. Sementara posisi Wakil Kepala BGN diisi Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Eddy Trenggono.

Pergantian tersebut menjadi bagian dari evaluasi pemerintah terhadap pelaksanaan program dan kinerja lembaga yang telah berjalan selama hampir 1,5 tahun terakhir.

Kejagung Geledah Kantor BGN

Sementara itu Penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) RI melakukan penggeledahan di Kantor Badan Gizi Nasional (BGN), Jakarta Pusat, pada Rabu (3/6/2026).

Upaya penggeledahan itu dilakukan setelah Presiden Prabowo Subianto mencopot Dadan Hindayana dari jabatan Kepala BGN per Selasa, 2 Juni 2026. 

Pengumuman restrukturisasi massal ini disampaikan langsung oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi di Istana Kepresidenan.

Tidak hanya mendepak Dadan, presiden juga mencopot dua Wakil Kepala BGN sebelumnya, yaitu Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya. 

Detik-detik sebelum penggeledahan berlangsung diungkap oleh salah satu petugas keamanan yang bertugas di lokasi.

Petugas keamanan yang enggan disebutkan namanya itu mengatakan penyidik Kejagung telah tiba di Kantor BGN sejak dini hari sekitar pukul 02.00 WIB.

Baca juga: Lebih dari 12 Jam, Penyidik Kejaksaan Agung Masih Geledah Kantor BGN

Menurutnya, tim penyidik datang menggunakan tiga kendaraan dan langsung memasuki area kantor untuk memulai proses penggeledahan.

“Kendaraan yang datang ada tiga di sana (parkirnya). Kalau jumlahnya kurang tau karena saya shift pagi,” ujar petugas keamanan tersebut.

Ia mengaku tidak mengetahui secara pasti jumlah penyidik yang terlibat dalam operasi tersebut karena baru bertugas pada shift pagi.

Berdasarkan keterangannya, penyidik Kejagung langsung bergerak menuju ruang pimpinan BGN sesaat setelah tiba di lokasi.

Selain melakukan penggeledahan, penyidik juga melakukan sterilisasi area kantor agar tidak ada pihak yang keluar masuk selama proses berlangsung.

Langkah tersebut membuat aktivitas di lingkungan kantor menjadi terbatas sejak dini hari.

(Tribunnews.com/Gilang Putranto, Taufik Ismail, Igman Ibrahim)

Sesuai Minatmu
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved