Kamis, 4 Juni 2026

Kasus Korupsi di BGN

Struktur Terbaru dan Profil Pejabat BGN setelah Dadan Hindayana Dicopot dan Ditahan

Struktur organisasi Badan Gizi Nasional (BGN) berubah setelah Dadan Hindayana dicopot dari jabatannya sebagai Kepala BGN per 2 Juni 2026.

Tayang:
Tribunnews.com/Abdi Ryanda Shakti
TERSANGKA KEJAKSAAN - Penampakan eks Kepala BGN, Dadan Hindayana keluar dari gedung Jampidsus Kejagung, Jakarta, mengenakan rompi tahanan berwarna pink dan tangan diborgol Rabu (3/6/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Dadan Hindayana dan dua pejabat lainnya dicopot dalam struktur Badan Gizi Nasional.
  • Ketiga orang ini tersandung kasus dugaan korupsi tata kelola program MBG.
  • Saat ini Nanik Sudaryati Deyang dipercaya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional.

 

TRIBUNNEWS.COM – Struktur organisasi Badan Gizi Nasional (BGN) berubah setelah Dadan Hindayana dicopot dari jabatannya sebagai Kepala BGN per 2 Juni 2026 sesuai dengan keputusan Presiden Prabowo Subianto.

Saat ini Dadan ditahan oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) karena kasus dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dia juga sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Tidak hanya Dadan, ada dua pejabat lainnya yang dicopot, yakni Lodewyk Pusung dan Soni Sanjaya yang sama-sama menjadi Wakil Kepala BGN. Keduanya turut ditahan Kejagung dalam kasus yang sama.

Dadan digantikan oleh Nanik Sudaryati Deyang yang sebelumnya dipercaya menjadi Wakil Kepala BGN.

"Untuk selanjutnya Bapak Presiden memutuskan untuk mengangkat Saudari Nanik S. Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional yang baru," kata Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dalam konferensi pers di Istana Negara, Jakarta, Selasa malam, (2/6/2026).

"Kemudian Saudari Agustina Arumsari sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional yang baru, dan Saudara Mayjen Eddy Trenggono sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional yang baru.”

PETINGGI BGN TERSANGKA - Potret Ketua BGN, Dadan Hindayana dan dua Wakil Ketua BGN, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya saat diseret keluar dari Kantor Kejagung pada Rabu (3/6/2026). Dadan, Sony, dan Lodwyk mengenakan rompi tahanan pink dengan tangan diborgol saat diseret keluar dari Kantor Kejagung.
PETINGGI BGN TERSANGKA - Potret Ketua BGN, Dadan Hindayana dan dua Wakil Ketua BGN, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya saat diseret keluar dari Kantor Kejagung pada Rabu (3/6/2026). Dadan, Sony, dan Lodwyk mengenakan rompi tahanan pink dengan tangan diborgol saat diseret keluar dari Kantor Kejagung. (Tribunnews.com)

Struktur terbaru dan profil pejabat BGN

Dikutip dari laman resminya, BGN adalah lembaga pemerintah nonkementerian di Indonesia yang bertugas melaksanakan pemenuhan gizi nasional. Lembaga berada langsung di bawah dan bertanggung jawab kepada presiden dan punya peran krusial dalam program MBG.

Ada sejumlah fungsi yang dijalankan oleh BGN, yakni sebagai berikut.

  • koordinasi, perumusan, dan penetapan kebijakan teknis di bidang sistem dan tata kelola, penyediaan dan penyaluran, promosi dan kerja sama, serta pemantauan dan pengawasan pemenuhan gizi nasional
  • koordinasi dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang sistem dan tata kelola, penyediaan dan penyaluran, promosi dan kerja sama, serta pemantauan dan pengawasan pemenuhan gizi nasional
  • koordinasi pelaksanaan tugas, pembinaan, dan pemberian dukungan administrasi kepada seluruh unsur organisasi di lingkungan Badan Gizi Nasional
  • pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Badan Gizi Nasional
  • pelaksanaan dukungan yang bersifat substantif kepada seluruh unsur organisasi di lingkungan Badan Gizi Nasional
  • pengawasan atas pelaksanaan tugas di lingkungan Badan Gizi Nasional
  • pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Presiden

Baca juga: BGN Diguncang Korupsi, Pimpian Diganti, Pakar Nilai Audit Total SPPG Mendesak Demi Kelangsungan MBG

Berikut nama-nama pejabat tinggi dalam struktur BGN.

1. Nanik Sudaryati Deyang (Kepala BGN)

Nanik Sudaryati Deyang dilahirkan di Madiun, 3 Januari 1968. Sebelumnya, dia dikenal sebagai wartawan dan politikus. Nanik pernah menjadi wartawan Tabloid Bangkit. Pada 17 September 2025 Nanik diangkat menjadi Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, sekaligus diberhentikannya dari jabatan Wakil I Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan. Kemudian, per 2 Juni 2026 dia diangkat sebagai Kepala BGN untuk menggantikan Dadan.

RAPAT KOORDINASI - Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang dalam acara Rapat Koordinasi dengan para Kepala SPPG, Pengawas Gizi, dan Pengawas Keuangan se Kota Pekanbaru, serta Para Koordinator Wilayah SPPG Se Provinsi Riau, di Pekanbaru, Rabu, 4 Maret 2026.
RAPAT KOORDINASI - Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang dalam acara Rapat Koordinasi dengan para Kepala SPPG, Pengawas Gizi, dan Pengawas Keuangan se Kota Pekanbaru, serta Para Koordinator Wilayah SPPG Se Provinsi Riau, di Pekanbaru, Rabu, 4 Maret 2026. (HO/IST)

2. Agustina Arumsari (Wakil Kepala BGN)

Agustina Arumsari dilahirkan di Purbalingga, 9 Oktober 1970. Dia memiliki latar belakang pendidikan akuntansi dari STAN. Di samping itu, dia menempuh pendidikan magister hukum di Universitas Indonesia dan lulus tahun 2014.

Dia pernah berkarier lama di Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Per 2 Juni 2026 dia dipercaya menjadi Wakil Kepala BGN.

3. Mayjen TNI Trenggono (Wakil Kepala BGN)

Mayjen TNI Trenggono lahir tanggal 21 November 1969. Dia lulus dari Akademi Militer (Akmil) tahun 1993 dari kecabangan Infanteri.

Trenggono punya pengalaman panjang dalam kemiliteran, termasuk di Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Dia pernah menjadi Direktur Umum Akmi Magelang (2023-2024) dan Direktur Pengkajian dan Pengembangan Seskoad.

Per 2 Juni 2026 dia diangkat sebagai Wakil Kepala BGN.

4. Brigjen (Purn.) Sarwono (Sekretaris Utama BGN)

Sarwono lahir di Makassar pada tahun 1965. Dia lulus Akademi Militer (AKABRI) tahun 1988 dan menempuh sejumlah pendidikan militer dan kursus internasional, termasuk di Inggris, Australia, Italia, Bangladesh, dan Malaysia, dalam bidang sinyal, operasi perdamaian, dan pertahanan strategis.

Dia pernah menjadi Atase Pertahanan RI di Iran dan menjabat pada posisi strategis di BAIS TNI, Kementerian Pertahanan, serta misi PBB di Kongo dan Lebanon. Setelah purnatugas pada 1 September 2023, Sarwono ditunjuk menjadi Sekretaris Utama Badan Gizi Nasional sejak Oktober 2024.

Baca juga: Kepala BGN Berganti, Bagaimana Kelanjutan Pembagian MBG di Sekolah hingga Posyandu? 

5. Brigjen (Purn.) Jimmy Alexander Adirman (Inspektur Utama)

Jimmy Alexander Adirman lahir di Medan tahun 1966. Dia merampungkan pendidikan S-1 Ekonomi di Universitas Krisna Dwipayana Bekasi tahun 2011.

Jimmy punya karier panjang di lingkungan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia, misalnya sebagai Ses Ditjen Kuathan, Direktur Materiil, serta analis kebijakan di bidang audit sistem pertahanan siber.

Dia juga punya pengalaman di berbagai satuan strategis seperti Kostrad, Markas Besar TNI Angkatan Darat, dan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan.

6. Tigor Pangaribuan (Deputi Sistem dan Tata Kelola)

Tigor Pangaribuan adalah alumni Teknik Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian (FATETA) IPB angkatan 1986. Dia meraih gelar MBA dari Monash University dan gelar doktoral dari EIMT, Swiss.

Dia punya pengalaman lebih dari 25 tahun dalam bidang manajemen sumber daya manusia dan tata kelola organisasi.

7. Brigjen (Purn.) Suardi Samiran (Deputi Penyediaan dan Penyaluran)

Suardi Samiran lahir di Makassar tahun 1965. Dia lulus dari Akmil tahun 1990 dan menempuh berbagai pendidikan pengembangan karier di lingkungan TNI Angkatan Darat, misalnya di Sussarcab Zeni (1991), Susjurpa Nubika (1993), Selapa Zeni (2000), Seskoad (2004), dan Suspimjemen Han Angkatan VI (2011). Dia pernah ditugaskan di berbagai tempat, baik di dalam maupun luar negeri, seperti di Timor Timur, Irian Jaya, Aceh, Vietnam, Burma, dan Singapura.

Per Oktober 2024 dia dipercaya mengemban amanah sebagai Deputi Bidang Penyediaan dan Penyaluran BGN. Suardi bertanggung jawab atas koordinasi, pelaksanaan, dan pengawasan penyediaan serta penyaluran pemenuhan gizi nasional dalam mendukung MBG.

8. Letjen TNI (Purn.) Dadang Hendrayudha (Deputi Pemantauan dan Pengawasan)

Dadang Hendrayudha lahir di Karanganyar tahun 1965. Dia lulus dari Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri/Akmil) tahun 1988.

Dia menjalani pendidikan lanjutan SUS LAPA 1 (1996), SUS LAPA 2 (2001), dan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) pada tahun 2002

Pada tahun 2020 dia dipercaya menjadi Direktur Jenderal Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan RI. Kemudian, pada tahun 2024 dia ditunjuk menjadi Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN. Dia bertanggung jawab memastikan terselenggaranya pemantauan, evaluasi, dan pengawasan program pemenuhan gizi nasional.

9. Gunalan (Plt. Deputi Promosi dan Kerja Sama)

Profil belum ada di situs resmi BGN.

(Tribunnews/Febri)

Sesuai Minatmu
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved