Ancaman Krisis Energi
DEN: Diplomasi Energi Presiden Prabowo Perkuat Ketahanan Nasional di Tengah Ketidakpastian Global
Satya menjelaskan, harga energi tidak semata ditentukan oleh mekanisme pasar, melainkan sangat dipengaruhi dinamika geopolitik global.
Target net zero Indonesia ditetapkan pada 2060 atau lebih cepat, berbeda dengan sebagian besar negara yang mematok 2050. Satya merujuk pengalaman krisis energi di Inggris, India, dan Tiongkok sebagai pelajaran agar transisi tidak dilakukan tergesa-gesa.
Sejumlah strategi konkret tengah dijalankan, di antaranya implementasi biodiesel B-50 yang ditargetkan berlaku Juli ini, pengembangan kendaraan listrik, kompor listrik, serta perluasan jaringan gas kota sebagai pengganti LPG yang masih diimpor.
"Kalau B-50 sudah jalan, otomatis impor solar kita menjadi nol. Itu salah satu strategi untuk keluar dari himpitan ketergantungan impor," tegasnya.
Satya menutup pernyataannya dengan menekankan bahwa ketahanan energi nasional tidak bisa hanya bertumpu pada pemerintah. Partisipasi akademisi, industri, dan masyarakat luas sangat diperlukan, termasuk kesadaran untuk berhemat energi dan beralih ke transportasi umum.
Baca juga: Impor Minyak Rusia Dinilai Jadi Terobosan Diplomasi Energi Indonesia
"Kalau masyarakatnya juga hemat, itu membantu negara. Inilah yang namanya transisi berkeadilan, kita menuju energi yang lebih bersih, namun di dalam perjalanannya kita saling membantu agar cita-cita itu bisa terwujud," pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/satya-den.jpg)