Brimob yang Jadi 'Sniper' Bekingi Kampung Narkoba Samarinda Dibawa ke Bareskrim Hari Ini
Bripka Dedy Wiratama, Brimob yang Jadi 'Sniper' Bekingi Kampung Narkoba Samarinda Dibawa ke Bareskrim Hari Ini, Jumat (5/6/2026).
Ringkasan Berita:
- Bareskrim akan membawa Bripka Dedy Wiratama, anggota Brimob yang jadi 'sniper' atau pengawas dalam membekingi Kampung Narkoba Gang Langgar, Kota Samarinda, Kalimantan Timur pada Jumat (5/6/2026).
- Bripka Dedy rencananya tiba di Bareskrim pukul 15.30 WIB untuk menjalani pemeriksaan.
- Bripka Dedy Wiratama sudah diberi sanksi pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) atau dipecat atas kasusnya tersebut di Polda Kalimantan Timur (Kaltim).
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bareskrim Polri akan membawa Bripka Dedy Wiratama, anggota Brimob yang jadi 'sniper' atau pengawas dalam rangka membekingi Kampung Narkoba Gang Langgar, Kota Samarinda, Kalimantan Timur pada Jumat (5/6/2026) hari ini.
Adapun Bripka Dedy rencananya tiba di lobby Bareskrim Polri sekira pukul 15.30 WIB untuk menjalani pemeriksaan.
"Oknum Brimob (Bripka Dedy Wiratama) yang membekingi kampung narkoba Gang Langgar akan tiba di lobi Bareskrim Polri untuk menjalani pemeriksaan pidana narkotika," kata Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Hadi Santoso kepada wartawan, Jumat.
Dalam hal ini, Bripka Dedy Wiratama sendiri sudah diberi sanksi pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) atau dipecat atas kasusnya tersebut di Polda Kalimantan Timur (Kaltim).
Anggota Satbrimob Polda Kaltim itu dipecat lantaran telah melakukan penyalahgunaan narkoba.
Selain itu, Bripka Dedy juga dijatuhi hukuman penempatan khusus atau penahanan selama 20 hari.
"Yang bersangkutan telah divonis PTDH oleh Bidpropam Polda Kaltim karena terbukti melakukan pelanggaran berat," jelasnya.
Baca juga: Sindikat Kampung Narkoba Gang Langgar Samarinda Terkenal Licin, Gunakan Sniper hingga HT
Peran Bripka Dedy Wiratama
Sebelumnya, Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri baru saja membongkar sindikat di kampung narkoba Gang Langgar, Kota Samarinda, Kalimantan Timur.
Sindikat di kampung narkoba tersebut terkenal licin karena selalu lolos dari operasi aparat yang ingin mengungkap keberadaan peredaran barang haram tersebut.
Ternyata, peredaran narkoba di sana dilakukan secara terorganisir dan terstruktur.
Hal ini dibuktikan dengan adanya sniper atau pengawas hingga menggunakan handy talky (HT) dalam menjalankan bisnisnya.
"Pada sepanjang jalan sebelum mencapai ke Blok F terdapat 21 (Dua Puluh Satu) pengawas yang memegang Handy Talky termasuk untuk menuntun pengguna yang akan membeli narkoba di Lapak GG Langgar Blok F," kata Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Hadi Santoso dalam keterangannya, Senin (18/5/2026).
Baca juga: Kronologis Terbongkarnya Sindikat Kampung Narkoba Samarinda, Bandar Ditangkap di Hotel Bareng Wanita
Para sniper ini tersebar di seluruh jalan yang berada di kampung tersebut.
Bahkan, pada malam hari para sniper akan dipertebal guna menghindari endusan aparat keamanan.