Rabu, 10 Juni 2026

Ibadah Haji 2026

Hukum Titip Doa pada Orang yang Naik Haji, Bolehkah? Simak Penjelasannya

Menitipkan doa kepada seseorang yang sedang berada di Tanah Suci ternyata diperbolehkan dalam Islam.

Tayang:
Penulis: Sri Juliati
Editor: Suci BangunDS
Media Center Haji 2026/Sri Juliati
BERDOA BERSAMA - Jemaah haji berdoa bersama saat mabit atau bermalam di Muzdalifah dalam rangkaian puncak ibadah haji, Rabu (27/5/2026). Berikut penjelasan mengenai hukum menitipkan doa kepada seseorang yang sedang berada di Tanah Suci, diperbolehkan dalam Islam. 

Laporan langsung wartawan Tribunnews.com dan Media Center Haji dari Arab Saudi, Sri Juliati

TRIBUNNEWS.COM - Saat seseorang berangkat berhaji, ia kerap menerima titipan doa dari keluarga, kerabat, maupun tetangga.

Tradisi 'titip doa' ini telah lama hidup di tengah masyarakat Muslim Indonesia. 

Banyak orang meyakini doa yang dipanjatkan di Tanah Suci, terutama saat menunaikan ibadah haji, memiliki keutamaan tersendiri sehingga mereka menitipkan harapan dan permohonan kepada jemaah yang berangkat.

Lantas, bagaimana hukum titip doa kepada orang yang sedang menunaikan ibadah haji? Apakah praktik tersebut dibenarkan dalam ajaran Islam? 

Berikut penjelasannya:

Menitipkan doa kepada seseorang yang sedang berada di Tanah Suci ternyata diperbolehkan dalam Islam.

Sebab, seorang Muslim dianjurkan untuk mendoakan sesama Muslim, tidak hanya untuk dirinya sendiri. 

Demikian disampaikan Kepala Seksi Bimbingan Ibadah (Bimbad) dan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Daerah Kerja (Daker) Makkah, Erti Herlina saat berbincang dengan tim Media Center Haji (MCH).

"Boleh, nggak apa-apa. Kita kan diajarkan berdoa itu bukan hanya untuk diri kita sendiri. Nah, tradisi titip doa pun sama intinya," kata Erti, beberapa waktu lalu.

Ia menjelaskan, dalam berdoa, umat Islam juga diajarkan untuk mendoakan sesama muslim secara umum. 

Baca juga: Tiba di Madinah, Jemaah Haji Dianjurkan Perbanyak Shalawat dan Berziarah ke Makam Rasulullah

Oleh karena itu, ketika ada seseorang yang meminta didoakan secara khusus, hal tersebut tidak menjadi masalah.

"Biasanya kita berdoa untuk seluruh kaum muslimin dan muslimat. Nah, ketika ada yang menitipkan doa, itu hanya menjadi lebih spesifik," ujarnya.

Menurutnya, tidak ada larangan bagi jemaah haji untuk menyebutkan nama-nama orang yang meminta didoakan saat berada di Makkah maupun Madinah. 

Terlebih, banyak orang yang berharap didoakan karena belum memiliki kesempatan datang langsung ke Tanah Suci.

Sesuai Minatmu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved