Rabu, 10 Juni 2026

Ibadah Haji 2026

Cara Keluarga Dampingi Sharfina, Jemaah Penyandang Autisme Jalani Rangkaian Haji

Di tengah lautan jemaah haji di Tanah Suci, kisah haru datang dari Fina, penyandang autisme asal Tangerang Selatan yang menjalani ibadah haji

Tayang:
Penulis: Sri Juliati
Tribunnews.com/Media Center Haji 2026/Sri Juliati
KARYA SHARFINA - Lilis Ardifiyanti bersama Andradiet Ixvetrial Jacob Alis menunjukkan hasil karya sulam yang dibuat Sharfina Diah Nuratika selama tinggal di Makkah, Arab Saudi, Senin (9/6/2026). Sharfina merupakan penyandang disabilitas autisme asal Tangerang Selatan, Banten yang berhasil menunaikan ibadah haji. 

Laporan langsung wartawan Tribunnews.com dan Media Center Haji dari Arab Saudi, Sri Juliati

TRIBUNNEWS.COM - Di tengah jutaan manusia yang memadati Tanah Suci, terselip kisah yang menggetarkan hati dari Sharfina Diah Nuratika atau yang karib disapa Fina.

Penyandang disabilitas autisme asal Tangerang Selatan, Banten itu memang tidak banyak berbicara tentang makna haji yang sedang dijalaninya. 

Namun melalui tindakan dan rutinitas yang dipahami, anak kedua dari pasangan Lilis Ardifiyanti dan Andradiet Ixvetrial Jacob Alis itu berhasil mengikuti seluruh rangkaian ibadah bersama keluarganya.

Bagi Fina, Makkah bukan tempat yang benar-benar asing. Jauh sebelum berhaji, ia sudah dua kali diajak keluarganya menjalani ibadah umrah yaitu pada tahun 2008 dan tahun 2023.

Saat ditanya tentang Makkah, Fina mampu menjawab dengan sederhana. Ia tahu, di Kota Suci itu terdapat Ka'bah yang pernah ia lihat saat umrah.

"Saat di rumah, kita tanya, 'Dek, kalau umrah ke mana?' 'Ke Makkah.' 'Lihat apa?' 'Lihat Ka'bah.' 'Adek harus apa?' 'Berjalan'," tutur Lilis saat ditemui tim Media Center Haji (MCH) di Makkah, Arab Saudi, Minggu (8/6/2026).

Meski demikian, Lilis mengakui putrinya membutuhkan bantuan untuk memahami tahapan-tahapan ibadah yang akan dijalani. 

Sebagai penyandang autisme, Fina membutuhkan arahan dan penjelasan yang terstruktur agar lebih mudah memahami suatu aktivitas.

"Jadi kita mesti bantu dia. Harus dikasih petunjuk," kata Lilis.

Baca juga: Menhaj Minta Calon Jemaah Haji 2027 Persiapkan Kesehatan & Kebugaran Fisik Secara Matang

Di balik keterbatasannya, Fina memiliki kemampuan yang membuat orang tuanya bangga. Ia mampu membaca Al-Quran dan menghafal sejumlah surat pendek.

Kemampuan itu menjadi salah satu bekal yang membantunya menjalani hari-hari selama berada di Tanah Suci.

Menurut Lilis, salah satu kunci agar Fina merasa nyaman adalah memberikan gambaran yang jelas mengenai kegiatan yang akan dijalani.

Anak dengan autisme, kata dia, cenderung merasa lebih aman ketika mengetahui urutan aktivitas yang akan dilakukan.

"Kalau dia tidak tahu nanti mau apa, dia akan terus bertanya. Jadi harus diberikan kepastian," kata Lilis.

Sesuai Minatmu
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved