Harga BBM Naik
Harga Pertamax Naik Drastis di Tengah Melandainya Harga Minyak Dunia
Harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax mengalami kenaikan dari Rp12.300 menjadi Rp16.250.
Ringkasan Berita:
TRIBUNNEWS.COM - Harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax mengalami kenaikan dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter mulai 10 Juni 2026.
Kenaikan harga turut terjadi pada Pertamax Green yang dipatok dari Rp12.900 per liter menjadi Rp 17.000 per liter.
Sebelumnya, PT Pertamina (Persero) juga telah menaikkan harga BBM nonsubsidi per 18 April 2026 di tengah lonjakan harga energi global imbas perang di Timur Tengah.
Meski demikian, pemerintah pada saat itu belum memutuskan menaikkan Pertamax yang termasuk BBM nonsubsidi.
Waktu itu terjadi kenaikan harga Pertamax Turbo sehingga menjadi Rp19.400 per liter (sebelumnya Rp13.100 per liter), Dexlite menjadi Rp23.600 per liter (sebelumnya Rp14.200 per liter), dan Pertamina Dex menjadi Rp 23.900 per liter (sebelumnya Rp14.500 per liter).
Adapun mengenai kenaikan Pertamax per 10 Juni 2026 ini, PT Pertamina menyebut kenaikan harga BBM nonsubsidi ini telah mengikuti regulasi yang berlaku.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth M.V. Dumatubun berkata penyesuaian harga ini adalah bagian dari implementasi tata kelola energi untuk menjaga keseimbangan antara keberlangsungan bisnis, kualitas layanan, dan kepastian pasokan energi.
“Penyesuaian harga Pertamax dan Pertamax Green dilakukan setelah melalui proses evaluasi sesuai formula harga yang ditetapkan pemerintah," ucap Roberth, Rabu.
"Harga jual tersebut diputuskan dengan tetap dikoordinasikan dengan pemerintah sebagai regulator, dan menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan penyediaan energi dan distribusi BBM berkualitas bagi masyarakat terus berjalan optimal," ujarnya.
Sementara itu, harga BBM penugasan jenis Pertalite (RON 90) tidak dinaikkan atau tetap pada angka Rp10.000 per liter.
Harga minyak dunia kini di bawah $100
Harga minyak dunia terpantau telah turun di bawah $100 per barel meski belum seperti awal tahun ini ketika harga mencapai sekitar $60.
Baca juga: Keluhan Ojol di Jakarta, Purwokerto dan Medan setelah Pertamax Naik, Biaya Operasional Membengkak
Laman Oilprice.com per 10 Juni 2026 menyebutkan harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) mencapai $87,78. Adapun minyak jenis Brent dipatok $91,01 dan Murban $88,90.
WTI adalah jenis minyak yang diproduksi di Amerika Serikat (AS). Minyak ini dikenal berkualitas sangat tinggi dan mengandung sedikit sulfur.
Sementara itu, Brent adalah jenis minyak yang dihasilkan di kawasan Laut Utara di Eropa. Minyak ini juga berkualitas tinggi dan menjadi patokan atau acuan utama harga minyak dunia.
Adapun Murban adalah minyak yang diproduksi dan diekspor oleh Uni Emirat Arab (UEA) lewat perusahaan ADNOC. Minyak ini juga diminati karena kualitasnya baik sehingga mudah dan murah untuk diolah.
Harga minyak dunia mulai terkerek naik setelah perang antara Iran dan AS-Israel meletus tanggal 28 Februari 2026 lewat Operation Epic Fury yang dilakukan AS.
Penutupan Selat Hormuz, salah satu jalur terpenting pelayaran minyak dunia, sangat mempengaruhi dinamika harga minyak.
Menurut laman Tradingeconomis.com, pada tanggal 20 Maret 2026 harga minyak Brent menyentuh angka $112 per barel.
Harga sempat turun ke angka $90 pada tanggal 17 April 2026 setelah Iran membuka Selat Hormuz selama gencatan senjata.
Meski demikian, harga kembali naik dan menembus $114 per barel pada tanggal 4 Mei 2026. Mulai awal Juni hingga saat ini, harga sudah di bawah $100.
Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia pernah mengatakan hanya 20 hingga 25 persen minyak Indonesia yang berasal dari Timur Tengah.
Dia menyebut pemerintah bersama PT Pertamina telah mengalihkan sumber impor minyak mentah dari kawasan Timur Tengah ke sejumlah negara lainnya.
"Kami dengan Pertamina sudah switch dari Middle East kita ambil di Amerika, kemudian dari Nigeria, dan dari Brasil. Jadi tidak perlu ada panic buying," kata Bahlil di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta Barat, Jumat, (6/3/2026).
Baca juga: 4 Penyebab Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250 Menurut MAKPI
Karena itu, Bahlil memastikan stok bahan baku aman meskipun situasi geopolitik di Timur Tengah masih memanas.
(Tribunnews/Febri)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Grafik-harga-minyak-mentah-dunia-jenis-Brent.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.