Kamis, 11 Juni 2026

Program Makan Bergizi Gratis

Guru Besar UI Kritik Pola Seragam MBG, Dorong Angkat Pangan Lokal: Ada yang Makan Ubi

Guru Besar UI menilai MBG terlalu seragam dan kurang memanfaatkan pangan lokal, padahal kebutuhan tiap daerah berbeda.

Tayang:
Tribunpapua.com
MBG PAPUA - Siswa siswi SMP Negeri 3 Jayapura mendapatkan paket MBG pada 13 Maret 2026. Guru Besar UI menilai MBG terlalu seragam dan kurang memanfaatkan pangan lokal, padahal kebutuhan tiap daerah berbeda. 

MBG di Kota Besar Dinilai Kurang Tepat Sasaran

Rhenald turut menyinggung efektivitas pelaksanaan MBG di kawasan perkotaan yang tingkat kesejahteraan masyarakatnya relatif lebih tinggi dibandingkan daerah tertinggal.

Bantuan makanan dengan nilai paket yang terbatas berpotensi tidak memberikan dampak signifikan bagi sebagian penerima di kota besar.

"Kalau kita kasih makanan untuk orang yang sudah jajannya Rp15 ribu sampai Rp20 ribu, dikasih makanan MBG yang paketnya Rp8 ribu, ya dihinalah kita, diejeklah," ujarnya.

Rhenald menilai kondisi tersebut berbeda dengan masyarakat di wilayah 3T yang masih menghadapi keterbatasan akses pangan bergizi.

Karena itu, ia berpendapat porsi anggaran dan perhatian pemerintah seharusnya lebih besar diarahkan kepada kelompok masyarakat yang benar-benar mengalami kerentanan pangan.

Adapun Rhenald menilai, keberhasilan program MBG tidak hanya ditentukan oleh luasnya cakupan penerima manfaat, tetapi juga oleh kemampuan program menjawab kebutuhan riil masyarakat di setiap daerah.

"Harusnya mereka diberikan lebih daripada yang ada di kota-kota besar," kata Rhenald.

Rencana Efisiensi Anggaran

Sebelumnya, Kepala BGN Nanik S. Deyang menegaskan, akan melakukan serangkaian perbaikan sistem di BGN ke depannya.

Salah satu perbaikan yang dilakukan yakni menerapkan efisiensi anggaran yang sejatinya saat ini sudah mengalami efisiensi.

"Hal utama yang telah kami bahas dan kami siapkan rencana kerjanya adalah menuju pada efisiensi anggaran. Kami concern hal pertama yang kami lakukan adalah untuk melakukan efisiensi anggaran sehingga meskipun sekarang sudah dipotong tinggal 268 (Triliun)," kata Nanik saat jumpa pers perdana di Kantor Pusat BGN, Jakarta, Kamis (4/6/2026).

Meski dilakukan efisiensi tambahan oleh BGN, Nanik menegaskan, program MBG akan tetap tepat sasaran.

"Kami berharap masih bisa menurunkan lagi namun tidak mengurangi sasaran. Jadi kami akan terus melakukan efisiensi anggaran di berbagai bidang," kata dia.

Adapun, target dari pembagian MBG di era kepemimpinannya nanti yakni menyasar wilayah terluar, tertinggal dan terdepan di Indonesia.

Tak hanya itu, BGN ke depan juga akan menyasar penerima manfaat yang masuk dalam golongan 3B yakni Bumil (Ibu Hamil), Busui (Ibu Menyusui) dan Balita.

Sesuai Minatmu
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved