Minggu, 14 Juni 2026

Jokowi dan Kiprah Politiknya

PDIP Respons Soal Jokowi Akan Jadi Dewan Pembina PSI, Singgung Warisan Utang yang Jadi Beban Prabowo

Guntur Romli menyebut Jokowi tak lagi memiliki kaitan apapun dengan partainya setelah PDIP memecat Jokowi beserta keluarganya pada akhir 2024 lalu.

Tayang:
Penulis: Fersianus Waku
Editor: Adi Suhendi
Tribunnews.com/Fersianus Waku
JOKOWII - Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) di Jakarta, Sabtu (21/3/2026). Guntur Romli menyebut Jokowi tak lagi memiliki kaitan apapun dengan partainya setelah PDIP memecat Jokowi beserta keluarganya pada akhir 2024 lalu. 

Ringkasan Berita:
  • Guntur Romli menilai Jokowi hanya mewariskan kerusakan pada berbagai sektor di Indonesia
  • Guntur Romli menyebut Jokowi meninggalkan warisan utang terbesar sepanjang sejarah berdirinya republik ini
  • Bestari Barus mengatakan proses seremoni pemberian jaket PSI kepada Jokowi tinggal menunggu waktu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Politikus PDI Perjuangan (PDIP), Mohamad Guntur Romli menegaskan, Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) tak lagi memiliki kaitan apapun dengan partainya setelah PDIP memecat Jokowi beserta keluarganya pada akhir 2024 lalu.

Hal ini disampaikan merespons menguatnya isu Jokowi akan segera mengenakan jaket Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan didapuk menjadi Ketua Dewan Pembina partai tersebut.

"Bahwa apa yang dilakukan Jokowi sudah tidak ada kaitannya dengan PDIP. Pasca-pemecatan Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, dan Bobby Nasution pada tanggal 16 Desember 2024, maka Jokowi dan keluarga telah menjadi masa lalu," kata Guntur kepada wartawan, Minggu (14/6/2026).

Meski sudah tak memiliki urusan secara kepartaian, Guntur Romli memberikan catatan tajam terkait rekam jejak pemerintahan Jokowi.

Ia menilai, mantan Wali Kota Solo tersebut hanya mewariskan kerusakan pada berbagai sektor di Indonesia.

Menurut Guntur, warisan tersebut meliputi kegelapan dalam demokrasi, kerusakan sistem hukum, hilangnya keteladanan politik, hingga rusaknya etika dan moral yang digantikan ambisi kekuasaan semata.

Baca juga: Guntur Romli Bongkar Bobroknya Program MBG, Sebut Perpres Prabowo dan Jokowi Jadi Masalah Utama

Tak hanya itu, Guntur Romli menyebut Jokowi meninggalkan warisan utang terbesar sepanjang sejarah berdirinya republik ini.

"Akibatnya, Indonesia di ambang krisis dan hal tersebut menjadi beban berat bagi Presiden Prabowo Subianto saat ini," tegas Guntur.

Lebih lanjut, Guntur mengungkit kembali langkah berani PDIP saat memecat Jokowi dan keluarganya pada 16 Desember 2024 lalu.

Ia menyebut langkah penegakan disiplin partai itu mendapatkan apresiasi luas dari berbagai tokoh, baik di dalam maupun luar negeri.

Baca juga: PSI: Sinyal Jokowi Jadi Dewan Pembina Makin Terang, Tinggal Tunggu Waktu yang Tepat

Menurut dia, PDIP berhasil membuktikan diri sebagai partai yang mandiri dan tidak tunduk pada kekuasaan.

"Pada saat partai-partai lain, bahkan beberapa ormas, jatuh pada hegemoni kekuasaan Jokowi, PDIP menunjukkan keteguhan dan kedaulatan politiknya dengan menegakkan disiplin partai," imbuhnya.

Sinyal Kuat Jokowi Bakal Jadi Dewan Pembina PSI

Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Bestari Barus, memastikan mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan menduduki kursi Dewan Pembina partai berlogo gajah.

Bestari Barus mengatakan proses seremoni pemberian jaket kepada Jokowi tinggal menunggu waktu.

Meski demikian, Bestari menegaskan proses pemberian jaket itu hanya sebuah simbolis.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 02:00 WIB
Qatar
Qatar
1 - 1
Switzerland
Swiss
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 05:00 WIB
Brazil
Brasil
1 - 1
Morocco
Maroko
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 08:00 WIB
Haiti
Haiti
0 - 1
Scotland
Skotlandia
Grup D - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 11:00 WIB
Australia
Australia
2 - 0
Turkiye
Turki
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved