Demonstrasi di Berbagai Wilayah RI
Usai Diamankan saat Demo di DPR, Dzakwan Mengaku Dipukul dan Trauma
Dzakwan Falih mengaku dipukul di bagian perut dan bahu usai diamankan saat demo di DPR. Ia kembali ke barisan aksi dalam kondisi lemas dan trauma.
Ringkasan Berita:
- Dzakwan Falih (24), peserta aksi Cipayung Menggugat, mengaku dipukul aparat setelah diamankan saat hendak membakar ban di depan DPR RI.
- Mahasiswa semester 10 Institut Bisnis Nusantara (IBN) itu dibebaskan sekitar 22 menit kemudian dan mengaku mengalami trauma.
- Aliansi mahasiswa menyuarakan tuntutan politik dan ekonomi, mulai dari penurunan harga BBM hingga penghentian sementara Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dzakwan Falih (24) berjalan tergopoh-gopoh ke belakang mobil komando yang terparkir di depan gerbang DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, Senin petang(15/6/2026).
Baju bagian belakangnya tampak penuh tanah, sementara wajahnya terlihat lelah usai dibebaskan dari pengamanan aparat.
Mahasiswa semester 10 Institut Bisnis Nusantara (IBN) itu mengaku sempat diamankan polisi saat hendak membakar ban sebagai bentuk protes dalam aksi Aliansi Cipayung Menggugat.
Dalam kondisi lemas dan napas yang belum sepenuhnya teratur, Dzakwan mengaku mendapat pukulan saat berada dalam pengamanan aparat.
"Saya dipukul di bagian perut dan bahu," kata Dzakwan kepada wartawan di depan DPR RI.
Menurut pengakuannya, ia kemudian dibawa oleh aparat sebelum akhirnya dibebaskan dan kembali ke lokasi aksi.
Dzakwan juga mengingat pesan yang disebut disampaikan petugas sebelum dirinya dilepaskan.
"Kalau mau demo, jangan anarkis," ucapnya.
Sekembalinya ke tengah massa, Dzakwan tampak masih lemas. Ia mengaku mengalami trauma setelah peristiwa tersebut.
Baca juga: Polisi Antisipasi Kejahatan Siber di Tengah Tingginya Pengguna Internet
Kronologi Saat Hendak Membakar Ban
Peristiwa itu terjadi di tengah aksi Aliansi Cipayung Menggugat di depan Gedung DPR/MPR RI.
Hujan deras yang sempat mengguyur ibu kota tidak menyurutkan aksi sekitar 20 mahasiswa yang tergabung dalam GMNI, PMKRI, LMND, dan HIMA PERSIS.
Sekitar pukul 15.19 WIB, Dzakwan mencoba meletakkan ban sepeda motor di depan mobil komando untuk dibakar sebagai simbol protes.
Menurut keterangan Dzakwan, upaya tersebut memicu respons aparat. Seorang polisi berpakaian preman disebut merebut ban itu dan melemparkannya ke arah semak-semak. Mahasiswa kemudian berusaha mengambil kembali ban tersebut hingga terjadi aksi saling dorong dan blokade jalan.
Menurut pengakuannya, di tengah situasi yang memanas, ia kemudian diamankan aparat dan dibawa masuk melewati gerbang DPR RI.
Dzakwan mengaku dibebaskan sekitar pukul 15.41 WIB atau sekitar 22 menit setelah diamankan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Dzakwan-Falih-usai-dibebaskan-polisi-usai-diamankan-saat-demonstrasi-di-depan-Gedung-DPR.jpg)