Hari Raya Galungan
Sejarah dan Penjelasan Mengenai Rangkaian Tradisi Hari Raya Galungan
Hari Raya Galungan merupakan perayaan suci umat Hindu, terdapat beberapa rangkaian dan tradisi dalam merayakannya, simak penjelasannya berikut ini.
Penyajaan dilakukan dua hari sebelum Galungan.
Pada tahapan ini masyarakat membuat berbagai jenis jajan tradisional yang nantinya dipakai sebagai pelengkap sesajen dan persembahan.
Selain itu, Penyajaan juga menjadi momen kebersamaan keluarga dalam mempersiapkan perayaan.
6. Penampahan Galungan
Penampahan Galungan berlangsung sehari sebelum Hari Raya Galungan.
Pada hari ini umat Hindu menyiapkan berbagai kebutuhan upacara, termasuk memasak hidangan khas dan membuat persembahan.
Salah satu tradisi yang paling dikenal adalah pemasangan penjor, yakni bambu tinggi yang dihiasi janur, hasil bumi, dan berbagai ornamen lainnya.
Penjor melambangkan kemakmuran, kesejahteraan, dan rasa syukur atas karunia Tuhan.
Baca juga: Apa Itu Hari Umanis Galungan yang Jatuh pada Kamis, 24 April 2025?
Hari Raya Galungan
Hari Raya Galungan menjadi puncak dari seluruh rangkaian tradisi yang telah dipersiapkan sebelumnya.
Umat Hindu melaksanakan persembahyangan di rumah, pura keluarga, maupun pura umum. Doa-doa dipanjatkan sebagai bentuk rasa syukur atas kemenangan kebaikan serta permohonan keselamatan dan kesejahteraan.
Pada hari ini pula masyarakat mengenakan pakaian adat dan berkumpul bersama keluarga untuk merayakan hari suci tersebut.
Sehari setelah Galungan dikenal sebagai Umanis Galungan atau Manis Galungan.
Masyarakat biasanya memanfaatkan hari ini untuk bersilaturahmi dengan kerabat, mengunjungi tempat wisata, maupun berkumpul bersama keluarga besar.
Suasana kebersamaan menjadi salah satu ciri khas perayaan ini.
Hari Raya Kuningan, Penutup Rangkaian Galungan
Sepuluh hari setelah Galungan, umat Hindu merayakan Hari Raya Kuningan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Hari-Raya-Galungan-di-Pura-Luhur-Dwijawarsa-Malang_20251119_154319.jpg)