PBNU Undang Presiden Prabowo Hadiri Penutupan Munas Alim Ulama NU 2026
PBNU mengundang Presiden Prabowo untuk hadir dan memberikan amanat pada penutupan Munas Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama 2026.
TRIBUNNEWS.COM - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama mengundang Presiden Prabowo Subianto untuk hadir dan memberikan amanat pada penutupan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama 2026.
Sekretaris Jenderal PBNU, Gus Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, mengatakan pembukaan Munas dan Konbes NU direncanakan digelar di Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Kediri, pada Sabtu, 20 Juni 2026. Sementara penutupan direncanakan berlangsung di STAI Pesantren Syaichona Moh. Cholil Bangkalan, Jawa Timur, pada 23 Juni 2026, apabila jadwal Presiden memungkinkan.
“Sementara penutupan direncanakan mudah-mudahan nanti di Bangkalan. PBNU mengundang secara resmi Bapak Presiden Prabowo untuk bisa memberikan amanat pada saat penutupan nanti,” kata Gus Ipul di Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Kediri, Selasa (16/6/2026).
Pernyataan itu disampaikan Gus Ipul usai memimpin apel kesiapan Banser menjelang pelaksanaan Munas dan Konbes NU 2026 di Pesantren Ploso. Apel tersebut melibatkan unsur Banser dan tim keamanan pesantren.
Gus Ipul, yang juga Ketua Panitia Munas-Konbes dan Muktamar NU, menjelaskan bahwa lokasi penutupan masih menyesuaikan dengan jadwal Presiden. Jika Presiden Prabowo dapat hadir, penutupan akan diadakan di Bangkalan. Namun, jika jadwal Presiden belum memungkinkan, penutupan akan dilakukan di Pesantren Ploso.
“Jika waktunya memungkinkan untuk hadir, maka penutupan akan ditempatkan di Bangkalan. Tetapi jika tidak, penutupan akan dilakukan di Ploso. Ini semua masih menyesuaikan jadwal Presiden,” ujar Gus Ipul.
Baca juga: Banyak Dukungan dari Daerah, Gus Ipul: Prof Nasar Berpotensi Jadi Ketum PBNU
Gus Ipul mengatakan, undangan kepada Presiden Prabowo masih dalam proses koordinasi dan konfirmasi. PBNU berharap jadwal Presiden memungkinkan untuk hadir dalam forum besar Nahdlatul Ulama tersebut.
“Mudah-mudahan waktunya memungkinkan. Tetapi PBNU melalui rapat sudah memutuskan untuk mengundang Bapak Presiden pada tanggal 23 Juni yang akan datang di Kabupaten Bangkalan,” ujarnya.
Menurut Gus Ipul, pembukaan Munas dan Konbes NU di Pesantren Ploso akan mengundang pejabat pemerintah daerah, baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Panitia juga akan mengundang para pengasuh pesantren, pengurus NU dari berbagai daerah, tokoh masyarakat, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan.
“Tentu pembukaan akan mengundang pejabat-pejabat pemerintah daerah, mungkin tingkat provinsi maupun kabupaten-kota, mengundang pengasuh-pengasuh pesantren, dan pihak-pihak lain yang disesuaikan dengan kapasitas tempat pembukaan,” kata Gus Ipul.
Gus Ipul menjelaskan, Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2026 merupakan bagian dari tahapan penting menuju Muktamar NU. Karena itu, seluruh persiapan dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan.
“Persiapan muktamar ini kan berkelanjutan. Konbes ini adalah tahapan pertama menuju muktamar,” ujarnya.
Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2026 dijadwalkan menjadi forum strategis untuk membahas berbagai agenda keorganisasian, keumatan, dan kebangsaan. Forum ini juga menjadi bagian dari konsolidasi Nahdlatul Ulama menjelang pelaksanaan Muktamar NU.
Baca juga: Open House Sekolah Rakyat Manado, Gus Ipul Ungkap Perubahan Positif Para Siswa
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Gus-Ipul-16062026.jpg)