Milenial Bisa Cetak Cuan Hanya dengan Menjelajah Dunia Metaverse, Begini Caranya

Dengan menghasilkan beberapa karya unik mulai karya bentuk gambar 3D hingga karya musik yang kemudian dikonversikan ke aset digital NFT

Editor: Muhammad Zulfikar
searchenginejournal.com
Ilustrasi metaverse. Milenial Bisa Cetak Cuan Hanya dengan Menjelajah Dunia Metaverse, Begini Caranya 

Laporan Wartawan Tribunnews, Namira Yunia Lestanti

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Perkembangan Metaverse, nampaknya membuat sebagian masyarakat Indonesia tertarik untuk mengincar keuntungan dari kehidupan virtual tersebut.

Dalam seminar “Mengenal dan menghailkan uang dari Metaverse” yang diadakan Ikatan Keluarga Alumni Universitas Padjajaran atau yang kerap disapa IKA Unpad, disampaikan bahwa Indonesia berpotensi besar dalam pengembangan metaverse dunia, terlebih masyarakat Indonesia sendiri kini sudah mulai melek akan teknologi tersebut.

Metaverse sejatinya merupakan gambaran teknologi yang memungkin seseorang berkumpul dan berkomunikasi dalam dunia virtual.

Baca juga: Bidik Peluang Pasar Senilai 1 Triliun Dolar AS, JPMorgan Jadi Bank Besar Pertama di Metaverse

Tak hanya berkomunikasi saja, bahkan didunia tersebut seseorang juga dapat melakukan berbagai aktivitas misalnya jual beli barang secara virtual.

Keberadaan Metaverse tentunya tak bisa dipisahkan dari Non-Fungible Token (NFT) maupun mata uang digital.

Seperti halnya fenomena Ghozali Everyday yang sempat viral beberapa waktu lalu, dengan bermodal menjual foto selfienya kini Ghozali berhasil mendulang cuan miliaran rupiah.

Dalam kesempatan tersebut, Komisaris PT. Perkebunan Nusantara Adrian Zakhary sekaligus pembicara seminar cryptocurrency menyatakan meski peredaran NFT dan kripto tidak dilegalkan pemerintah Indonesia, namun para generasi muda masih bisa meraup cuan dari aset digital tersebut.

Dengan menghasilkan beberapa karya unik mulai karya bentuk gambar 3D hingga karya musik yang kemudian dikonversikan ke aset digital NFT, masyarakat lokal bisa turut mengembangkan bakat sambil meraih keuntungan.

Baca juga: Amerika Serikat dan China Mulai Bersaing di Industri Metaverse

“Kini beberapa perusahaan Indonesia sudah mulai melek mengakali hal tersebut dengan menjual produk NFT nya ke pasaran internasional, meski menyasar market global namun merek dagangnya tetap dicantumkan di pasar Indonesia. Dengan begini seniman NFT local tetap bisa meraup keuntungan lebih besar,” tambah Andrian.

Meski kehadiran cryptocurrency belum diakui pemerintah Indonesia, namun adanya Metaverse justru disambut baik oleh Kementrian Komunikasi Informatika RI (Kominfo).

Andrian yakin jika nantinya semua lapisan masyarakat Indonesia bisa solid dalam membangun teknologi virtual tersebut, maka Indonesia diyakini bisa turut maju memeriahkan di panggung dunia virtual Metaverse.

  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved