Bitcoin Cs Berjatuhan, Kebijakan AS Menjadi Biangnya

Jika dikalkukasikan, harga tersebut turun 58,7% dari level tertingginya tahun ini di posisi 48.234 dolar AS yang dicapai pada 28 Maret.

Editor: Hendra Gunawan
Shutterstock
Ilustrasi aset kripto XRP dan Bitcoin. 

TRIBUNNEWS.COM -- Pukulan bagi bisnis aset kripto belum selesai, penurunan terhadap mata uang digital terus terjadi.

Bitcoin turun 60 persen pada tahun ini menjadi 20.000 dolar AS pada Sabtu (27/8/2022).

Sedangkan Ether, koin yang terhubung ke jaringan blockchain ethereum, turun 2,76 persen menjadi 1.467,2 dolar AS, atau kehilangan 41,60 dolar AS dari penutupan sebelumnya.

Data Reuters menunjukkan, Bitcoin, cryptocurrency terbesar dan paling terkenal di dunia, terakhir turun 1,5 persen ke posisi 19.946 dolar AS pada hari Sabtu atau turun 298 dolar AS dari level penutupan sebelumnya.

Jika dikalkukasikan, harga tersebut turun 58,7% dari level tertingginya tahun ini di posisi 48.234 dolar AS yang dicapai pada 28 Maret.

Baca juga: Jajaki Industri Bisnis Kripto, Samsung Berencana Luncurkan Platform Perdagangan Mata Uang Digital

Penurunan Bitcoin terjadi setelah Wall Street memerah, di mana tiga indeks acuannya berakhir turun lebih dari 3%.

Ada beberapa penyebab yang memicu turunnya harga-harga aset berisiko.

Salah satunya adalah Ketua Federal Reserve Jerome Powell memperingatkan agar tidak mengharapkan akhir yang cepat untuk pengetatan suku bunga.

Tindakan Fed pada suku bunga telah menyebabkan beberapa investor memperkirakan lebih banyak rasa sakit untuk ekuitas.

"Bitcoin menembus di bawah 20.000 karena investor mengharapkan akhir pekan yang penuh pesimisme dari Jackson Hole untuk menurunkan sentimen," jelas Edward Moya, analis pasar senior di OANDA.

Halaman
1234
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved