Kamis, 16 April 2026

Industri Affiliate Makin Ramai, INDEF Sebut Pasar Kian Besar dan Terbuka

Dari seorang pekerja di bidang planologi, Susi Esme kini berhasil menjadikan Shopee Affiliate sebagai sumber penghasilan utamanya.

Editor: Content Writer
freepik
ILUSTRASI AFFILIATE - Affiliate Marketing menawarkan kemudahan dan fleksibilitas sehingga dapat dilakukan oleh siapa saja, khususnya para ibu rumah tangga. 

TRIBUNNEWS.COM - Industri affiliate kini menjadi salah satu peluang kerja digital yang kian diminati. Dengan sistem berbasis komisi dan fleksibilitas yang tinggi, siapa pun bisa memperoleh penghasilan dari affiliate tanpa terikat latar belakang pendidikan, usia, maupun profesi.

Salah satu contoh nyata datang dari Susi Esme yang sekitar tiga tahun lalu memutuskan beralih profesi menjadi affiliator di platform Shopee. Keputusan tersebut diambil setelah melihat besarnya peluang yang ditawarkan industri ini.

"Saya melihat affiliate ini sebagai profesi yang peluangnya besar ya. Profesi ini memang sangat inklusif, bisa dilakukan di mana saja dan siapa saja selama memang mau. Saya sendiri akhirnya memutuskan sejak di tahun 2023 full di Shopee Affiliate. Alhamdulillah bisa menjadi sumber penghasilan utama saya," ungkap Susi dalam podcast The Economeets Episode 3 ‘Affiliate Marketing Indonesia: Peluang, Tantangan, dan Dampaknya bagi Ekonomi’ yang ditayangkan di YouTube INDEF yang dikutip pada Rabu (1/4/2026). 

Susi mengungkapkan, profesi affiliate memang menawarkan kemudahan dan fleksibilitas untuk dilakukan, sehingga dapat dijalani semua orang, khususnya para ibu rumah tangga seperti dirinya. Jika dikerjakan secara konsisten, Susi menegaskan pekerjaan ini bisa menjadi sumber penghasilan utama.

“Semakin dijalani juga hasilnya Alhamdulillah. Ternyata bisa jadi penghasilan utama dibandingkan usaha saya yang lainnya. Jadi akhirnya saya pun memutuskan menjadikan Shopee affiliate sebagai penghasilan utama, bukan lagi side hustle,” jelas Susi.

kutipan YouTube INDEF
(kanan) Susi Esme yang menceritakan pengalaman menjadi affiliator di Shopee dalam podcast The Economeets INDEF episode ‘Affiliate Marketing Indonesia: Peluang, Tantangan, dan Dampaknya bagi Ekonomi’ yang dikutip YouTube INDEF.

Namun, Susi menggarisbawahi bahwa hasil yang dicapainya saat ini tidak diperoleh secara instan. Dia menjelaskan langkah paling vital bagi seorang affiliate adalah membangun personal branding dan kepercayaan konsumen untuk menjaga eksistensi jangka panjang.

"Kalau kita memang ingin long-lasting dan juga ingin orang percaya, kita harus membangun personal branding dari awal. Jadi harus tahu karakter seperti apa yang kita perkenalkan ke orang,” sebut Susi.

“Produk-produk yang saya promosikan itu memang produk yang layak untuk dikenalkan, karena memang kualitasnya bagus. Di Shopee, saya hanya mempromosikan produk dengan rating minimal 4,7. Walaupun sebuah produk sedang viral, kalau kualitasnya kurang meyakinkan, saya tidak akan merekomendasikannya," tegasnya.

Baca juga: Kemnaker: Shopee Affiliate Jadi Peluang Kerja Baru di Era Digital

Proyeksi Industri Affiliate

Susi optimistis industri affiliate di Indonesia berpotensi akan terus berkembang. Dia menilai, semakin banyak orang yang bergabung menjadi affiliator menandakan pasar yang semakin besar dan ekosistem yang terus berkembang.

“Tahun 2023 saya bergabung (menjadi) affiliate itu terutama di Shopee ya benar-benar melonjak (jumlah affiliate) secara besar-besaran gitu. Saya sangat optimis melihat perkembangannya lima tahun ke depan. Dengan semakin banyaknya orang yang bergabung, potensi besar ini akan terus terus berkembang ke arah yang positif,”  jelas Susi.

"Affiliate ini sangat terbuka luas dan potensial. Semua orang bisa sukses asal mau berusaha. Jadi tidak perlu takut, selama kita mau terus menggali potensi, insyaallah punya kesempatan untuk sukses di dunia affiliate," ungkap Susi.

Potensi ekonomi dari profesi affiliate juga diungkapkan oleh Peneliti Pusat Ekonomi Digital dan UMKM INDEF, Fadhila Maulida yang menjelaskan bahwa potensi pasar affiliate di Indonesia masih sangat luas karena Indonesia memiliki masyarakat yang majemuk didukung penetrasi internet mencapai 80 persen dari total penduduk, yang mencapai lebih dari 200 juta orang.

"Jadi sebenarnya peluang kita itu sangat banyak. Apalagi kalau sekarang misalkan kita bicara secara psikologisnya ya mungkin penelitian-penelitian HRD, psikologi milenial dan Gen Z sekarang ini kan mereka punya preferensinya adalah bekerja yang fleksibel. Mereka enggak enggak mau terlalu susah yang (bekerja kantoran) 9 to 5. Mereka lebih suka yang result based gitu kan. Jadi itu sangat potensial ya karena penduduknya banyak, pasarnya banyak dan kita punya generasi-generasi yang memang mengarah ke arah pekerjaan fleksibel gitu,” pungkas Dhilla.

Dia menambahkan pertumbuhan industri affiliate juga mesti didukung ekosistem digital yang sehat, dan peran pemerintah sebagai regulator untuk memayungi sektor ini tanpa harus mengintervensi mekanisme pasar secara berlebihan.

"Yang harus dipastikan adalah ekosistemnya, baik dari sisi platform maupun kebijakan pemerintah yang mungkin hanya bersifat mengimbau, jangan sampai mengatur mekanisme pasar. Faktor lain yang paling penting adalah konsumennya. PR kita bersama adalah meningkatkan ekonomi yang diawali dengan meningkatkan daya beli masyarakat lebih dulu agar ekosistem ini bisa berjalan," jelas Dhilla.

Baca juga: Intip Kisah Inspiratif Guru Honorer Raih Penghasilan Tambahan Lewat Shopee Affiliate dan Shopee Live

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved