Slickorps Luncurkan Sistem AI Multi-Agen untuk Dukung Trading Kuantitatif dan High-Frequency Trading
Peluncuran ini memperkuat posisi teknologi Slickorps dalam bidang trading kuantitatif berbasis AI dan transaksi frekuensi tinggi.
TRIBUNNEWS.COM - Di tengah meningkatnya kepadatan data pasar keuangan global dan makin kompleksnya lingkungan trading, peran kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) mengalami transformasi signifikan. Platform trading cerdas dan manajemen aset terdiversifikasi, Slickorps, baru-baru ini meluncurkan sistem trading AI multi-agen yang mampu memberikan dukungan real-time untuk berbagai skenario trading aset.
Peluncuran ini sekaligus memperkuat posisi teknologi Slickorps dalam bidang trading kuantitatif berbasis AI dan transaksi frekuensi tinggi (high-frequency trading). Di industri trading AI sendiri, fokus persaingan kini telah bergeser, dari sekadar penggunaan AI menjadi bagaimana AI mampu beroperasi secara stabil, real-time, dan sistematis dalam keseluruhan proses trading.
Mengacu pada Laporan Tren AI di Sektor Layanan Keuangan 2026 dari NVIDIA, sebanyak 65 persen lembaga keuangan telah mengimplementasikan AI dalam lingkungan produksi. Hal ini menunjukkan bahwa pemanfaatan AI telah berkembang dari tahap eksperimen menuju skala yang lebih luas.
Dari Model Tunggal ke Keputusan Kolaboratif
Sistem trading AI multi-agen yang dikembangkan Slickorps mengintegrasikan berbagai fungsi penting, mulai dari persepsi pasar, pengenalan sinyal, inferensi strategi, hingga respons eksekusi dalam satu sistem dinamis.
Berbeda dengan metode trading tradisional yang mengandalkan model tunggal atau aturan statis, sistem ini menjalankan berbagai agen AI dengan tugas spesifik secara kolaboratif. Agen-agen tersebut menganalisis fluktuasi pasar, aliran pesanan frekuensi tinggi, serta data multidimensi secara paralel, kemudian melakukan penilaian strategi dan penjadwalan eksekusi.
Chief Operating Officer Slickorps, Rizky Pratama, menjelaskan bahwa pendekatan multi-agen menjadi kunci dalam menghadapi dinamika pasar modern.
“Arsitektur multi-agen memungkinkan sistem untuk tidak hanya membaca pasar secara lebih komprehensif, tetapi juga merespons dengan ritme yang lebih cepat dan terukur. Ini menjadi fondasi penting dalam menjaga konsistensi eksekusi sekaligus memperkuat kontrol risiko,” ujarnya.
Dari sisi desain, sistem ini menekankan pembagian tugas dan kolaborasi. Setiap agen memiliki peran dalam identifikasi tren, analisis volatilitas, manajemen risiko, hingga penentuan waktu eksekusi, yang kemudian dikonsolidasikan dalam kerangka keputusan terintegrasi.
Baca juga: Slickorps Ventures dan Royal Group Capital Teken Investasi USD 700 Juta
Tantangan Efisiensi di Pasar yang Semakin Kompleks
Slickorps menilai bahwa karakter utama pasar saat ini ditandai oleh percepatan aliran informasi, fluktuasi harga yang tinggi, serta perubahan sentimen yang terjadi secara simultan.
Dalam kondisi tersebut, pemantauan manual maupun sistem berbasis aturan statis dinilai tidak lagi memadai untuk memproses data dalam jumlah besar secara real-time. Terlebih pada fase ketika interaksi antar aset meningkat dan volatilitas jangka pendek semakin tajam.
“Di lingkungan seperti ini, pendekatan tunggal menjadi kurang adaptif. Sistem perlu mampu mengolah banyak variabel secara bersamaan tanpa mengorbankan kecepatan dan akurasi,” tambah Rizky.
Melalui sistem AI multi-agen ini, Slickorps berupaya menghadirkan solusi yang mampu mengintegrasikan seluruh rantai trading, mulai dari analisis hingga eksekusi, dengan frekuensi respons yang lebih tinggi dan stabilitas yang lebih terjaga.
Kompetisi Trading AI Masuk ke Tahap Sistem
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/slickorps-ilistrasi-ai-trading.jpg)