Breaking News:

Ini Saran Wawan Tembong untuk Para Pemula yang Ingin Menekuni Freestyle

Jika latihan dilakukan intensif, Wawan menilai dalam tiga bulan pemula sudah akan bisa menguasai beberapa teknik freestyle dasar.

ISTIMEWA
Aksi freestyler Wawan Tembong dengan Yamaha MT-25 di event Yamaha Support Ultah TNI AU ke-70 di Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Sabtu (16/4/2016) 

 TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Menekuni hobi freestyle perlu memperhatikan banyak aspek agar aksi freestyle kamu nyaman dan hasilnya memuaskan. Freestyler profesional Wawan Tembong merekomendasikan agar kamu menggunakan motor injeksi ketimbang motor karburator.

Selain itu, untuk latihan awal bagi pemula, Wawan sama-sekali tidak merekomendasikan penggunaan area jalan umum. Selain membahayakan keselamatan diri sendiri dan orang lain, juga berdampak memecah konsentrasi saat latihan.

"Untuk pemula, perlu cari tempat yang safety (aman) dulu," kata Wawan Tembong saat ditemui di sela penampilannya unjuk kebolehan freestyling di perayaan ulang tahun TNI AU ke-70 di Skuadron Statec, Bandara Halim Perdana Kusuma, Sabtu (16/4/2016).

Selain itu, gunakan peralatan latihan freestyle yang aman, seperti helm dan sepatu berkualitas baik, protector untuk kaki dan lengan. Gunakan celana panjang dan jaket lengan panjang yang nyaman.

Jika latihan dilakukan intensif, Wawan menilai dalam tiga bulan pemula sudah akan bisa menguasai beberapa teknik freestyle dasar.

"Untuk basic bisa latihan untuk penguasaan burn out, belajar membentuk angka 8, sliding. Dari situ kita akan bisa tahu apakah motor yang kita pakai sudah bisa kepegang atau belum, karena dalam freestyle itu kita harus benar-benar bisa mengenali dan menguasai karakter motor. Bukan sebaliknya," kata Tembong.

Bagaimana dengan motor? Apakah perlu di-setting khusus? Wawan Tembong mengatakan tidak perlu. "Yang penting kondisi motor harus bagus. Pilih motor yang tepat untuk freestyle ini. Motor juga tak perlu di-upgragede. Yamaha Xabre ini dalam kondisi standar saja sudah cukup buat freestyle," dia mencontohkan.

"Untuk main frestyle, jangan pakai motor karburator, karena kalau masih pakai karbu, untuk dipakai memutar tiga kali saja bensinnya akan membludak. Mesin juga ada jeda. Kalau pakai injeksi semprotan bahan bakar lebih stabil," sarannya.

Kalaupun perlu modifikasi, cukup pada gir dan rem saja. "Kalau pada motor matik remmya ada di tangan. Kalau untuk freestyle, rem harus dobel. Di kaki dan di tangan. Disc brake di roda belakang dikeroyok buat tiga. Rem depan juga dipakai. Tapi saat kaki posisi di vatas semua, rem hanya bisa bekerja dan dikontrol pakai tangan. Itu ketika posisi pas standing," jelasnya.

Wawan menilai, perkembangan freestyling di Indonesia sangat maju pesat.

"Kita nggak kalah dari freestyler luar negrri. Support dari Pemerintah yang masih kurang, misal menyediakan lokasi khusus untuk main dan latihan," kata Wawan Tembong.

Di acara pameran dirgantara merayakan ultah TNI AU ke-70, Wawan Tembong yang sukses mencetak prestasi kejuaraan freestyle di tingkat ASEAN, unjuk kebolehan dengan menunggang sport naked bike Yamaha Xabre dan Yamaha MT-25.

Penulis: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved