Isuzu Tak Punya Target Khusus Soal Kebijakan Bahan Bakar B30

Asril mengatakan pihaknya tidak memiliki target spesifik tertentu dalam mengembangkan kendaraan diesel berbahan bakar B30.

Isuzu Tak Punya Target Khusus Soal Kebijakan Bahan Bakar B30
IST
Truk Isuzu Elf NMR 71 milik warga Kediri, Jawa Timur, jadi peserta ajang kontes truk modifikasi Jogjakarta Truck Festival 2018 di Kota Yogyakarta, Sabtu (8/9/2018). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) menyatakan pihaknya akan mengikuti dan menyesuaikan unit-unit yang diproduksi agar bisa menggunakan bahan bakar yang disediakan oleh pemerintah, termasuk di antaranya B30.

Sebagai langkah konkret, PT IAMI kini bergabung di kegiatan uji road test kendaraan B30 bersama Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konversi Anergi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Road test mengambil rute perjalanan sekitar 40.000 km di daerah Jawa Barat dan sudah mulai sejak awal bulan Mei 2019 dan diharapkan selesai pada awal bulan Oktober 2019. Kendaraan yang diuji adalah truk ringan Isuzu NMR 71.

Aspek-aspek yang diuji dalam road test tersebut meliputi aspek performance, tingkat emisi, serta dampak penggunaan bahan bakar B30 terhadap komponen-komponen mesin yang ada.

General Manager Marketing PT Isuzu Astra Motor Indonesia, Attias Asril, mengatakan uji coba ini pada nantinya akan digunakan untuk menentukan langkah-langkah PT Isuzu Astra Motor Indonesia selanjutnya dalam mengembangkan kendaraan yang bisa mengakomodasi bahan bakar B30.

Selain itu, hasil dari uji tersebut pada nantinya juga akan mempengaruhi harga yang akan dipasang pada unit-unit berbahan bakar B30 yang diproduksi oleh PT Isuzu Astra Motor Indonesia nanti.

Apabila hasil uji coba menunjukan bahwa penggantian komponen ataupun bentuk-bentuk improvement lainnya tidak diperlukan, maka diperkirakan bahwa unit kendaraan yang mampu mengaomodir bahan bakan B30 akan memiliki harga yang kurang lebih sama dengan yang belum.

Sebaliknya, apabila dalam uji coba ditemukan bahwa perlu ada penggantian pada komponen-komponen mesin tertentu guna menjaga kualitas performa, emisi, dan sebagainya, maka bisa jadi unit kendaraan berbahan bakar B30 tersebut akan memiliki harga yang lebih mahal.

Baca: Bus Hino RN 285: Menikmati Kemewahan dan Kenyamanan Perjalanan Tak Perlu yang Ber-CC Besar

Namun demikian, Asril mengatakan pihaknya berharap bahwa hal tersebut tidak akan memberatkan konsumen kalaupun ada kenaikan.

Asril mengatakan pihaknya tidak memiliki target spesifik tertentu dalam mengembangkan kendaraan diesel berbahan bakar B30.

Keterlibatan PT Isuzu Astra Motor Indonesia dalam uji coba dimaksudkan untuk mengetahui langkah penyempurnaan apa saja yang perlu dilakukan agar unit kendaraan yang diproduksi bisa menggunakan bahan bakar yang disediakan pemerintah, termasuk di antaranya B30.

Asril menambahkan, isu penggunaan bahan bakar B30 pada unit kendaraan tidak mempengaruhi minat dan perilaku konsumen dalam membeli unit-unit yang diproduksi PT IAMI.

“Bagi konsumen yang penting kendaraannya dapat beroperasi menggunakan bahan bakar yang tersedia, tidak ada tambahan beban biaya operasional, tidak ada concern khusus terhadap bahan bakar B30,” ujar Asril kepada Kontan (5/8/2019).

 

Reporter: Muhammad Julian 
Artikel ini tayang di Kontan dengan judul Isuzu: Kami tidak ada target khusus soal kebijakan B30

Editor: Choirul Arifin
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved