Kamis, 14 Mei 2026

Hyundai Engineering Bakal Kebut Konstruksi Pabrik Mobil Hyundai di Bekasi

Pabrik tersebut memiliki nilai total investasi mencapai 1.55 miliar dolar AS atau setara dengan Rp 21.7 triliun.

Tayang:
Editor: Johnson Simanjuntak
IST
Operasi pabrik Hyundai Korea Selatan hampir pulih 100 persen setelah kekurangan pasokan komponen berhasil terpenuhi di bulan Maret 2020 akibat pandemi Corona. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Hyundai Engineering Co Ltd (HEC), kontraktor utama pembangunan pabrik mobil Hyundai Motor Manufacturing Indonesia di Deltamas Industrial Complex, Bekasi, Indonesia akan mempercepat pembangunan pabrik tersebut.

Pabrik tersebut memiliki nilai total investasi mencapai 1.55 miliar dolar AS atau setara dengan Rp 21.7 triliun.

Sebelumnya, kepastian pendirian pabrik perakitan ini dituangkan dalam Nota Kesepahaman rencana pendirian pabrik mobil tanggal 26 November 2019.

Penandatangan Kerjasama ini dilakukan antara Hyundai Motor Company dengan Pemerintah Indonesi disaksikan langsung oleh Presiden RI Joko Widodo dan sejumlah menteri.

Pabrik tersebut akan memiliki kapasitas produksi sekitar 150.000 unit kendaraan per tahun dan nantinya pada kapasitas penuh akan dapat memproduksi sekitar 250.000 kendaraan setiap tahunnya.

Baca: Mobil Listrik Hyundai 45 Terlihat Melakukan Uji Coba, Diluncurkan 2021

Keputusan Hyundai Motor Company untuk membangun sebuah pabrik mobil di Indonesia ini merupakan keputusan investasi yang berani dan merupakan wujud niat kuat Hyundai Motor Company untuk memperkuat kemitraan dengan negara-negara Asia Tenggara, terutama Indonesia, sejalan dengan kebijakan yang dicanangkan oleh Pemerintah Korea Selatan "New Southern Policy" atau yang dikenal dengan "Kebijakan Baru ke Arah Selatan".

Chief Site Manager Hyundai Engineering Co Ltd, Byung Su Kwak mengatakan bahwa setelah proses konstruksi selesai, pabrik mobil ini akan menjadi pusat basis produksi pertama Hyundai di kawasan ASEAN.

"Kepercayaan yang telah lama terbangun serta hubungan yang baik antara Korea Selatan dan Indonesia juga memiliki andil besar bagi Hyundai Motor Company dalam mengambil keputusan investasi ini," tutur Byung Su Kwak melalui keterangan resmi, Jumat (6/6/2020).

Proses pembangunan pabrik ini telah dimulai sejak Desember 2019 oleh Hyundai Engineering.

Pabrik ini ditargetkan akan memulai produksi pertamanya pada paruh kedua 2021

Di bawah kerjasama antara Korea Selatan dan Indonesia, pembangunan pabrik mobil Hyundai Motor Company di Indonesia akan memberikan kontribusi yang signifikan bagi perekonomian Indonesia, khususnya di industri konstruksi dengan menyerap hingga 1.500 pekerja harian.

"Selanjutnya, pabrik ini diharapkan dapat menciptakan lebih dari 23.000 pekerjaan baru baik langsung maupun tidak langsung," ungkap Byung Su Kwak.

Hyundai Engineering berupaya untuk menciptakan lapangan kerja baru dan mendukung ekonomi lokal dengan tetap melakukan aktivitas konstruksi secara normal meskipun krisis ekonomi global saat ini sedang melanda di seluruh penjuru dunia, termasuk Indonesia, sebagai akibat dari pandemi Covid-19.

Disisi lain, Hyundai Engineering dan Hyundai Motor Manufacturing Indonesia telah berupaya untuk memahami dan menghormati budaya lokal Indonesia.

Pada awal pembangunan, mereka mengundang Profesor Sun geun Ahn dari Universitas Islam Nasional (UIN) untuk mengadakan acara khusus ceramah tentang budaya Islam untuk 50 staf Korea yang bekerja di lokasi konstruksi.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved