Kamis, 11 Juni 2026

Keputusan Agrinas Impor 105.000 Unit Pikap dan Truk Mendistorsi Pasar Domestik

Indonesia Center for Mobility Studies (ICMS) menyayangkan keputusan PT Agrinas Pangan Nusantara mengimpor 105.000 unit pikap dan truk dari India.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Choirul Arifin
HO/IST/dok. Mahindra
IMPOR DARI INDIA - Pikap Mahindra Scorpio yang akan diimpor PT Agrinas Pangan Nusantara dari Mahindra & Mahindra, India sebanyak 35.000 unit. Pikap Scorpio diproduksi di pabrik Mahindra di Nashik, India, dan unit akan mulai dikirim ke Indonesia tahun 2026.  

Ringkasan Berita:
  • Indonesia Center for Mobility Studies (ICMS) menyayangkan keputusan PT Agrinas Pangan Nusantara mengimpor 105.000 unit pikap dan truk dari India untuk mendukung operasional Koperasi Merah Putih.
  • Impor besar-besaran pikap dan truk ringan oleh Agrinas akan mematikan pasar kendaraan niaga oleh industri otomotif lokal.
  • Keputusan impor 105.000 unit pikap dan truk dari India tersebut dinilai tergesa-gesa dan tidak bijaksana di tengah penurunan industri otomotif nasional. 

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum Indonesia Center for Mobility Studies (ICMS) Munawar Chalil sangat menyayangkan keputusan PT Agrinas Pangan Nusantara mengimpor 105.000 unit pikap dan truk dari India untuk mendukung operasional Koperasi Merah Putih.

Keputusan impor tersebut dilakukan di tengah lesunya pasar otomotif Tanah Air khususnya di segmen kendaraan niaga. 

"Keputusan ini bukan hanya akan mendistorsi pasar domestik yang sedang berjuang menaikkan angka penjualan, tapi juga berpotensi menurunkan tingkat kepercayaan investor terhadap industri di Indonesia pada umumnya," kata Munawar Chalil saat dimintai tanggapan oleh Tribunnews, Jumat, 20 Februari 2026.

Munawar Chalil mengatakan, impor besar-besaran pikap dan truk ringan oleh Agrinas akan mematikan pasar kendaraan niaga oleh industri otomotif lokal.

"Ini jelas bakal ngerusak industri  kendaraan niaga. Pasar pickup dan truk tahun 2025 cuma 164 ribu unit. Gimana bisa bertahan kalau impor kendaraan niaga CBU sampai 105.000 unit. Belum lagi kalau (kendaraannya) rusak, memang mereka sudah punya jaringan aftersalesnya?," ungkap Munawar Chalil mempertanyakan.

Dia menambahkan, keputusan impor 105.000 unit pikap dan truk dari India tersebut dinilai tergesa-gesa dan tidak bijaksana di tengah penurunan industri otomotif nasional. 

Baca juga: Agrinas Borong 105.000 Unit Truk & Pikap dari Tata Motors dan Mahindra

"Sepatutnya, pemerintah melalui badan usaha milik negara serta perangkat usaha lainnya mendukung pertumbuhan industri otomotif nasional dengan menyerap produksi dalam negeri. Industri otomotif termasuk industri strategis yang menyumbang pertumbuhan ekonomi nasional dan ekosistemnya mampu menyerap ratusan ribu bahkan jutaan tenaga kerja," tegasnya.

Industri Komponen Otomotif Nyatakan Keberatan

Perkumpulan Industri Kecil dan Menengah Komponen Otomotif (PIKKO) menyatakan kekecewaannya terhadap rencana Pemerintah mengimpor 105.000 unit pikap dn truk dari India karena berpotensi mengganggu ekosistem industri otomotif nasional.

Ketua PIKKO Rosalina Faried mengatakan, pihaknya memahami kebutuhan kendaraan sangat mendesak untuk mendukung operasional Koperasi Merah Putih. 

Tetapi pengadaannya tidak harus dengan 100 persen mengimpor kendaraan dari India, mengingat kemampuan industri otomotif dan komponen otomotif dalam negeri sudah sangat mumpuni untuk memasoknya.

"Kami khawatir hal tersebut membuat dampak ekonomi tidak bagus terhadap keberlangsungan ekosistem industri otomotif," tutur Rosalina, Jumat (20/2/2026).

Direktur Jenderal IKMA Kementerian Perindustrian Reni Yanita menyatakan, PIKKO merupakan bagian penting dari rantai pasok industri kendaraan bermotor nasional dan mendukung penuh program pemerintah dalam pengadaan sarana transportasi distribusi pangan melalui KDKMP.

Terkait informasi rencana impor kendaraan operasional KDKMP oleh PT Agrinas Pangan Nusantara, PIKKO telah menyampaikan kekecewaannya kepada Kemenperin.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Menuju Kick-Off
00
Hari
00
Jam
00
Menit
00
Detik
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
Mexico
Meksiko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 16:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved