Kamis, 9 April 2026

Ekonom: Pasar Otomotif Akan Membaik Tapi Naiknya Pelan-pelan

Sebagian masyarakat kelas menengah turun kelas, tidak bisa lagi beli mobil baru akhirnya ambil mobil bekas.

|
Editor: Choirul Arifin
Tribunnews.com
PASAR OTOMOTIF 2026 - Ekonom Joshua Pardede memaparkan prospek pasar otomotif nasional di tengah tren pelemahan daya beli di acara buka puasa bersama yang diselenggarakan Toyota di Jakarta, Jumat, 6 Maret 2026. 

Ringkasan Berita:
  • Ekonom Joshua Pardede optimistis pasar otomotif nasional akan membaik di tengah kondisi ekonomi yang penuh tantangan dan diwarnai pelemahan daya beli.
  • Penjualan mobil nasional terkonstraksi karena masyarakat lebih hati-hati berbelanja dengan mempertimbangkan harga jual kendaraan hingga keseriusan dukungan after salesnya.
  • Rata-rata market share Toyota di pasar roda empat nasional sebesar 33 persen dengan rata-rata penjualan dalam 25 tahun terakhir mencapai 250 ribu per tahun.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ekonom Bank Permata Joshua Pardede optimistis pasar otomotif nasional akan membaik di tengah kondisi ekonomi yang penuh tantangan dan diwarnai pelemahan daya beli.

"Saya melihat arah pertumbuhan ekonomi ke depan akan membaik. Ini bisa jadi sinyal membaiknya penjualan otomotif nasional. Tapi itu akan terjadi bertahap, naiknya pelan pelan," kata Joshua Pardede.

"Volume penjualan kita sebanyak 803 ribu unit di tahun lalu dan tahun ini diperkirakan 825 ribu unit," ungkap Joshua Pardede di acara buka puasa bersama Toyota di Jakarta, Jumat, 6 Maret 2026.

Dia mengatakan, penjualan mobil nasional terkonstraksi karena masyarakat lebih hati-hati berbelanja. "Masyarakat memang agak menunda belanja barang tahan lama seperti mobil dan properti. Keputusan orang membeli mobil makin sensitif," kata dia.

Joshua mengatakan, masyarakat kini makin berhati-hati dalam spending, mem

belanjakan uangnya. "Mereka makin hati hati dalam membeli mobil baru. Misalnya mempertimbangkan harganya, juga after sales. Itu terjadi di masyarakat kelas menengah," kata Joshua Pardede.

Dia mengatakan, volume penjualan otomotif Indonesia paling banyak di harga Rp300-an juta ke bawah.

"Penjualan LCGC (mobil murah) kita turun karena kondisi kelas menengah yang terkonstraksi. Sebagian orang menahan uangnya untuk belanja otomotif atau properti dan dialihkan ke emas," jelasnya.

Dia menambahkan, sebagian masyarakat kelas menengah turun kelas, tidak bisa lagi beli mobil baru akhirnya ambil mobil bekas. "Itu sebabnya penjualan mobil bekas kita juga cenderung naik," kata Joshua.

Baca juga: Ramadan dan Lebaran Momentum TAF Genjot Pembiayaan Kendaraan di Grup Toyota

Meski begitu dia optimistis pasar otomotif nasional akan terus membaik.

"Pasar otomotif kita besar lebih besar dari Thailand. Kalau kita lihat tren penurunan penjualan otomotif ini tidak hanya di Indonesia tapi juga di Thailand. Masuknya pemain pemain baru membuat pasar otomotif kita makin kompetitif dan produsen dituntut cepat beradaptasi," beber Joshua.

Industri otomotif kita padat karya menyerap banyak tenaga kerja karena itu pemerintah harus memberikan perhatian serius kepada industri di sektor ini.

"Soal inflasi harga-harga saat ini relatif terkendali. Pertumbuhan ekonomi kita penting untuk menjadi arah pengembangan industri otomotif kita. Saat pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen penjualan otomotif kita di atas 1 juta unit."

Baca juga: Pakai Teknik Air-brush, Toyota 86 Harmony of Waves Tampil Mencolok di Osaka Auto Messe 2026

"Dua tahun terakhir penjualan otomotif kita memang tidak bagus dan langkah utama adalah bagaimana mendorong daya beli masyarakat. Kita harapkan ada program program pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi," tegas Joshua Pardede.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved