BNPB Akan Segera Relokasi Pengungsi Bencana NTT ke Tempat Lebih Aman
Badan Nasional Penanggulangan Bencana akan segera merelokasi para pengungsi bencana banjir bandang dan tanah longsor NTT ke tempat yang lebih aman
Parapuan.co - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan segera merelokasi korban selamat banjir bandang dan tanah longsor di Nusa Tenggara Timur (NTT) ke tempat yang lebih aman.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati dalam rilis resmi BNPB yang diterima PARAPUAN pada Sabtu (10/4/2021).
"Setelah proses evakuasi dan pembersihan lokasi bencana selesai, atas persetujuan masyarakat setempat, maka tahap relokasi akan segera dijalankan," ucap Raditya seperti dikutip dari rilisnya.
Baca Juga: Penyebab dan Sejumlah Fakta Mencengangkan Banjir Bandang di NTT
Persetujuan masyarakat yang dimaksud adalah persetujuan masyarakat setempat terhadap area relokasi.
Rincinya, BNPB akan meminta sejumlah tokoh adat setempat (yang mewakili masyarakat terdampak bencana) untuk menentukan area relokasi supaya tetap sejalan dengan adat dan budaya lokal.
Selain akan menyertakan sejumlah tokoh adat, BNPB juga akan melibatkan Gubernur NTT Viktor Laiskodat dan para bupatinya untuk menyiapkan lahan area relokasi secepatnya.
Ketika nanti lahan area relokasi sudah ditentukan, barulah BNPB akan melakukan survei lahan untuk memastikan keamanan area relokasi itu.
"(Akan) dilakukan survei terlebih dahulu terhadap lahan yang akan dijadikan tempat relokasi. Pertimbangan Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL) juga diperhatikan demi menyiapkan hunian yang aman," terang Raditya.
Demi memastikan nama-nama para pengungsi yang rumahnya rusak berat akibat bencana masuk dalam daftar relokasi, BNPB meminta pemerintah daerah untuk turun tangan.
Baca Juga: TNI AL Kerahkan 6 Kapal Perang untuk Tangani Situasi Pascabencana NTT
"Pemerintah daerah diimbau untuk segera memberikan data lengkap dan akurat, mulai dari nama, alamat, dan Nomor Induk Kependudukan (para pengungsi)," ujar Raditya.
Menurutnya, data-data tersebut harus lengkap dan akurat supaya tidak menimbulkan duplikasi nama-nama pengungsi yang masuk daftar relokasi.
Langkah relokasi pengungsi yang tengah dikebut oleh BNPB ini sesuai dengan instruksi Presiden Joko Widodo yang baru-baru ini mengunjungi para pengungsi NTT.

:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/img-20210408-wa0020jpg-20210408093904.jpg)